
Setelah para guru menangisi mayat yang tergeletak itu, mereka hendak menggotong sang mayat ke tempat yang lebih baik. Tapi setelah kedua guru mengangkat mayat itu, tiba-tiba tangan sang mayat bergerak, membuat salah satu guru yang mengangkat terkejut ketakutan sehingga melepaskan cengkeramannya.
Mayat itu bergerak, semua tubuhnya gemetar dan berubah menjadi putih. Mayat itu berdiri dengan menggerakan gerakan yang aneh. Para guru bahagia setelah mengetahui kalau guru itu masih hidup. Namun... kenyataannya tidak seperti itu. Mayat itu berlari menggigiti leher guru lainnya yang berada di sampingnya. Para guru dan murid yang berada di tempat kejadian berteriak histeris. Guru yang digigit itu mulai memutih lalu menggigiti seseorang yang berada dekat dengannya. Para murid dan anggota OSIS mulai ketakutan. Ada seseorang guru yang memberi perintah kepada murid untuk lari dari tempat ini. Para murid dan anggota OSIS lari memasuki dalam area sekolah. Mereka menutup pintu masuk kaca sekolah dan menahannya menggunakan tangannya, beberapa zombie mengejarnya dan menabrak pintu kaca itu. Mereka mencari sesuatu dari ruangan itu untuk menahan kedua pintu itu, ditemukanlah sebuah piala kecil dan digunakan untuk mengganjal kedua pintu kaca itu. Setelah mereka merasa lega sesaat dan mundur secara perlahan, tapi tiba-tiba pintu kaca mulai retak. melihat hal itu Para murid segera berlari untuk memperingatkan semua orang yang berada di lapangan. Tetapi, sayangnya beberapa zombie berhasil menerobos pintu kaca dan mulai mengejar para murid melewati beberapa ruangan. Sesampainya mereka di sana, semua orang yang melihat begitu banyak guru yang mengejar murid, mereka semua berpikir jika murid yang dikejar mempunyai masalah karena melawan guru, jadi pada akhirnya mereka mulai mengambil tindakan dengan cara mencegat dari depan untuk menangkap murid yang berlari itu ke arahnya. Tapi respon dari murid yang di kejar itu adalah... "Apa kalian gila! Lari bodoh! Orang itu bukan guru kalian lagi!"
Para murid yang mencegat memberikan respon " Hah, dasar. Sudah salah malah lari, lihat itu betapa kasihannya guru untuk mengejar kalian yang berbuat salah itu."
Mereka semua berhasil menangkap murid yang berlari itu. "Kalian benar-benar gila! Bodoh! Jika kalian benar-benar tidak ingin mati, maka larilah dari tempat ini!" Salah satu anggota OSIS yang tertangkap mulai meluapkan kekesalannya.
"Heh. Tidak seperti kalian! Anggota OSIS bukannya mencontohkan hal yang baik, tapi malah terlibat dengan masalah seperti ini. Lihatlah ini guru, kami berhasil menangkap mereka semua." Ucap salah satu murid mendekat ke arah guru yang berlari ke arahnya.
__ADS_1
Tapi sayangnya, bukannya murid itu menerima pujian, guru itu malah meloncat ke arah murid itu dan mulai menggigit lehernya.
Suara teriakan histeris dari murid yang tergigit itu membuat para murid dan beberapa guru yang masih hidup ketakutan. "Lepaskan! Kan sudah kubilang untuk lari!" Murid yang mencengkram itu mulai melepaskan dan pandangan matanya kosong ketakutan setelah melihat di depannya ada kejadian yang mengerikan. " Hei, jangan malah bengong! Kalian semua Larilah ke atas!".
Para murid mulai panik dan berlari melarikan diri menuju ke arah tangga menuju lantai 2 dan tiga. Mereka bersembunyi di ruang kelas yang ditahan pintunya oleh meja dan lemari yang ada di sekitarnya. Beberapa zombie berhasil menerobos lantai dua dan beberapa ruangan lainnya. Mereka yang bertahan di lantai tiga mulai menutup pintu gerbang tangga lantai tiga menggunakan kunci yang sudah di bawa oleh salah satu guru yang masih bertahan. Mereka terjebak di lantai tiga , sehari telah berlalu, dan mereka menyadari kekurangan mereka selama di lantai tiga. Beberapa murid mulai mengalami demam karena penyakit yang tidak di ketahui. Mereka menyadari kelemahannya itu yang terjebak di lantai tiga tanpa makanan dan obat-obatan. Selanjutnya ketua OSIS dan Guru mengusulkan membentuk tim untuk mencari makanan di kantin. Maka terbentuklah tim yang diantarnya beranggotakan OSIS dan murid laki-laki. Mereka pergi ke bawah untuk mencari makanan dan sampai sekarang mereka belum juga kembali. Guru dan beberapa murid mulai khawatir. Beberapa siswa laki-laki mulai memberontak dengan cara melecehkan para wanita, tapi untungnya ada anggota OSIS yang membantu kami untuk mengusir siswa lelaki itu dari sekolah. Beberapa jam kemudian. Beberapa siswa yang memberontak itu kembali membawa sejumlah orang yang tidak di kenal. Mereka menaiki pagar sekolah dengan membawa senjata api. Beberapa murid yang melihat kejadian itu dari atap ditembak oleh mereka. Sekarang situasi di sekolah menjadi lebih mengerikan. Para murid wanita di paksa untuk memuaskan nafsu bejat mereka sementara murid lelaki tidak bisa berbuat apa-apa karena mereka terkurung di satu ruangan.
"Jadi kamu berhasil melarikan diri dari sekumpulan preman itu?" Tanya Rio.
"Ya, benar sekali. Aku berhasil mengendap melarikan diri dari gerbang belakang berkat pengorbanan Bu Guru Tiara. Aku berlari sejauh mungkin dari kejaran mereka dan sampai ke tempat ini dan bertemu kalian. Setelah melihat kekuatan kalian berdua yang sangat luar biasa, aku pikir pasti kalian bisa melakukan sesuatu untuk menolong mereka. Jadi aku mohon... Tolong selamatkan mereka semua! Aku bersedia melakukan apapun untuk kalian asalkan kalian berdua bersedia membantuku."
__ADS_1
"Teman ya.... Kau sepertinya sangat menyayangi temanmu itu."
Cerita yang di ceritakan oleh Nadia mengingatkan Rio tentang masa lalunya. Dibandingkan cerita yang baru saja dia dengar, cerita itu berbanding terbalik dengan masa lalu kelam yang dialaminya. Itu membuatnya mengeluarkan ekspresi masam pahit karena mengingat masa lalu yang kelam itu.
"Tapi maaf.... Sepertinya Kami tidak bisa membantumu."
Membantu gadis ini untuk menyelesaikan masalahnya akan menghambat tujuannya untuk pergi ke Pusat kota. Terlebih lagi di hari kiamat ini bukan hanya gadis ini saja yang mengalami masalah, orang lain pun banyak mengalami masalah. bahkan ada yang lebih mengerikan dari nasib yang di alami oleh gadis yang bernama Nadia ini.
Dan juga, tidak ada keuntungan yang dapat di ambil jika membantu gadis ini. Rio telah memastikan jika Nadia hanyalah seorang wanita biasa. Tidak ada tanda-tanda Aura dari seseorang yang bangkit dari dalam dirinya.
__ADS_1