Invincible In Apocalypse

Invincible In Apocalypse
Chapter 86 Tekanan Dari Seorang Mortal


__ADS_3

Sementara itu Jiang Nian dan Jiang Taishan yang tidak mengerti apa-apa ketika mereka sedang di rangkul pergi oleh Tetua Mo mengutarakan pendapatnya masing-masing.


"Ada apa ini?"


"Apa yang sebenarnya terjadi, Tetua Mo?"


Tetua Mo mendarat tepat di samping Jiang Luo berada dan menurunkan mereka lalu kembali menghadap ke arah Rio dengan wajah penuh waspada.


"Kalian harus lari dari tempat ini!" Pintah Tetua Mo, Jiang Luo hanya terdiam sementara itu Jiang Nian yang masih tidak mengerti situasi mulai bertanya.


"Sebelum itu tolong Tetua jelaskan apa yang Anda lihat dari Mortal itu. Kenapa juga kita harus melarikan diri dari mortal belaka sepertinya?" Tanya Jiang Nian dengan melipat kedua tangannya ke dada mengungkapkan pose sombongnya. Sementara itu Jiang Chiyu yang berada di sampingnya memahami dengan ucapan yang baru saja dikeluarkan oleh Tetua Mo.


"Tidak. Kalian salah, mungkin tetua Mo memiliki maksud dari ucapannya. Kita harus pergi dari tempat ini sekarang juga!" Ucap Jiang Chiyu menegaskan kembali perkataan Tetua Mo. Jiang Chiyu menyadari jika Tetua Mo bersikap aneh ketika menatap tajam orang yang ada di depannya. Jika orang seperti Tetua Mo saja memasang tampang waspada terhadap orang itu, sudah pasti orang yang bernama Rio ini bukanlah lawan yang mudah untuk mereka kalahkan.

__ADS_1


"Chiyu, kau harus membawa pergi mereka ke Domain Immortal dan sampaikan kepada Patriak untuk jangan sekali-sekali mengusik tempat ini!" Pintah Tetua Mo. Ia pikir bahkan jika Patriak keluarga Jiang membantu pun mungkin tidak akan bisa menang melawan monster yang ada di depannya.


"Tetua... Maksud anda?" Tanya Jiang Luo. sebagai balasan Tetua Mo Menatap kedua tangannya, lalu kembali melihat ke arah lawannya.


"Aku sama sekali tidak bisa menang melawan orang ini. Kekuatannya bahkan sudah melebihi Patriak keluarga Jiang! Dia ini... Monster! Larilah dan sampaikan pesanku kepada Patriak keluarga. Aku akan mengulur waktu untuk membuat kalian pergi dari tempat ini." Pintah Tetua Mo, setelah itu ia membuka retakan dimensi yang terhubung ke dunia Immmortal. "Kalian Cepatlah pergi!"


Jiang Luo dan Jiang Chiyu bersiap pergi meninggalkan tempat ini untuk kembali ke Domain Immortal dan memberitahukan Patriak pesan yang diperintahkan oleh Tetua Mo sementara itu Jiang Nian, Jiang Han dan ketiga saudari lainnya enggan untuk meninggalkan Tetua Mo sendirian di tempat tandus seperti ini.


Mereka menghiraukan perintah dari Tetua Mo dengan wajah sombongnya menatap Rio yang hanya beberapa meter di depannya.


"Bagaimana mungkin kami akan meninggalkanmu, Tetua. Jika yang dikatakanmu adalah benar, maka orang ini lawan yang merepotkan." Ucap Jiang Feiyu. Ia lebih mengkhawatirkan jika ia kembali tanpa Tetua Mo, Patriak keluarga Jiang pastinya akan memarahi mereka habis-habisan.


"Ya, yang di katakan saudari Feiyu benar. Terlebih lagi jika kita berhasil mengalahkannya, mungkin saja Patriak akan memberikan kami hadiah yang setimpal." Ucap Jiang Han dengan wajah penuh kesombongan. Jika lawan yang ada di hadapannya memang sekuat yang di ucapkan oleh Tetua Mo, maka orang ini pasti memiliki artifack kelas tinggi juga. Setelah orang ini Mati, Jiang Han berencana untuk mengambil Artifact itu untuk dirinya sendiri.

__ADS_1


Sementara di sisi lain Rio yang sudah mengamati mereka dari kejauhan sambil mendengarkan percakapan diantara mereka mulai bertindak untuk kedepannya.


Tentu saja ia tercengang setelah melihat lawannya lebih memilih jalur kematian daripada melarikan diri. Yah, ia pikir akan bagus untuk kedepannya daripada membiarkan sekumpulan semut kabur dan malah merepotkannya.


"Kalian sama sekali tidak bisa belajar dari kejadian sebelumnya. Terutama wanita yang ada di sana." Rio menunjuk ke arah Jiang Nian. " Sepertinya aku masih kurang untuk memberimu pelajaran. Apa menjadikanmu seorang mortal memang masih belum cukup untuk membuatmu merasa jera? Jadi..., bagaimana rasanya menjadi Mortal seperti orang-orang yang kau rendahkan itu?" Tanya Rio dengan tatapan merendahkan. Rio mengetahui jika orang-orang yang berada di depannya ini akan melarikan diri dari hadapannya. Jadi untuk itulah ia telah melakukan tindakan pencegahan dari sebelumnya dengan cara memprovokasinya.


"Diamlah! Bahkan jika aku menjadi mortal sekalipun, aku tetap bisa membunuhmu Baj*Ngan!" Jiang Nian tersulut emosi dengan perkataan Rio. Walaupun ia saat ini tidak bisa menggunakan kekuatannya, tapi ia mengandalkan skill yang sudah ia asah selama ribuan tahun ditambah dengan beberapa artifak Immortal tingkat menengah yang ia punya dari cincin ruang penyimpanannya.


Jiang Nian mengeluarkan sebuah pedang menyilaukan kehijauan dengan gerigi di kedua sisinya. Gagang berlafalkan Yin dan Yang dan terlebih lagi pedang itu memiliki aura yang luar biasa.


Tak ingin kalah setelah melihat pedang milik Jiang Nian, Jiang Han kini mengeluarkan artifacknya. Sebuah zirah dengan silauan yang mencolok ditambah tombak emas dengan aura yang luar biasa membuatnya berpenampilan berbeda dari sebelumnya.


Mereka semua mengeluarkan kartu As-nya masing-masing demi untuk mengalahkan lawannya.

__ADS_1


__ADS_2