Invincible In Apocalypse

Invincible In Apocalypse
Chapter 59 Keras Kepala


__ADS_3

"Untuk saat ini... Aku akan mencoba mengajari kalian hal-hal dasarnya terlebih dahulu. Nanti besok kalian akan diajari oleh pria itu tentang bagaimana cara menggunakan sihir."


Dia akan mencoba mengajari hal dasarnya dengan cara yang telah di ajari oleh orang itu. Yaitu tentang mencoba mengenali sebuah aliran sihir ( energi sihir) kepada teman-temannya. Dengan begitu, ketika esok saat waktunya mengajar, orang itu tidak perlu mengulangi lagi waktu untuk mengajari temannya dari awal. Hemat waktu dan hemat tenaga. Intinya dia tidak ingin merepotkan lelaki itu.


Namun, sebelum dia ingin kembali berbicara, seseorang mendahuluinya dari arah sampingnya.


"Haahh? Apa maksudmu dari pria itu? Apa mungkin dia adalah Rio?"


Putri mengeluarkan nada yang cukup tinggi. Entah mengapa ketika Putri mendengar nama tentang lelaki itu, dia selalu marah dan tidak ingin berurusan dengannya. Dia sama sekali tidak mengerti maksudnya, tapi sepertinya Putri tidak menyukai Pria yang bernama Rio itu.

__ADS_1


"Benar."


Setelah mendengar jawaban itu, Putri kembali mengeluarkan emosinya. Lalu dilanjutkan oleh Sabrina yang berada di sampingnya.


"Apa? Mana mungkin kami mau belajar dengan pria cabul itu!"


"Ya, aku juga. Aku tidak Sudi belajar darinya."


"Orang cabul? Mhmm... Sepertinya kalian berdua salah paham. Rio bukan seperti orang yang kalian pikirkan."

__ADS_1


Benar. Orang itu tidak seperti yang mereka berdua ucapkan. Sudah ada bukti dengan sangat jelas jika pelaku dari mencuri ****** ***** adalah Adit. Tapi mengapa mereka berdua tidak bisa melihat kenyataannya. Apa mungkin setelah berteman dengan lelaki yang mencurigakan seperti Adit itu, mereka berdua lebih mempercayai Adit ketimbang fakta yang ada di depan mata.


Yah, dia berpikir begini juga ada alasannya.


Nuke sama sekali tidak menyukai Adit. Sebelum dia berkenalan dengannya, dia sudah tahu Adit memiliki kepribadian yang jelek. Nuke pernah mendengar dari teman sekelasnya kalau Adit adalah seorang playboy yang suka menggoda cewe-cewe di sekolahnya. Dengan tampang bodoh dan selalu berpikir kebelakang, tipe orang sepertinya yang harus segera di hindari. Untuk itulah mengapa saat mendengar putri mengajak orang itu untuk menginap di rumah ini, dia sama sekali tidak berpikir kenapa Putri mengajak orang bodoh itu kemari.


Bisa saja Adit melakukan yang tidak-tidak mengingat sebelumnya dia diberitahu kalau tempat ini hanya ditinggali oleh perempuan. Bukti nyatanya Adit mengambil ****** ***** milik Rani. Dia sama sekali tidak bisa membayangkan jika Adit tetap tinggal disini, maka orang itu akan bertindak melakukan hal yang lebih jauh dari kejadian sebelumnya. Dia sebelumnya pernah berpikir untuk mengambil suatu tindakan pencegahan untuk mengusir orang cabul sepertinya dari rumah ini. Tapi akhirnya orang itu keluar dari rumah ini dengan insiatifnya sendiri. Entah mengapa sebelum Adit berpamitan keluar, ekspresinya jika dilihat dari matanya yang kosong seperti ada seseorang yang mengendalikannya. Tapi yah sudahlah, dia tidak terlalu memikirkannya. Menghilangkan sebuah ancaman lebih baik ketimbang orang sepertinya tetap berada di sini dan melakukan sesuatu yang tidak diinginkan.


"Tapi tetap saja. Bagaimana mungkin aku mau belajar sihir ke pria itu!"

__ADS_1


".... Walaupun dia adalah pemilik rumah ini, tapi aku sama sekali tidak mempercayai pria sepertinya." Sambung Putri.


Sepertinya Putri masih berkeinginan keras menolak ajakan Nuke. Dia sama sekali tidak mengerti dengan jalan pikirnya. Kenapa dia tidak menyukai orang tipe berpandangan yang luas seperti Rio. Apa mungkin sebelumnya dia telah di cuci otak oleh kata-kata manis Adit, atau memang sifatnya dari dulu yang seperti ini.


__ADS_2