
Pintu telah tertutup, keadaan kembali menjadi hening seketika.
Sebagian orang yang berada di kediaman ini kebanyakan berkumpul di ruang kamar Rani. Sedangkan untuk bibinya sepertinya dia sedang berada di dapur untuk menyiapkan makan siang.
Ucapan yang baru saja diucapkan oleh adiknya memang ada benarnya. Dia pada saat ini sedang pusing memikirkan suatu hal. Bukan memikirkan masalah dengan Santi, melainkan dia memikirkan tentang kejadian terakhir kali.
Yah walaupun ada benarnya sebagian dia memikirkan masalah itu, tetapi kali ini lain lagi. Dia akan membahas Masalah kemunculan makhluk asing yang mengintainya di saat dirinya sedang mengobrol dengan Asura.
"Makhluk itu... Kuat."
Benar sekali, makhluk yang baru saja di lawan oleh Asura tidak bisa untuk di remehkan. Walaupun levelnya tidaklah seberapa, tetapi samar-samar dia merasakan jejak aura yang ditinggalkan oleh Makhluk yang selama ini mengawasi dirinya.
"Ya, tidak salah lagi. Mungkin wanita itu ada hubungannya dengan orang yang berada di balik layar."
Bertindak gegabah pada saat ini akan sangat tidak menguntungkan untuknya. Apalagi dia masih belum memastikan orang seperti apa yang berada di balik layar. Apakah dia kawan atau justru akan menjadi lawannya.
"Rumah ini sudah diketahui oleh pihak musuh. Aku harus melakukan sesuatu untuk melindungi adikku."
Satu hal yang harus di lakukan oleh Rio pada keadaan genting ini yaitu memperkuat Penghalang/Barrier yang menyelimuti rumah ini.
Pihak lawan sudah mengetahui letak strategis dari tempat kediaman ini, dan dilihat dari gerak geriknya yang dapat dengan mudah menembus penghalang, orang itu mungkin berlevel lebih dari 1000 .
Seperti yang sudah di ketahui, kapasitas muatan yang dapat di tahan oleh penghalang ini hanya di bawah serangan makhluk berlevel 1000 kebawah. Sedangkan untuk wanita yang baru saja dia temui. Walaupun penghalangnya tidak mengalami rusak atau tanda-tanda retakan, tetapi wanita itu bisa melihat isi dari dalam penghalang.
Ilusi yang sudah disiapkan oleh Rio benar-benar sudah tertembus oleh wanita yang entah asal usulnya dari mana.
Dan pada saat ini akibat menghilangnya ilusi itu, penghalang memiliki banyak celah untuk orang lain dapat menemukan rumah ini dari luar.
Untuk mencegah kejadian itu, Rio harus memperkuat penghalang sesegera mungkin.
__ADS_1
Jadi untuk dari itu dia mengambil suatu barang dari ruang penyimpanannya. Sebuah kotak berwarna biru bercorak naga dengan ukuran yang pas di tangan.
Kotak itu adalah sebuah item yang dapat mensummon makhluk kuat dari ras naga yang dapat membantunya untuk memperkuat penghalang di rumah ini.
"Naga ini sepertinya cukup untuk membantu memperkuat Barrier di rumah ini." Dia sedang memegang kotak itu sambil memperhatikan corak naganya.
Kilauan dari mata naga itu membuktikan bahwa naga ini sangatlah kuat. Dia bisa digunakan menjadi pelindung maupun penjaga untuk melindungi rumah ini.
Setelah selesai untuk melihat beberapa saat, Rio mulai mengaktifkan kotak naga itu dengan cara mengalirinya sedikit energi sihir untuk mengenali siapa tuannya.
Ikat kontrak tuan dan pelayan telah di aktifkan, seketika cahaya biru keluar menyinari seluruh kotak itu.
"Sepertinya telah di mulai."
Di Luar Rumah.
Semua orang yang masih bertahan hidup di kota itu, menyaksikan awan yang tiba-tiba muncul entah datangnya darimana.
"Lihat....! Kenapa langitnya tiba-tiba mendung?" Seorang gadis yang berada di atap gedung sekolah sedang melihat ke arah langit yang berubah seketika. Dia memberitahukan fenomena aneh itu kepada teman lainnya yang berada di atap.
"Sepertinya akan turun hujan, mari kita kembali ke gedung sekolah!" Ucap salah satu guru yang bersama gadis itu.
"Ya, baik Bu."
Ketika mereka sedang berjalan untuk menuruni tangga, tiba-tiba suara petir terdengar dari atas mereka.
Secara reflek, semua murid yang berada di sana melihat ke arah atas langit. Terdapat Petir-petir yang mengalir di seluruh awan hitam gelap yang memadati langit kota.
"Tunggu! Apa itu?" Salah satu murid melihat ke arah langit yang berada di belakangnya. Para murid lainnya juga ikut melihat fenomena itu.
__ADS_1
Awan-awan berputar yang di aliri oleh kilatan petir membentuk sebuah lingkaran.
Nampak seperti kejadian aneh yang sedang terjadi.
Udara dingin yang berhembus, daun-daun pohon yang berhamburan berhembus di udara dengan tiupan angin akibat awan yang berputar itu.
Tampak para murid yang berada di atap gedung sekolah melihat ke arah pusat putaran awan yang berputar itu. Dari situ para murid melihat sebuah bayangan biru seperti berbentuk ekor yang baru saja melewati pusat putaran itu.
"Apa itu...?" Ucap salah satu murid yang bernama Safira.
"Bukankah itu ekor?" Kali ini yang berbicara Agus.
"Tidak, mana mungkin ada ekor yang sebesar itu." Ucap Saskia.
Kejadian seperti ini menggemparkan seluruh manusia yang masih bertahan hidup di kota.
Para manusia yang berada di kota berbondong-bondong melihat ke arah langit untuk menyaksikan fenomena alam yang tidak pernah terjadi sebelumnya.
Semua orang berfokus ke arah langit, suara gemuruh petir semakin terdengar ke seluruh penjuru kota.
Tiba-tiba muncul sesosok kepala yang berada di dalam lingkaran awan hitam itu.
Kilatan petir semakin membesar berfokus pada lingkaran awan hitam.
"Itu.... Apa itu?"
"Apakah itu zombie? Atau monster?"
"Tidak, aku sepertinya mengenali bentuk kepala itu. Kemungkinan itu adalah.... Naga!"
__ADS_1