Invincible In Apocalypse

Invincible In Apocalypse
Chapter 78 Pertarungan Melawan Immortal


__ADS_3

"Sepertinya begitu." Jawab salah satu Murid bernama Jiang Luo. Dia menyipitkan matanya untuk memastikannya menggunakan Supreme Immortal Eyesnya.


"Tetua, kita harus bagaimana?" Tanya Jiang Chiyu dengan sedikit waspada.


"Menyelesaikan misi ini memang penting..."


Pada Kenyataannya, Tetua Mo harus menyelesaikan misi yang telah diberikan kepala keluarga Jiang kepadanya. Tetapi setelah merasakan aura kuat dari arah Utara, hal itu membuat Tetua Mo tertarik untuk melihatnya secara langsung dengan kedua matanya. Jadi, untuk dari itu Tetua Mo telah memutuskan untuk membuat sebuah rencana.


"...Kalau begitu, Aku akan membagi dua tim. Aku dan Jiang Chiyu akan pergi untuk menemui kedua orang misterius itu. Sedangkan kalian pergi ke arah Utara untuk mengamati apa yang sedang terjadi di sana. Kita akan berkumpul kembali setelah 1 jam di tempat ini. Apa kalian mengerti?" Tanya Tetua Mo selagi menginstruksikan kepada Muridnya.


Jiang Luo mengangguk diikuti dengan murid lainnya.


"Saya mengerti, Tetua!" Jawab Jiang Luo


"Baguslah. kita pergi, Chiyu!"


"Ya." Mereka berdua terbang ke arah barat dengan kecepatan melebihi suara. Sementara Tetua Mo dan Jiang Chiyu telah hilang dari pandangannya, Jiang Luo menginstruksikan kepada sesama anggotanya untuk segera bergerak menuju Utara.


"Ayo kita juga pergi!"


"Ya." Beberapa murid mengucap secara bersamaan.


Jiang Luo dan beberapa murid lainnya terbang menuju Utara dengan kecepatan Rendah. Dia mengetahui jika energi spiritual di bumi ini tipis, jadi dia tidak ingin menghabiskan energi spiritual nya untuk keperluan yang tidak perlu.


Mereka melewati beberapa bangunan yang telah hancur. Dia menyadari jika terjadi sebuah pertarungan di tempat ini, jadi dia memerintahkan kepada murid-murid lainnya untuk menambah kecepatannya.


"Kita harus cepat!"


Mereka menaikan laju kecepatannya, Zombie-zombie yang di lewatinya sama sekali tidak membuatnya tertarik untuk menghadapinya. Saat ini dia harus fokus menjalankan misi yang di berikan oleh Tetua Mo untuk mengamati keadaan di wilayah Utara.


Sementara Jiang Luo sedang fokus berfikir sambil menatapi gejolak Aura besar di arah Utara, beberapa murid lainnya terlihat santai sambil memandangi tatapan Jiang Luo yang tampak serius itu.


"Hei, bukankah wajahmu itu terlalu serius? Santailah sedikit. Apa jangan-jangan kamu percaya dengan ucapan Jiang Chiyu itu? Ya, aku tahu jika dia adalah kandidat kedua kepala keluarga Jiang selanjutnya. Tapi aku sama sekali tidak mempercayai ucapannya itu."


Yang baru saja berbicara itu adalah Jiang Nian. Saudari wanita yang ada di keluarga Jiang. Walaupun kekuatan Jiang Nian ini masih berbanding jauh dengan dirinya, tapi bakatnya yang sangat terampil mungkin akan memiliki masa depan yang cerah jika terus mengasah kekuatannya. Tapi sayangnya kepribadiannya yang buruk itu membuatnya selalu meremehkan musuhnya. Tidak tahu apa yang salah dengan wataknya, mungkin itu karena ayahnya yang menjadi seorang penatua yang berpengaruh di keluarga Jiang. Jadi dia mengira bebas melakukan apapun sesuka hatinya.


"Ya, ya. Para penatua selalu memuji kelakuan wanita itu. Bukankah posisimu sebagai Kandidat pertama menjadi terancam?" Ucap Jiang Han dengan santai.

__ADS_1


"..... Apa lagi kultivasinya sudah dua level di atasmu, apa kamu tidak merasa kesal dengannya?" Sambungnya.


"Diamlah! Kita ke sini bukan untuk rekreasi. Tetap fokus dan waspada dengan ancaman musuh di depan!" Ucap Jiang Luo menegaskan tujuannya.


Seperti yang dikatakan oleh teman-temannya. Jiang Luo adalah kandidat pewaris pertama yang secara langsung ditunjuk oleh kepala keluarga Jiang. Sedangkan Jiang Chiyu sebagai kandidat pewaris kedua. Walaupun dia sebagai kandidat pertama, tapi kultivasinya jauh dua level di bawah Jiang Chiyu. Itu juga yang membuat para penatua lebih memanjakan Jiang Chiyu dibandingkan dengan dirinya. Tetapi berkat usaha dari Ayahnya, beberapa penatua memilih Jiang Luo sebagai pewaris keluarga Jiang. Akibatnya Keluarga Jiang di bagi menjadi dua kubu. Kubu Jiang LUO dan Kubu Jiang Chiyu. Sering terjadi pertengkaran diantara kedua kubu yang membuat ayahnya selalu terlibat ke dalam urusan eksternal. Jadi, untuk dari itu dia tidak ingin mengecewakan ayahnya. Sebagai Kandidat pertama keluarga Jiang, dia pasti akan memenuhi harapan ayahnya untuk menjadi kepala keluarga Jiang selanjutnya.


"Tch" Jiang LUO menggertakan giginya selagi memikirkan perkataan yang baru saja diucapkan oleh Jiang Han.


"Tenang saja. Palingan mereka hanya di tahap pembangunan pondasi. Mana mungkin ada Immortal di tempat tandus seperti ini." Ucap Jiang Nian dengan santai.


"Benar yang dikatakan Jiang Nian, Lagian Jiang Chiyu pasti berbohong untuk mendapatkan perhatian para penatua."


"Tch" Jiang Luo menggertakan giginya untuk yang kedua kalinya. Memikirkan betapa bodohnya teman-temannya itu. Dia sama sekali tidak ingin setim dengan mereka, tapi apa boleh buat. Sebagai ketua tim yang dipilih secara langsung oleh penatua Mo, dia harus menanggung beban ketujuh idiot untuk pergi bersamanya.


Mereka telah semakin dekat dengan tempat kejadian, untuk memastikan tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, mereka berdelapan menurunkan kecepatan untuk melihat situasi yang ada di depan.


"Berhenti!" Pintah Jiang Luo. beberapa murid berhenti dan ada yang tidak mengerti akan situasi.


"Lihat mereka!" Jiang luo menunjuk ke arah ketiga orang yang ada di bawah, salah satu diantaranya sedang melawan sekumpulan zombie.


"Ada apa dengan kedua mortal itu?" Tanya Jiang Han.


"Memangnya ada apa dengan Gadis itu? Tidak ada yang istimewa darinya." Ucap Jiang Nian sambil memandangi gadis bergaun Hitam itu.


"Ya, ya. Dia hanyalah seorang mortal." Angguk Jiang Han.


"Apa kalian benar-benar bodoh?! Coba lihat sekali lagi gadis itu. Walaupun hanya samar-samar, aku bisa merasakan Aura kuat dari tubuhnya." Ucap Jiang Luo dengan emosi yang meluap-luap.


"Ya, benar. Apa mungkin dia seorang kultivator. Tapi tetap saja kan memangnya di tempat tandus seperti ini ada seorang kultivator yang dapat menyamai kita? palingan hanya Pembangun Pondasi belaka." Ucap Jiang Nian dengan penuh percaya diri.


"Apa kau bodoh Jiang Nian?! Lihatlah lagi dengan teliti Aura yang terpancar darinya. Levelnya tidak lebih rendah dari kita!"


"Ya memang benar apa yang kau ucapkan Jiang Luo. Tapi apa mungkin gadis ini yang menghancurkan Kaca Penglihatan dimensi Tingkat atas keluarga Jiang kita? Sangat tidak mungkin kan jika gadis ini dapat melakukan hal tersebut?" Balas Jiang Nian menegaskan ucapannya.


"Benar apa yang di katakan Jiang Nian. Lagian menurut infomasi, Kedua orang misterius itu setidaknya di atas ranah heavenly Immortal. Dilihat dengan sekilas juga gadis ini sama sekali tidak memiliki kemampuan tersebut."


Sementara mereka sedang berdebat saling beradu argumen tentang kebenarannya masing-masing, seseorang wanita berambut perak dengan wajah sebening salju maju menghampiri Jiang Luo dan yang lainnya.

__ADS_1


"Kalian bertiga, tidak perlu berdebat hanya karena Mortal belaka. Aku yang akan memastikannya. Apa gadis ini mampu menahan satu seranganku ini." Ucap Jiang Taishan dengan tangan berada di dada sambil mengendalikan pedang terbang yang berada di sampingnya untuk bersiap-siap menyerang gadis yang berada di bawah.


"Jangan melakukan tindakan yang sembrono! Bagaimana jika dia menyadari kita? Kita ke sini bukan untuk bermain-main. ingat perkataan Tetua Mo. Kita di tugaskan ke tempat ini untuk mengambil infomasi, bukan untuk bertarung!" Ucap Jiang Luo dengan menahan Jiang Taishan agar tidak berbuat nekat.


Mereka berdebat setelah beberapa menit lamanya. Hingga tidak menyadari jika salah satu orang yang berada di bawah menyadari kehadiran mereka.


"Kalian! Lihat itu....!!" Salah satu temannya menarik lengan baju Jiang Luo, dan menunjuk ke arah lelaki yang berada di bawah.


Lelaki itu menatap ke arahnya.


"Apa yang di lakukan orang itu. Apa mungkin dia menyadari persembunyian kita?" Tanya Jiang Luo dengan penasaran.


"Jangan konyol. Mana mungkin dia menyadari kita. Mungkin itu hanya kebetulan saja." Jawab Jiang Nian dengan santai.


Lelaki itu mengulurkan tangannya ke arah Jiang Luo dan teman-temannya yang sedang bersembunyi. Intuisinya mengatakan jika akan terjadi hal buruk kepada mereka. Jadi Jiang Luo bersiap-siap untuk menyerang dengan memegang pedangnya.


"Ehh...."


"Turun!!" Satu kata dari lelaki yang ada dibawah, membuat tekanan gravitasi yang sangat kuat, sehingga membuat Jiang Luo dan murid-murid lainnya secara paksa ditekan dan terjatuh ke arah bawah.


"Bagaimana Mungkin!"


*BRAAKKK*


Mereka secara paksa di tekan oleh kekuatan yang tidak di ketahui setelah pria misterius yang berada di bawah mengulurkan tangannya. Akibatnya Jiang Luo dan beberapa murid lainnya terjatuh dan menimpa bangunan yang berada di bawahnya.


"Ah, Sakit!"


"Ini tidak mungkin! Mortal ini menyadari persembunyian Kita!"


__________----------__________~__________


Note: Mohon Maaf untuk semuanya. Mungkin akan ada keterlambatan Update di chapter berikutnya. Terimakasih juga untuk yang sudah baca hingga chapter ini. Bila berkenan respon dengan cara Like dan Komen agar Author semangat bikin chapter selanjutnya.


Dukung cerita Invincible in Apocalypse dengan cara:


...Like 👍...

__ADS_1


...Komen 🗨️...


...Dan jangan lupa klik Favorit ❤️ biar ga ketinggalan update...


__ADS_2