Invincible In Apocalypse

Invincible In Apocalypse
Chapter 74 SMA Tritangsi: Awal mula Kejadian Petaka


__ADS_3

"Ohh... Menarik." Ucap Rio melirik ke arah pertarungan Lilia Lavender.


Sementara sang gadis berseragam Pramuka tidak bisa berkata apa-apa bengong melihat pemandangan di luar akal sehatnya, di lain sisi Rio melangkah menuju gadis itu dan menepuk pundaknya untuk mengembalikan kesadarannya. "Hei. Menjauhlah dari area pertarungan. Di sini berbahaya kau tahu!" Rio menyodorkan tangannya. Gadis itu menerimanya dan bangkit untuk berdiri.


"Ah, ya. Terimakasih" Respon Sang gadis.


Mereka berdua menjauh dari area pertarungan dan melangkah ke bahu jalan. Sesampainya di sana, Rio mulai menanyai gadis itu dengan pertanyaan karena rasa penasarannya.


"Darimana asalmu? Bagaimana kau bisa di kejar zombie sebanyak ini?" Tanya Rio kepada gadis itu.


Ya, benar. Dilihat dari pakaiannya, gadis ini adalah seorang pelajar. Mungkin masih pelajar SMA setelah dia melihat postur tubuhnya yang tidak berbeda jauh dengan dirinya.

__ADS_1


Bagaimana bisa dia masih dapat bertahan hidup setelah berlarian mengacak-acak jalan kota? itulah yang membuat Rio penasaran


Sementara sang gadis ingin menjawab pertanyaan Rio, Lilia Lavender datang ke arahnya setelah menyelesaikan pertarungan dengan wajah kesal terhadap gadis berseragam Pramuka itu.


"Benar. Hei Kau, Kenapa kau malah membawa zombie ke sini? Huh, Merepotkan sekali tahu untuk membereskannya!" Ucap Lilia Lavender melangkah ke arah samping Rio setelah menyelesaikan pertarungannya.


Rio melihat ke arah area pertarungan. Semua zombie telah di musnahkan dalam sekejab oleh Lilia Lavender. Hal itu membuatnya merasakan takjub karena sejauh ini Lilia Lavender adalah orang pertama yang ia lihat setelah kembali ke bumi yang memiliki energi sihir yang berlimpah.


"Ah, Maaf, Aku minta maaf karena telah merepotkan kalian" Sang gadis mendungkuk dengan permohonan maafnya yang begitu tulus. Lalu setelah itu gadis itu berserik air mata yang keluar secara perlahan " Tapi aku mohon bisakah kalian menolongku sekali lagi saja untuk membantu murid yang ada di sekolah? Aku akan menuruti semua permintaan kalian. Tapi tolong... Selamatkan mereka!" Ucap sang gadis dengan mengeluarkan air mata karena kesedihannya.


"Hah? Memangnya kau punya apa. Aku tidak tertarik untuk membantu makhluk lemah sepertimu! Iyakan tuan, Kamu juga sependapat sepertiku kan? "

__ADS_1


Rio menjulurkan tangannya dengan memberikan isyarat untuk diam kepada Lilia Lavender melalui gerakan tangannya.


"Ah, ya. Baik!" Lilia Lavender diam mendungkuk ke bawah dengan ekspresi menyesalnya.


{Meminta tolong untuk menolong murid lain yang ada di sekolah? Hmm... sepertinya bukan hanya gadis ini saja yang masih hidup.} Batin Rio.


"Sekolah? Ceritakan lebih detail tentang ceritamu itu."


"Baiklah." Ucap sang gadis.


Sang gadis mulai bercerita tentang asalnya dari sekolah SMA Tri Tangsi. Pada awalnya dia bersama dengan teman-temannya menikmati acara kemah memperingati hari Pramuka di sekolahnya. Dia sedang asyik duduk di dekat api unggun bersama teman-temannya. Tetapi secara tiba-tiba entah dari mana asalnya sebuah ledakan terjadi sehingga membuat para Murid panik. Para guru yang mengikuti acara itu meleraikan dan membuat para murid agar tetap tenang. Salah satu guru dan penjaga sekolah pergi menuju tempat kejadian ledakan yang dimana letaknya tidak jauh dari sekolah. Mereka pergi ke tempat kejadian dan pada akhirnya mereka tidak kunjung kembali. 10 menit telah berlalu, para guru dan anggota OSIS yang mulai khawatir mulai mengambil tindakan untuk mencari guru dan penjaga sekolah yang hilang itu. Tapi sebelum mereka sampai ke arah gerbang depan sekolah, Sebuah suara teriakan yang sangat keras terdengar oleh para murid yang berada di lapangan kemah sehingga membuat mereka mulai ricuh dan kembali ketakutan. Ada beberapa murid yang mulai penasaran dengan suara teriakan sehingga membawa mereka ke tempat dimana suara itu berasal. Setelah mengetahui jika suara itu berasal dari Guru yang sedang berkelahi dengan seseorang yang tidak dikenal. Para murid itu hanya memperhatikannya dari arah kejauhan. Beberapa orang yang tidak dikenal memaksa masuk dengan cara menabrakan diri ke pintu gerbang yang sudah terkunci. Guru itu tergigit di tangannya. Setelah memukul orang itu, guru itu tersungkur di tanah. Para guru memeriksa guru yang tersungkur di tanah itu. Dan hasilnya... Guru itu mati. Para guru histeris setelah melihat kejadian itu dan menutupi wajah mayat itu dengan kain. Para murid dan anggota OSIS yang melihat itu mulai panik dan penasaran.

__ADS_1


Bagaimana bisa sebuah gigitan membuat orang mati? itulah yang ada di pikiran mereka.


__ADS_2