
"Kamu menyadarinya? Itu adalah fluktasi energi sihir. Kamu bisa merasakannya jika kamu mencoba berkonsentrasi. Fokuskan saja dari dalam tubuhmu dan biarkan energi sihir itu mengalir ke seluruh tubuh."
"Baiklah, aku akan mencobanya." Setelah mendengar instruksi yang diberikan oleh Rio, Nuke mencoba mengganti posisi duduknya bersila dan memejamkan matanya untuk fokus ke dalam kesadarannya.
Dia memfokuskannya dengan bersungguh-sungguh. Mencarinya satu arah ke pusat aliran energi sihirnya mengalir.
Aliran energi sihirnya bagaikan benang yang tidak terlihat ujungnya. Dia mencobanya memasukinya dengan berhati-hati.
Dan seketika....
Dia baru saja menembus bagian terluarnya, dan pada saat ini sedang menuju ke bagian terdalam.
{Untuk seorang pemula, dia lumayan juga}
Untuk orang yang baru pertamakali merasakan aliran energi sihir di dalam dirinya sendiri, wanita yang bernama Nuke ini cukup berbakat karena tidak semua orang memiliki kemampuan sepertinya.
Hanya dengan sekali mencoba dia telah memasuki ke lapisan terdalam dari aliran energi sihirnya. Jika itu orang lain, mungkin mereka akan gagal sebelum mereka memasuki bagian terluarnya.
"Teruslah mencarinya sampai ke pusat bagian terdalam dirimu."
Benar, pusat dari aliran energi sihir jauh di bagian terdalam. Banyak orang akan gagal sebelum memasuki pusatnya. Tetapi walaupun dilihat dari sekilas pun, tampaknya Nuke yang berekspresi mengerutkan keningnya dengan wajah yang penuh gelisah, sepertinya dia sedang mendekati ke bagian pusatnya.
"Teruslah fokus! Jangan goyahkan pikiranmu!"
__ADS_1
Untuk mencapai ke titik pusatnya yaitu di jantung, dia harus berkonsentrasi dan jangan memikirkan pikiran yang lain. Semakin kamu memasuki ke bagian yang lebih dalam, maka akan semakin sulit rintangannya.
Woahh... Dia telah mencapai titik pusatnya.
*Crack*
"....."
Sepertinya telah selesai.
Perubahan seketika di dalam tubuh wanita itu. Aliran mana terhubung di seluruh bagian tubuhnya.
"Aku bisa merasakannya. Apakah ini yang dinamakan dengan sihir? Bagaimana caraku untuk menggunakannya?"
Untuk membunuh zombie, kekuatan sihirnya masih belum cukup untuk membunuh satu zombie pun. Dengan kekuatan sihirnya yang sedikit itu, mungkin itu hanya bisa untuk melukai satu zombie.
{Mind Eyes, Aktifkan!} Setelah dia berbicara melalui hati kecilnya, sesuatu seperti papan hologram setipis kertas muncul di hadapan Nuke, dan hanya Rio sajalah yang bisa melihat papan status itu.
_______________________
NAMA: Nuke Syafitri
LEVEL: 1 / Manusia terbangkitkan Tingkat 1
__ADS_1
RAS: Human/Manusia
KELAS: None (Belum Ditentukan)
HP: 12
STAMINA: 4/8
MANA/MP: 2
ATTACK: 3
_________________________
Selain itu, walaupun staminanya dua kali lipat dari manusia normal, tetapi jika dia bertemu dengan beberapa zombie, Nuke tidak akan bisa bertahan untuk menghadapi zombie-zombie tersebut.
Satu cara agar bisa bertambah kuat yaitu dengan cara mengasah kekuatan itu sesegera mungkin. Tetapi jika dilihat dari kondisinya saat ini itu tidaklah memungkinkan untuk melakukan hal tersebut.
"Kau bisa menggunakan sihir, tapi kondisi kesehatanmu masih belum pulih sepenuhnya. Aku akan mengajarkanmu sihir jika kamu telah sembuh nanti."
Mengajarkan sihir tidak semudah yang di ucapkan. Faktanya, untuk bisa seseorang memahami suatu arti tertentu, dia harus berusaha untuk mencapainya. Sama halnya dengan sihir, seseorang akan mengerti jika sudah menguasai keterampilan dasarnya. Selanjutnya biarkan dia berkembang dengan kemampuannya sendiri.
"Ah, ya kamu benar. Nanti jika aku telah sembuh, tolong ajarkan aku sihir."
__ADS_1
Sampai jumpa di Next Chapter!