Invincible In Apocalypse

Invincible In Apocalypse
Chapter 57 Keinginan yang Kuat


__ADS_3

Mengucapkan kata klise dan singkat mungkin dapat membuat mereka berdua mengerti.


Tapi-


"Apa? Apa maksud dari itu?"


Namun, seperti yang sudah diduga, reaksi mereka berdua tampak seperti seseorang yang sedang kebingungan. Sudah jelas jika mereka tidak mengerti kata 'Orang yang terbangkitkan'. Karena pastinya semua orang akan beranggapan sama seperti mereka. Menjelaskan dengan mentah-mentah tidak akan membuat pendengar itu paham artian dari kata-kata yang tidak dipahaminya. Justru dia sebagai seorang yang mengerti harus menjelaskan kepada orang yang belum mengetahui maksud dari penjelasannya itu.


"Seperti yang kukatakan pada sebelumnya. Kalian berdua akan bisa menggunakan sihir."


Sebagai respon, mereka berdua membuat ekspresi yang sama pada sebelumnya.

__ADS_1


"... Sihir.....?"


Setelah itu...


"Aku mengerti. Jadi aku bisa menggunakan sihir maksudmu?"


Untuk ekspresi pertama yang di keluarkan oleh Putri seperti seseorang yang tidak mengenal apa itu sihir. Namun untuk jawaban yang kedua sebaliknya, Sabrina mengucapkan kata itu dengan mudahnya. Ekspresinya menggambarkan dia memahami kata-kata yang baru saja diucapkannya.


"Begitulah. Jadi di dunia ini dibagi menjadi dua kategori. Orang yang bisa menggunakan sihir (Player) dan tidak bisa menggunakan sihir (Manusia biasa). Dan kalian berdua termasuk ke dalam kategori pertama. Jadi, selama kalian memiliki keinginan untuk belajar, cepat atau lambat kalian akan bisa menggunakannya."


"Ohh.... Jadi begitu. Seperti sihir yang ada di dalam game maksudmu?"

__ADS_1


Sabrina membalasnya dengan pernyataan yang penuh semangat. Sementara itu Nuke menjawabnya dengan sedikit ragu.


"Ya. aku tidak tahu game apa yang kamu mainkan, tapi sepertinya begitu."


Untuk seseorang yang sering bermain game khusunya game RPG yang biasa dimainkan di ponsel maupun game konsolnya, mereka akan mudah paham jika diberitahu sedikit mengenai sihir. Namun, sebaliknya jika orang itu tidak pernah bermain game, maka tidak heran orang itu tidak mengetahui apa itu arti dari sihir. Demikian juga dengan ekpresi Putri yang tampak kebingungan itu. Menyimak pembicaraan mereka berdua sementara dirinya sama sekali tidak mengerti apa yang sedang mereka bicarakan.


"Tunggu! Tunggu! Apasih yang kalian bicarakan? Cuman aku disini yang sama sekali tidak mengerti!"


Ekspresi Putri masih sama seperti sebelumnya. Bingung, penasaran dan rasa ingin tahu apa yang sedang mereka bahas. Dia sama sekali tidak mengerti arti dari sihir. Otaknya tidak bisa mencerna arti dari kata-kata yang baru saja mereka ucapkan.


Merespon itu, Sabrina membalasnya secara santai, sementara dilain sisi Nuke dan Rani mulai menyimak pembicaraan mereka berdua.

__ADS_1


"Itu loh... Bukankah kamu pernah memainkan game bertema sihir? Dulu aku ingat pernah menyuruhmu mendownload game yang sedang viral waktu itu, kan?"


Mendengar pernyataan itu, sepertinya dia pernah mendengar istilah game sihir yang baru saja Sabrina maksud. Game itu trending pada 1 bulan yang lalu. Game bertema peperangan yang dimana playernya membuat sebuah party untuk melawan Raja iblis. Itulah yang ia dengar dari percakapan temannya ketika pagi buta dia sampai dikelasnya. Yah, walaupun dia tidak memainkan game itu, tetapi pada waktu itu sebagian orang di pagi hari sebelum jam pelajaran dimulai, mereka memainkan game tersebut. Khususnya siswa pria yang sangat terosebsi dengan karakter dari dalam game itu yang terlihat menarik. Bahkan teman dekatnya pun ikut ketagihan memainkan game itu sampai saat ini.


__ADS_2