
Pukul 03:30 Pagi.
Semua orang tengah tertidur, kecuali para pelayan dan pengawal yang mendapatkan giliran tugas untuk berjaga.
Di sebuah kamar yang begitu besar, sepasang kekasih sedang tertidur pulas di kasurnya.
Seorang wanita sedang mengigau di dalam mimpinya. Seperti mengalami mimpi buruk dan mengeluarkan keringat dingin.
Karena terdengar suara yang mengganggu, pria itu terbangun dari tidurnya.
"Santi...."
Wanita yang berada di sampingnya sedang melakukan erangan di saat sedang tertidur.
Karena ingin mencari tahu, Rio menyentuh dahi Santi yang sedang tengah tertidur.
"Ini.... Panas sekali. Apakah dia demam?"
Untuk mencari tahu penyakit yang dialami oleh Santi, Rio menggunakan skillnya.
"Tidak. Fluktasi energi sihir yang ada ditubuhnya ini.... Apakah ini kebangkitan?"
Benar, Fluktasi energi sihir di dalam tubuh seseorang adalah dimana ia akan segera di bangkitkan.
Hal seperti ini sudah di prediksinya ketika ia sedang di dalam perjalanan.
Penyebab dari semua itu karena hujan darah. Hujan darah memiliki energi sihir seperti sebuah partikel kecil yang tidak dapat di lihat oleh manusia.
Partikel-partikel itu terhirup oleh manusia.
Seorang manusia yang memiliki fisik yang kuat akan dibangkitkan, tetapi ada juga yang tidak memiliki tanda-tanda kebangkitan.
Seperti halnya seseorang yang tidak memiliki energi sihir sebelum awal kebangkitan, tetapi setelah melakukan kebangkitan, tubuh fisik maupun kekuatan akan ditingkatkan lebih dari sebelumnya.
Otomatis dia lebih kuat dari orang biasa yang tidak terbangkitkan.
Ada beberapa fase awal dari seseorang yang telah terbangkitkan.
Yang pertama adalah
Player tingkat pertama
Player tingkat kedua
Player tingkat ketiga
Player tingkat keempat
Player tingkat kelima
Player tingkat keenam
Player tingkat ketujuh
__ADS_1
Player tingkat kedelapan, dan...
player tingkat sembilan.
Seperti yang kalian ketahui, bahwa zombie juga memiliki beberapa tingkatan.
Zombie mutan tingkat satu
Zombie mutan tingkat dua
Zombie mutan tingkat tiga
Zombie mutan tingkat empat
Zombie mutan tingkat lima
Zombie mutan tingkat enam
Zombie mutan tingkat tujuh
Zombie mutan tingkat delapan, dan...
Zombie mutan tingkat sembilan
Misal, Player tingkat pertama melawan zombie mutan tingkat pertama, kekuatannya akan setara dan jika ada perbedaan, itu hanyalah setipis jarak antara kekuatan. Tetapi itu berbeda jika lawannya zombie mutan tingkat kedua.
Para player bisa meningkatkan kekuatannya dengan berburu zombie dan menghabisinya.
Dari mengalahkan zombie itu, player bisa mendapatkan poin Exp
Point exp bisa meningkatkan level tingkatan.
Jadi, jika anda ingin meningkatkan level, anda bisa mencoba mengalahkan beberapa zombie untuk sampai naik ke tingkat ke dua.
Tetapi jarak antar tingkat kekuatan terlalu besar.
Akan sulit untuk menaikan ke tingkat ke empat jika anda sudah menjadi player tingkat tiga. Dan itu semua akan bertambah lebih sulit jika anda ingin mencoba meningkatkan tingkat player ke yang lebih tinggi.
Kira-kira seperti itulah penjelasannya.
Kembali ke sebelumnya.
Santi yang masih menggigau dengan panas di tubuhnya ketika sedang tertidur, itu mungkin akan membuat kandungannya dalam bahaya.
"Ini akan berbahaya bagi kandungannya jika terus dibiarkan, aku akan mencoba untuk menekannya."
Panas itu akan menghambat kandungannya. Jika tidak segera di tangani, itu akan mengakibatkan kondisi yang fatal, sangat mungkin keguguran kandungan bisa terjadi.
Karena Santi terus melakukan erangan seperti kesakitan, dan itu akan berbahaya jika tidak segera di tangani, untuk itu Rio mencoba memegang telapak tangannya.
__ADS_1
Dia mencoba mentransfer energi sihirnya untuk menekan energi yang berada ditubuh Santi agar tidak melebar dengan luas.
Aliran sihir terus mengalir ketika sedang di tekan, Santi pun sekarang sudah membaik, kini tidak melakukan erangan lagi.
"Itu berhasil. Aku hanya menekannya untuk sementara, ketika dia sudah melahirkan, aku akan melepaskannya kembali."
Dia kembali tidur secara menyamping sambil melihat wajah Santi yang sedang tertidur.
Ketika Rio ingin memejamkan matanya, tiba-tiba suara memasuki ke dalam telinganya. [Transmisi Suara]
Rio yang masih membuka matanya, mencoba menerima pesan melalui telepati itu.
"Ada apa?" Tanya Rio kepada Asura.
"Tuan, mohon maaf jika saya mengganggu anda!"
"Tidak, kau tidak mengganggu. Cepat katakan apa yang ingin kau bicarakan?"
"Ya. Sebenarnya ada suatu masalah kecil terhadap manusia yang bernama Adit ini."
"Ohh, si penakut itu? Apakah dia berulah lagi untuk menggangu adikku?"
"Benar, seperti yang diharapkan dari tuanku. Manusia itu secara terang-terangan ingin mencoba melakukan tindakan pelecehan terhadap adik anda, tetapi saya menggagalkan rencananya."
Hmm... Adit sudah berani untuk mencoba menodai adiknya. Bahkan jika itu adalah temannya, ini adalah tindakan keterlaluan. Orang semacam Adit sangat tidak diperlukan. Membiarkan dia hidup sangat tidak menguntungkan bagi Rio.
Tidak. Jika dia membunuhnya secara terang-terangan, itu akan sangat merepotkan bila adiknya mengetahui hal ini.
Lebih baik untuk melakukan suatu permainan kepadanya.
"Dia sudah berada di tanganmu?"
Rio akan mencoba melakukan sebuah permainan/ Game.
Permainan itu adalah Death Game.
Permainan yang dilakukan untuk bertahan hidup dari kejaran para zombie.
Dia ingin sesekali melihat wajah putus asa dari seorang manusia. Orang seperti Adit cocok untuk menghilangkan kebosanannya.
"Ya, itu benar sekali. Dia saat ini sudah berada di pengawasanku. Mohon perintah tuanku terhadap manusia yang keji ini?"
"Aku memiliki hal bagus untukmu. melakukan sebuah permainan. Biarkan tikus ini hidup, keluarkan dia dari rumah dan cari tempat yang jauh untuk melepaskan tikus ini. Awasi dia dari kejauhan..."
"Ah, baik!" Dengan suara ragu-ragu.
"Ada apa? Apakah ada sesuatu yang ingin kau katakan?"
"Tidak! Tetapi... Apakah tuan memiliki suatu rencana terhadap manusia keji ini?"
"Benar. Tunggulah... Kamu pasti akan tahu nanti."
"Baik! Siap tuan!"
Telepati di matikan dan percakapan selesai.
__ADS_1