Invincible In Apocalypse

Invincible In Apocalypse
Chapter 48 Mempelajari sihir


__ADS_3

"Sihir? Tidak biasanya kamu sampai memiliki keinginan kuat seperti itu."


Benar. Sedari dulu, Rani tidak pernah meminta apapun dari kakaknya. Dia adalah gadis yang polos dan lugu. Walaupun dia adalah gadis yang mudah terpengaruh oleh orang lain, tapi dari lubuk hatinya dia adalah orang yang jujur. Malahan Rio khawatir dengan kepolosan dan kejujurannya itu ada orang jahat yang memanfaatkan kebaikannya. Jadi sebagai seorang kakak, dia selalu mengawasi pergaulan adiknya itu.


Bagaimanapun juga dia masih seorang gadis yang belum cukup dewasa. Kepribadiannya masihlah seperti seorang anak kecil. Sudah sewajarnya sebagai seorang kakak untuk menggantikan kedua orang tuanya mendidik dan menasehati adiknya supaya tidak terjerumus ke hal yang salah. Tapi meskipun begitu, baru kali ini setelah sekian lama 2 tahun terakhir Rani meminta sesuatu kepada kakaknya.


"Ah, ya. Itu karena aku mendengar percakapan diantara kakak dan Nuke. Jadi aku penasaran apakah aku juga bisa menggunakan sihir atau tidak pikirku." Rani berkata sambil memainkan kedua jari tangannya.

__ADS_1


Seperti yang telah ia dengar. Dia pastinya mendengarkan dan menyimak percakapan diantara Rio dengan Nuke. Tetapi, mengapa dia tidak bertanya di ruang kamar sebelumnya? Apakah dia merasa ragu akan sebuah pertanyaan? Atau dia hanya kebetulan saja memikirkan pertanyaan ini beberapa saat yang lalu? Jawabannya sudah pasti tidak keduanya. Di ruang kamar sebelumnya, Rani pastinya ingin bertanya ketika Rio melihat ekspresi mukanya beberapa saat yang lalu. Mungkin saja dia tidak ingin menggangu percakapan diantara keduanya yang amat serius itu. Jadi dia menunggu waktu yang tepat untuk bertanya, dan pada saat ini setelah obrolan mereka selesai, ini adalah momen yang pas baginya untuk bertanya.


Mau dilihat bagaimana pun juga, dilihat dari ekspresi wajahnya, pastinya dia juga berharap kalau bisa menggunakan sihir.


Tetapi bagaimanapun juga dia bukanlah orang yang terbangkitkan. Dan juga tidak memiliki bakat untuk mempelajari sihir.


{eh....?} Dia tiba-tiba kepikiran sesuatu.

__ADS_1


Eh? Bukankah ini termasuk ke dalam pertanyaan yang ambigu? Soalnya jika dilihat dari hujan darah beberapa waktu yang lalu. Fluktasi energi sihir bisa membangkitkan seseorang untuk menggunakan sihir. Dilihat dari kekuatan Barrier rumah ini sebelum di tingkatkan, sepertinya hujan darah itu berhasil menembus pertahanan Barrier. Bukti nyata dari itu cukup kuat dengan adanya ketiga wanita itu yang terbangkitkan walaupun mereka berada di dalam Barrier.


Tetapi jika mereka bertiga bisa terbangkitkan, mengapa Rani tidak sama dengan mereka? Apa jangan-jangan karena kalung yang dikenakannya? Dia selalu mengenakannya setiap kali Rio melihatnya. Dan juga kalung itu memiliki efek tertentu yang salah satunya membuat penggunanya kebal dari setiap serangan sekecil apapun. Mau itu virus atau bakteri, selama penggunanya masih mengenakan kalung tersebut, dia akan selalu merasa sehat tidak pernah sakit. Dan jika Rani tidak terbangkitkan, bukankah seharusnya Santi pun sama dengan kondisi saat ini Rani?


{Kalau begitu... Apakah aku salah menafsirkan kalau orang yang terbangkitkan bukan berasal dari Fluktasi dari hujan darah itu?}


Lalu jika bukan dari hal tersebut, kemungkinan besarnya jawabannya hanya satu. Makhluk Misterius itulah pelaku yang membuat rencana ini. Rio masih tidak mengetahui jalan pikir makhluk itu. Apakah dia secara acak menggunakan kekuatannya tersebut. Sebelum dia memikirkan jawabannya itu, Rani tiba-tiba membangunkan kesadarannya yang sedang melamun itu. "Kakak.... Kakak! Kenapa kamu melamun?"

__ADS_1


"Ah, ya. Bisa kok. Kamu bisa menggunakan sihir"


__ADS_2