
Ada seseorang wanita yang sedang berdiam diri di sebuah kamar.
Lilia Lavender, itulah nama dari gadis yang mengurung dirinya di dalam kamar tersebut.
Beberapa waktu yang lalu, dia merasakan kehadiran seseorang melalui sebuah gulungan kertas yang terpajang di sebuah kasur di depannya.
Melalui gulungan itu dia dapat melihat dan merasakan kehadiran seseorang di sekitar kediaman ini.
Orang itu sepertinya hanyalah manusia biasa, tidak ada aura yang terpancar dari dalam tubuh pemuda tersebut. Jadi untuk dari itu Lilia Lavender mulai merencanakan untuk menangkap pemuda itu hidup-hidup untuk dijadikan sumber makanannya.
Setelah dia menggiring pemuda itu memasuki dalam rumah, pikirnya pemuda itu akan langsung di habisi oleh zombie yang sudah dipasang olehnya di dalam kedua ruangan di lantai bawah. Dan adapula klon yang berbagi kesadaran dengan dirinya, jadi dia mulai memasuki kesadaran klon itu untuk memimpin kawanan zombie untuk menyerang pemuda itu dengan mudahnya.
Itulah rencananya dan pikirnya ini adalah hal yang sangat mudah dan akan berjalan sesuai rencana.
Tapi setelah beberapa saat, pemuda itu menebas klonnya menggunakan senjata yang bahkan tidak terkandung energi sihir apapun.
Selanjutnya pemuda itu mulai menebas zombie dengan mudahnya hingga seketika item pemanggil yang sudah di pasang olehnya di lantai satu dihancurkan oleh pemuda tersebut.
__ADS_1
"Apa yang harus kulakukan? Item yang diberikan oleh Ayah sudah dihancurkan. Bagaimana ini....?" Ucapnya dengan gelisah berpikir sambil berjalan bolak-balik di ruangan itu.
Ya, mudah saja. Jika pemuda itu bisa sampai ke lantai dua dan membunuh semua zombie dilantai itu, sudah pasti pemuda itu akan pergi membunuhnya setelah itu.
Seharusnya tidak seperti ini, pikirnya.
"Pria itu hanyalah manusia biasa, bagaimana mungkin memiliki keterampilan seperti itu."
"..... Apa yang harus aku lakukan selanjutnya? Aku tidak ingin mati di tempat seperti ini. Ayah, tolong aku." Sambungnya.
Mau dia mengucapkan kata ayahnya sampai beberapa kali pun, keadaannya tidak ada yang berubah.
Tapi, dia akan tetap memanggil nama ayahnya. Lilia Lavender adalah gadis yang selalu dimanjakan oleh ayahnya dan setiap dia membutuhkan bantuan, Ayahnya selalu membereskan masalahnya.
"Apa yang harus kulakukan, ayah..."
Terlepas dari masalah itu, pemuda tersebut sudah menaiki anak tangga dan menuju ke lantai dua.
__ADS_1
Disaat dia mulai berpikir dan memanggil nama ayahnya berulang kali, pada akhirnya ia mengingat satu-satunya cara agar dia bisa menyelamatkan hidupnya.
Yaitu sebuah kalung yang diberikan oleh Ayahnya. Kalung itu adalah sebuah item yang dapat memanggil Servant kuat yang dapat melindungi nyawanya.
Dia teringat oleh ucapan ayahnya waktu itu.
"Dengar ya Lilia, jika kamu mengalami masalah yang tidak dapat di selesaikan, kamu bisa mengelus kalung ini dan memanggil nama Servant yang ada di dalam kalung. Mau sesulit apapun masalahmu, itu akan terselesaikan dengan mudahnya." Ucap ayahnya pada waktu itu memberikan kalung itu kepadanya.
Kembali ke kenyataan.
Dia mengetahui apa yang harus dilakukan saat ini agar dapat menyelamatkan nyawanya.
"Ayah, aku akan mencoba mengikuti nasehatmu. Tapi sebelum itu..."
"Serang!" Lilia Lavender memberikan instruksi kepada para zombie di luar ruangannya untuk menyerang pemuda itu.
NOTE: Maaf telat update. Author sedang berusaha membuat ceritanya....
__ADS_1