
Sebenarnya, apa yang membuat kekhawatiran Santi adalah Zombie yang berada di luar.
Entah mengapa setiap kali dia melihat wajah zombie yang begitu menyeramkan, itu akan membuatnya sampai ketakutan hingga terbawa ke dalam mimpinya.
Mimpi dikejar-kejar oleh makhluk menakutkan seperti zombie, semua orang pasti akan ketakutan dan berlari sekencang mungkin agar tidak tertangkap oleh makhluk seperti mereka.
Dan juga, sebenarnya Santi tidak mengetahui apa penyebab penghalang yang tiba-tiba muncul di sekitar kediamannya.
Apa penyebab penghalang itu bisa muncul? Dan benarkah para zombie tidak akan bisa memasuki ke dalam penghalang? Santi masih ragu dengan pernyataan yang di ucapkan oleh Rio.
Dengan bantuan penghalang yang dapat mencegah zombie memasuki area rumah memang sangat terbantu, tetapi kita semua tidak mengetahui kapan penghalang itu akan menghilang.
Benar, jika penghalang menghilang, apa yang akan terjadi dengan dirinya dan para pelayan dan pengawal? Mereka semua tidak mungkin untuk menang melawan zombie.
Kita akan kalah jumlah jika para zombie memasuki dalam rumah. Dan akhir yang menunggu kita hanyalah kematian.
Skakmat. Semua area akan terkepung dan populasi umat manusia setiap harinya akan menurun seberapa kian persen.
Dan untuk mencegah semua hal itu, dia menyuruh para pengawal dan pelayan untuk menutup seluruh jendela dan pintu masuk. Kunci seluruh pintu dan jangan biarkan ada lubang yang dapat memungkinkan zombie masuk.
"Dan juga, maaf karena aku terlalu egois padamu di taman tadi. Aku sebenarnya hanya khawatir jika kamu pergi dariku. Aku benar-benar tidak bisa memikirkan apa yang akan terjadi jika kamu pergi meninggalkan rumah. Aku tidak ingin sesuatu terjadi padamu, jadi tolong jangan pergi... Tinggallah di sini untuk menemaniku." Santi berbicara sambil mengeluarkan air matanya. Dia benar-benar tidak bisa menahan kesedihannya jika Rio tidak mendengarkan perkataannya dan pergi keluar dari rumah.
__ADS_1
Hal yang di bicarakan oleh Santi memang ada benarnya di keadaan situasi seperti ini.
Semua orang pasti akan khawatir dengan Anggota keluarganya. Apalagi Rio adalah anggota keluarga satu-satunya yang dimilikinya.
Dia tidak ingin kekasihnya kenapa-napa jika berada di dunia luar. Tempat yang paling aman adalah sebuah rumah. Dunia luar sedang tidak berada dalam keadaan kondusif dalam situasi saat ini. Untuk itulah akan lebih baik jika semua orang berada di dalam rumahnya masing-masing.
"Tidak apa-apa, tapi maaf, aku tidak bisa untuk terus berada di sisimu setiap saat, adikku juga perlu untuk diperhatikan seperti keadaanmu ini. Jadi aku akan pergi untuk sementara waktu, untuk bertemu dengan adikku." Rio berbicara seolah yang dikatakannya benar dan mencoba meyakinkan Santi, padahal sebenarnya dia telah bertemu dengan adiknya dengan tubuh klonnya. Dia dapat bertemu sesuka hati dengan adiknya dengan berbagi kesadaran kepada tubuh klonnya.
Sesuatu yang tidak diinginkan akan terjadi jika Rio adalah manusia biasa. Tapi sekarang dia berbeda dengan keadaan sebelumnya.
Dia tidak perlu mengkhawatirkan tentang dirinya. Justru yang harus di khawatirkan disini adalah Santi.
Jika dalam keadaan seperti itu, bagaimana mungkin dia akan berlari dalam keadaan perut yang membesar?
Tapi selama dia memakai kalung yang di berikan olehnya, Rio tidak perlu untuk merasa khawatir lagi.
Kalung itu memiliki efek yang dapat melindungi penggunanya dari segala macam ancaman eksternal maupun internal. Dan memiliki efek Buff yang dapat meningkatkan kecepatan, Pemulihan secara otomatis dan peningkatan fisik tubuh sehingga tidak mudah kelelahan.
Skill pasif dari item itu akan menyala secara otomatis jika terdapat sebuah ancaman yang tertuju ke pada pemakainya.
Untuk itu Rio tidak perlu merasa khawatir lagi selama Santi memakai [Legendary Item].
__ADS_1
"Ah, baiklah. Aku tidak akan menahan mu untuk pergi jika kamu sudah berkata seperti itu." Santi berbicara dengan mengeluarkan air mata, sambil mendungkukan kepalanya menghadap ke bawah.
Sedangkan itu Rio yang melihat keadaan Santi, dia mengelap air matanya dengan sapu tangan yang dia keluarkan dari dalam kantongnya.
"Janganlah merasa sedih. Aku akan segera kembali ketika aku selesai di sana."
Sebenarnya, alasannya untuk pergi meninggalkan rumah hanyalah untuk memeriksa keadaan sekitar kota ini.
Selain untuk meneliti Magic Stone, Rio juga mencari informasi tentang makhluk kuat untuk di jadikannya bahan uji coba kekuatan dari makhluk tersebut.
Selain itu, dia juga merasa bosan jika hanya berdiam diri di dalam rumah.
Berada di dalam rumah hanya akan membuat kebebasannya di ambil secara sepihak. Untuk itulah dia membuat alasan jika ingin menemui adiknya kepada Santi.
Jadi pada saat ini dia memutuskan untuk pergi. Apapun yang terjadi, jika dia bisa mengetahui informasi makhluk yang berada di balik layar, maka dia harus melakukannya.
"Tapi ... Tapi... Hiks... Apakah kamu memiliki bukti yang cukup kuat jika kamu akan segera kembali?" Dia mengeluarkan air matanya sambil mencoba memeluk Rio yang berada di kasur.
Menanggapi hal itu, Rio mencoba menenangkannya dengan menepuk-nepukan tangannya ke arah pundak Santi.
"Aku berjanji akan segera kembali. Kamu bisa mencoba menghubungiku dengan ini." Dia mengeluarkan sesuatu di dalam kantungnya. Benda itu adalah sepasang walkie talkie.
__ADS_1