
Setelah mengakhiri percakapan diantara mereka bertiga, Rio melirik ke arah salah satu kaki gadis yang bernama Nadia, Luka goresan dan memar terdapat di sekitar paha dan pergelangan kakinya.
"Baiklah sebelum memulai perjalanan, Apa kakimu sekarang masih kuat untuk berjalan?" Tanya Rio kepada Nadia.
"Pergelangan kakiku terasa sakit. Ku rasa sepertinya aku sudah tidak kuat lagi untuk berjalan."
Tidak hanya itu, lukanya juga terdapat di bagian tubuhnya. Seperti bahu yang terdapat luka goresan. Dengan sekali lihat juga sepertinya ada benda tajam yang mengenai pakaiannya dan sampai menembus ke kulitnya.
"Biarkan aku melihat kakimu..." Ucapnya. Setelah itu Rio mendungkuk untuk melihat Luka gores itu dari dekat. Setelah mengidentifikasi kalau gadis ini juga mengalami luka dalam, Rio kembali ke postur sebelumnya.
"Sepertinya kakimu terkilir."
Setelah mengidentifikasinya, Rio menggerakan tangannya ke arah gadis itu dan mulai merapal mantra.
"HEALL" Setelah Rio mengucapkan kata itu, luka dalam maupun luar seluruh tubuh Nadia secara tiba-tiba menghilang.
"Apa sekarang sudah lebih baik?" Tanya nya.
"Ah, ya." Nadia tertegun sejenak setelah melihat wajah Rio mendekatinya. Tatapannya tak luput fokus kepada lelaki itu sehingga dia tidak sadar jika Rio sedang melakukan sesuatu terhadap tubuhnya.
"Ini.... Kekuatan apa ini...? Bagaimana mungkin seluruh lukaku menghilang." Nadia terkejut melihat kekuatan yang baru saja di keluarkan oleh Rio untuk menyembuhkan dirinya. Dia mencoba menggerakan kakinya dan hasilnya sangat memuaskan. Seluruh luka dalam maupun luar yang ada di tubuhnya menghilang dalam seketika. Hal itu juga membuat Lilia Lavender terpana dengan Sihir yang baru saja di keluarkan oleh Rio.
{Pria ini... Menarik. Sepertinya aku memilih pilihan yang tepat untuk mengikutinya.} Batin Lilia Lavender
"Tidak ada waktu untuk menjelaskannya saat ini, Lilia Lavender!"
"Ya, Rio-sama!" Respon Lilia Lavender.
__ADS_1
"Kalian berdua pergilah duluan, aku akan menyusul kalian setelah menyelesaikan beberapa masalah." Pintahnya.
"Baik. Apa...?! Apa maksud tuan?" Jawab Lilia Lavender. Dia membuat ekspresi tidak mengerti dari kata-kata yang baru saja di ucapkan Rio. Namun Rio menghiraukannya dan melangkah ke arah depan.
Rio berhenti setelah mengambil beberapa langkah. Matanya terfokus menghadap ke langit yang dimana hanya ada awan di atas langit itu.
Lilia Lavender mengikuti gerakannya dan melihat ke arah langit. "Apa ada sesuatu di atas sana?" Gumam Lilia Lavender.
"Ada apa dengan kalian berdua?" Tanya Nadia yang tidak mengerti situasi.
"Apa begini cara kalian bertamu! Dasar penguntit!" Ucap Rio sambil memandangi langit.
Sesuatu seperti bayangan orang-orang sedang menyelinap untuk mengintip dirinya. Mereka menguping percakapan diantara Rio dan yang lainnya. Tapi Rio dengan sangat mudah memecahkan trik mereka.
"Turun kalian dan tunjukan wajahmu!" Ucapnya sambil menjulurkan tangannya ke bawah, secara tiba-tiba beberapa orang terjatuh dari langit.
"Aduh....."
"Ini sakit..."
"Mortal ini menyadari persembunyian kita."
5 Orang Pria dan 3 orang wanita terjatuh dari atas langit. Mereka menabrak Rumah sebagai tumpuan berpijaknya.
Beberapa saat yang lalu.
Domain Immortal Daxian
__ADS_1
Setelah kepala keluarga Jiang memberikan titahnya kepada seluruh anggota keluarganya. Para generasi muda yang berada di ranah Immortal Soldier segera pergi untuk mencari tahu keberadaan kedua orang misterius itu. Jadi di bentuklah tim yang di ketuai oleh Penatua Mo dan Jiang Chiyu sebagai wakilnya.
Mereka berkumpul di lapangan latihan keluarga Jiang untuk bersiap-siap pergi ke bumi. Tetua Mo mengulurkan tangannya, sebuah gerbang biru memotong ruang ke hampaan yang terhubung ke dimensi lain tiba-tiba muncul dengan tinggi lebih dari 4 meter.
"Mari kita berangkat!" Pintah tetua Mo ke seluruh timnya. Retakan ruang kehampaan menembus lapisan bumi. Mereka memasuki Ruang kehampaan dan berteleportasi ke bumi
Mereka mendarat di langit dengan ketinggian lebih dari 300 meter. Melayang di udara dengan angin yang berkecamuk di sekelilingnya.
"Apa kau tahu dimana kedua orang misterius itu berada, Chiyu?" Tanya tetua Mo.
" Ya, Mereka ada di arah sana." Jawab Chiyu sambil menunjuk ke arah barat.
Tetua Mo melihat ke arah jari telunjuk Jiang Chiyu. Setelah memastikan dengan Supreme Immortal Eyes nya, terdapat jejak Aura yang telah di tinggalkan oleh seseorang di arah barat.
"Apa kedua orang itu dari Ras naga?" Tanya Tetua Mo untuk memastikannya.
"Sepertinya bukan. Mereka berdua hanya manusia biasa."
Setelah mendengar Jawaban Jiang Chiyu, Tetua Mo tampak bingung dan mencoba mengerti situasi.
"Ini aneh. Menurut penglihatan mata Batinku, jejak aura yang di tinggalkan oleh mereka berasal dari ras naga." Ucap Tetua Mo sambil mengelus jenggot putih panjangnya.
Jejak Aura yang di lihatnya bukan hanya ada di barat, bahkan sampai ke seluruh penjuru arah. Hal itu membuat Tetua Mo bingung untuk beberapa saat, lalu mengambil keputusan untuk segera bertindak.
"Baiklah, mari kita pergi untuk melihat seberapa kuat mereka." Ucap tetua Mo. Tetapi sebelum mereka bergerak ke arah barat, tiba-tiba terasa gejolak Aura Fluktasi energi yang sangat besar dari Arah Utara, Hal itu membuat Tetua Mo dan beberapa murid lainnya berbalik untuk menengok ke arah utara.
"Ini... Bagaimana mungkin?! Sungguh Aura penindasan yang sangat luar biasa. Apa terjadi pertarungan di Utara?" Gumam Tetua Mo. Dia menyadari jika ada seseorang yang sedang bertarung di Utara.
__ADS_1