Invincible In Apocalypse

Invincible In Apocalypse
Chapter 34 Kemunculan Makhluk Immortal


__ADS_3

Sementara itu di sisi lain.


Dunia Immortal Daxian.


Seseorang sedang mengawasi dari atas sana.


Dunia kecil yang sedang dia awasi adalah dunia para mortal yang dimana mereka tidak bisa berkultivasi dikarenakan qi spiritual di tempat itu sangat tipis, hanya ada beberapa kultivator tingkat rendah yang berada di sana.


Dia telah mengawasi dari atas sini dari awal kehancuran dunia bawah sampai detik ini.


Dia terus mengawasi hingga pada akhirnya menemukan sebuah kejanggalan kepada kedua mortal yang sedang mengobrol di daerah dekat perumahan.


Di sekelilingnya terdapat sebuah formasi pelindung yang dapat melindungi tempat itu. Pandangannya terhalang oleh semacam kekuatan gaib dari formasi pelindung itu. Untungnya dia dapat melihat lebih jelas setelah dia menekannya lebih kuat menggunakan kekuatannya.


"Berhasil.... Akhirnya aku berhasil masuk ke dalamnya...." Gumam seorang wanita yang mengamati secara diam-diam di atas sana.


"Mari kita lihat makhluk seperti apa mereka itu sebenarnya..."


Dia sedang mengawasi kedua makhluk itu dari atas sana menggunakan kaca pengintainya.


Wanita itu terkejut setelah mengetahui bahwa kedua orang itu hanyalah seorang mortal biasa.


"Mereka berdua bahkan tidak mempunyai basis kultivasi, lalu dari mana datangnya formasi itu?"


Karena tidak percaya dengan hal itu, dia kembali memandangi dan mendeteksi sekali lagi kedua manusia yang dipanggilnya mortal itu. "Mungkin ada yang salah dengan penglihatan mataku, mari kita cek sekali lagi."


Ketika dia sedang mendeteksinya, tiba-tiba seorang wanita yang berdiri di samping pria itu mengayunkan tangannya menuju ke arah cermin yang berada di udara. Seketika cermin itu retak dan pada akhirnya pecah.


"Dasar tidak sopan!!"


*Crack*


"Apa!?"

__ADS_1


"..........?"


Wanita yang mengawasi itu terdiam seketika setelah dia diketahui oleh kedua makhluk itu.


Dia tidak percaya jika manusia mortal itu bahkan bisa menggunakan kekuatan spiritualnya.


Sebelumnya dia menyangka jika mereka berdua adalah mortal yang selalu ia remehkan. Tetapi kini setelah melihat mereka yang menyadari jika sedang di awasi, mereka melakukan gerakan tiba-tiba yang mengejutkannya.


"Tidak mungkin....! Aku sudah memeriksa bahwa kedua orang itu tidak memiliki basis kultivasi, dan akar spiritualnya pun tidak ada. Kenapa dia bisa menyadari keberadaan ku ini?"


Wanita itu termenung lagi ke dalam pikirannya, dan pada di waktunya, dia teringat oleh ajaran kakeknya.


Kakeknya dulu pernah mengatakan bahwa seorang ahli yang tidak terkalahkan suka hidup di dunia yang damai dan suka berpura-pura menjadi mortal. Dia yakin jika kedua orang itu adalah ahli yang tidak terkalahkan yang di bicarakan kakeknya itu.


"Apakah dia seorang ahli...? Jika benar begitu sepertinya aku telah mencaplok sarang lebah."


Pernyataannya itu diyakini setelah item berharga yang di miliki keluarganya pecah dan rusak di sebabkan wanita yang berada di sebelah lelelaki itu.


Keadaan yang seperti itu adalah keadaan yang memang tidak terduga olehnya.


Kejadian seperti ini harus di beritahukan oleh kepala keluarga Jiang, untuk itu dia harus bergegas memberitahukan hal darurat seperti ini.


"Aku harus memberitahukan kepala keluarga atas kejadian ini."


Wanita itu bangkit dari tempat duduknya dan pergi keluar ruangan untuk segera memberitahukan ini kepada kepala keluarga.


Tepat setelah dia membuka pintu ruangan ini, wanita yang entah darimana datangnya sedang menunggunya di depan pintu.


"Mueli? Kenapa kamu ada di sini?" Ucap wanita itu merujuk pada 'kenapa kamu berdiri di depan pintu kamarku?'


Wanita yang sedang menunggunya itu menyadarinya, lalu....


"Ah, kakak. Aku baru saja sampai. Aku ingin memberitahukan padamu bahwa kepala keluarga menunggumu di aula pertemuan."

__ADS_1


"Baik, aku akan segera kesana."


Wanita itu pergi menuju arah ruang keluarga bersama dengan adiknya yang mengikutinya dari belakang.


Wanita yang baru saja dipanggilnya kakak adalah Jiang Chiyu.


Dia adalah kakak yang selalu di pujanya.


Kakaknya merupakan salah satu dari calon generasi berikutnya yang akan menjadi penerus kepala keluarga Jiang.


Kekuatannya tidak bisa di remehkan diantara para jenius muda.


Kakaknya juga merupakan jenius yang paling jenius yang telah berkultivasi mencapai ranah Immortal yang melebihi para jenius muda di ibu kota.


Setelah melewati berbagai ruangan di koridor, dia telah sampai di ruang pertemuan yang telah di beritahukan.


Terdapat dua penjaga yang sangat kuat yang menjaga pintu masuk itu.


Tatapan tajam dari kedua penjaga itu sangat tajam seperti silet menatap kedua saudari itu.


Aura qi mengerikan dari penjaga itu terasa sampai membuat bulu kuduknya berdiri (merinding) akibat aura yang terpancar itu.


Sesekali adiknya Jiang Mueli menarik bajunya karena rasa takut dari tatapan para penjaga itu. "kakak....."


Sedangkan itu Jiang Chiyu memegang erat pundak Jiang Mueli untuk menghilangkan rasa takut itu sambil perlahan berjalan mendekat ke arah penjaga itu. "Tenanglah... Kakak ada di sini."


Setelah mendekat dengan kedua penjaga itu, Dia mengucapkan salam membungkuk di luar pintu pertemuan bersama adiknya untuk memberitahu para tetua keluarga untuk memberinya ijin masuk.


"Hmph... Masuk!"


Setelah beberapa saat, suara terdengar dari dalam, segera para penjaga membukakan pintu untuk Jiang Chiyu bersama adiknya yaitu Jiang Mueli untuk segera masuk ke dalam.


"Baik!" Jiang Chiyu dan Jiang Mueli mengangkat tubuhnya dan segera masuk ke dalam ruangan.

__ADS_1


__ADS_2