
Di suatu ketika. Pusat alam semesta, Tempat aliran waktu berjalan sesuai ke hendak surga.
Seorang wanita mengenakan gaun serba hijau dengan mahkota hijau yang melayang di atas kepalanya sedang berjalan ke sebuah singgasana yang berada di depannya.
"Haaah.... Sungguh melelahkan." Nafas beratnya menandakan semua beban yang ada di dalam pikirannya.
Para angel saling berhadapan di sepanjang jalan sambil membungkuk di hadapan wanita itu selagi melangkah menuju singgasana.
Orang itu adalah.....
"Gaia, bagaimana dengan tugasmu? Apa kau sudah menyelesaikannya?" Seorang wanita berdiri dari singgasananya. Wanita itu adalah Dewi bulan, Chang'e.
Gaia berjalan sambil menghela nafas panjangnya. Dengan artian rasa lelahnya.
"Apa kau tidak bisa melihatnya. Daripada berdiam diri di tempat ini seharian, lebih baik kau membantuku mengurusi masalah dunia bawah. ( Alam Immortal)"
"Fufufu... Kau itu masih baru di sini. Apa kau tidak mengetahui tugas di balik yang kau kerjakan itu?" Chang'e kembali duduk di singgasana nya.
"Kalau tak salah God Mother memerintahkan ku untuk mengawasi dunia fana itu. Memangnya ada yang lain?" Tanya Gaia sambil memegang singgasana yang diduduki oleh Chang'e dengan wajah lesunya.
Sementara itu di lain sisi Chang'e memegang kepalanya sambil bangkit kembali di posisinya, tidak mengetahui apa yang di pikirkan oleh Gaia mengapa menerima tugas itu tapi tidak mengetahui arti di baliknya.
"Apa kau memang bodoh atau pura-pura bodoh?"
__ADS_1
Chang'e bangkit dari singgasananya dan berjalan memutari Gaia sambil menjelaskan situasinya.
"Apa kau masih tidak mengerti tentang situasinya. Seberapa jauh kau telah menyelesaikan tugas itu?"
"Ah, sebenarnya ada sebuah masalah kecil di dunia fana. Sejauh ini tidak ada masalah lain selain itu. Tapi tenang saja kau tidak perlu khawatir, aku sudah memerintahkan Immortal dunia bawah untuk membereskan semut yang menganggu rencana Mother God." Gaia berbicara dengan nada bangga sambil menyilangkan kedua tangannya ke pundaknya. Sementara itu di lain sisi Chang'e sedikit panik dengan setiap ucapan yang di keluarkan oleh Gaia.
"Apa kau benar-benar bodoh, Gaia. Apa kau tidak mengetahui 'Semut' yang kau panggil itu siapa?"
"Memangnya siapa? Mereka hanyalah kedua mortal yang mengganggu rencana Mother God. Bukankah lebih baik membereskan hama dari pada membiarkan mereka hingga menimbulkan banyak masalah?" Gaia bertanya dengan rasa penasarannya. Sementara itu Chang'e sudah tidak tahu apa lagi yang harus dilakukan untuk kedepannya.
Rencana awal yang di berikan oleh Nona Folteria kepada Gaia adalah untuk mengawasi dunia Fana, tapi mengapa Gaia berani ikut campur untuk mengurusi masalah dunia fana itu. Seharusnya Gaia melaporkan tugasnya kepada Chang'e . Tapi situasi kondisinya telah berubah sepenuhnya.
Chang'e berpikir bagaimana untuk mengendalikan situasi kedepannya. Jika situasinya sudah seperti ini dia harus melaporkannya kepada Nona Folteria.
"Seharusnya aku tidak mempercayakan tugas ini kepadamu, Gaia. Kau telah mengacaukannya hingga di titik aku sama sekali tidak bisa membereskannya." Chang'e lagi lagi memegang kepalanya. Sementara itu sebuah Portal tipis muncul di dalam ruangan itu. Seseorang mengenakan Gaun putih dengan kalung merah delima datang menghampiri mereka berdua.
Chang'e dan Gaia sedikit terkejut dengan kemunculan Nona Folteria dari dalam portal itu bersama Cassandra di belakangnya.
Folteria berlari memutari mereka berdua dengan wajah yang penuh bunga. Tidak mengetahui apa yang terjadi dengannya, tapi untungnya dia tidak mengomel kepada mereka berdua.
{Sepertinya suasana hatinya sedang dalam Mood yang bagus} Batin Chang'e.
"Nona Folteria-sama, jangan berlari-lari di dalam ruang singgasana." Ucap Cassandra yang mengkhawatirkan nya dari arah belakang. Sementara itu Folteria tidak menanggapi hal itu dan memutari singga sana sambil memandang wajah mereka berdua.
__ADS_1
"Tidak apa-apa kan? Oh, iya. Apa kalian berdua mengetahui apa ada hal yang berbeda denganku?" Folteria berbicara seolah-olah seperti mengejek kepada mereka berdua.
Chang'e sedikit mengecutkan wajahnya. Tidak mengetahui apa yang di inginkan Folteria ke tempat ini, jika bukan mencari perhatian namun apa lagi?
"Hooh... Aku tebak kau pasti cuman ingin memamerkan kalung itu kan?" balas Chang'e sambil menatap tajam kalung yang di pakai Folteria.
Chang'e merdecakan giginya.
"Tch..,"
"Hei, seharusnya bukan seperti ini kesepakatannya. Kenapa kau memonopoli lelaki itu dan bersenang-senang dengannya? Sementara itu aku diberikan tugas yang berbeda jauh denganmu. Apa kau bisa berhenti bermain-main, Folteria?!" Ucap Chang'e dengan rasa kesalnya.
"Mau bagaimana lagi kan? Habisnya ini adalah satu-satunya cara untuk memulihkan ingatannya. Memangnya ada cara lain lagi selain dari rencana itu?" Tanya Folteria seolah-olah mengejak Chang'e.
"Ya, Kau mungkin benar. Tapi aku kesal karena kau memamerkan kalung itu kepadaku!" Chang'e menggenggam tangannya.
"... Jika tidak ada hal lain lagi lebih baik kau pergi dari tempat ini. Dasar tukang pamer!" Balas Chang'e dengan wajah penuh kesal.
Folteria sedikit tertawa puas melihat ekspresi wajah Chang'e. Sementara itu Cassandra berjalan ke arah Singgasana.
"Nona Folteria-sama, yang di katakan oleh Nona Chang'e-sama ada benarnya. Bukankah lebih baik kita menyiapkan rencana untuk kedepannya?"
Folteria mencucukan bibirnya.
__ADS_1
"Duh, kalian berdua memang membosankan. Seharusnya kalian ikut bahagia melihat aku bahagia, iyakan roh kecil?" Tanya Folteria kepada Roh dari kalung yang di pakainya.
Roh yang bersemayam di kalung itu hanya bisa mengangguk dengan perasaan tertekannya.