Invincible In Apocalypse

Invincible In Apocalypse
Chapter 8 Kejadian Yang Tidak Terduga


__ADS_3

"Iya benar juga. Mereka semua pasti tidak akan mempercayaiku. Jadi aku harus bagaimana kakak?" Tanya Rani dengan memegang dagunya.


"Kamu hanya perlu membawa teman yang kamu percayai untuk membawanya kesini. Untuk lebih jelasnya, kamu bisa ikut kakak ke depan."


Rio memegang tangan Rani dan menuntunnya menuju pintu halaman.


"Ini....." Rani terkejut dengan lingkungan halamannya. Semua halamannya di kelilingi oleh sesuatu yang bening tampak seperti cermin.


"Itu adalah pelindung rumah ini. Para zombie tidak akan bisa memasuki rumah kecuali mereka mendapatkan izin dari pemilik rumah."


Setelah memberikan penjelasan yang begitu rinci, akhirnya Rani mengerti dengan perkataan kakaknya.


"Ingat! Sebelum jam 5 sore, kamu harus sudah ada di rumah. Bawa masuk semua teman-teman yang kamu percayai ke dalam rumah ini."


"Baik kakak, Rani percaya padamu."


"Ok. Kalau begitu kakak akan pergi untuk berangkat sekolah. Sampai bertemu di sore hari nanti."


Rio kembali menuju kamarnya dan mengambil tas sekolahnya.


Jam di dinding menunjukan pukul 6:12 Pagi.


Tepat pada saat itu, Rio mulai merapalkan sihir teleportasi.


Dengan ingatan tentang sekolahnya, dia mendarat di suatu tempat.


Dengan sekejab Rio sudah berada di lingkungan sekolah. Dia saat ini berada di WC sekolah.


Alasan mengapa dia tidak berangkat berjalan ke sekolahnya adalah karena itu semua sangat tidak diperlukan.


Dan juga dia terlalu malas untuk melakukan semua itu. Jadi dia menggunakan pilihan yang mudah saja.


Ruang WC ini kosong. Yah, wajar karena ini masih pagi, jadi belum semua siswa datang untuk ke sekolah.

__ADS_1


Dia membuka pintu WC ini, dan mulai melangkah pergi menuju kelas.


Untuk sampai menuju ruang kelas, Rio harus menaiki tangga dan tinggal berjalan lurus. Tepat 2 ruangan dari tangga adalah ruang kelas Rio.


Kelas 12 C. Dia melihat plang yang tertulis di dalam pintu kelas itu.


Rio berjalan memasuki dalam kelas dan duduk di samping bersebelahan dengan jendela.


Udara yang berhembus keluar masuk dari jendela itu, Rio mengalihkan pandangannya menuju arah sebelah Utara. Disana dia bisa melihat gunung yang lumayan cukup jauh.


Nama gunung itu adalah Ciremai. Gunung itu tampak terlihat kecil dari sini.


Dia memperhatikan gunung itu dengan jauhnya puluhan kilometer.


Dengan menggunakan skillnya, Rio bisa melihat dengan kedua matanya keadaan gunung Ciremai itu.


Disana terlihat ada perkampungan dan juga jalan raya yang berkelok kelok.


Dia bernostalgia dengan keadaan yang cukup tenang itu.


Mengingatkan pengalaman masa kecilnya ketika berada di area persawahan dan perkampungan.


"Itu adalah pemandangan alam yang cukup mengagumkan." Ucap Rio bergumam pada dirinya sendiri.


Setelah puas dengan pemandangan alam itu, Rio kembali duduk di kursinya dan melihat arah jam dinding di ruang kelasnya.


Jam masih menunjukan pukul 6:39 Pagi.


Beberapa murid berdatangan dari arah pintu kelas dan segera duduk di kursinya.


Seseorang melangkah di jalan barisannya dan mulai menyapa dirinya.


"Selamat Pagi!" Ucap wanita itu sambil melewati bangkunya.

__ADS_1


"Pagi!" Balas Rio dengan tidak berekspresi.


Wanita itu bernama Santi. Dia adalah pacarnya.


Biasanya Rio yang mulai menyapa duluan ke Santi, tetapi kali ini berbeda.


Santi tampak kebingungan dengan perubahan tiba-tiba Rio.


Dia mulai bangkit dari kursinya, dan berjalan menuju arahnya, lalu Santi duduk di samping Rio.


Memegang tangannya, lalu menuntunnya menyentuh ke arah perut Santi.


Rio diam membeku ketika Santi tiba-tiba menarik tangannya.


"Aku punya kejutan untukmu sayang. Coba tebak apa itu?"


"Ini... Bagaimana mungkin? Kamu hamil?" Rio dengan nada pelan sambil terkejut.


Rio merasa keheranan dengan situasinya saat ini.


Ini berbeda sekali dengan terakhir kali sebelum kejadian kiamat terjadi.


Dimasa lalu, Rio tidak pernah mengingat pernah berhubungan lebih dalam dengan Santi.


Dan juga, seharusnya kejadiannya bukan seperti ini? Apakah ada pergeseran perubahan setelah Rio memasuki siklus masa lalu.


Itu benar. Santi adalah orang yang ceria. Sebagai seorang pacar, dia adalah orang satu-satunya di sekolah yang memberi semangat di kala dia sedang sedih maupun susah.


Rio sudah menganggap Santi sebagai pacar sekaligus teman curhatnya.


Tetapi...., Tetapi sifat Santi berubah setelah bencana Zombie terjadi.


Dia bersekongkol dengan teman sekelasnya untuk menjatuhkan Rio.

__ADS_1


__ADS_2