Invincible In Apocalypse

Invincible In Apocalypse
Chapter 26 Penyesalan dan Rencana Balas Dendam


__ADS_3

Di suatu tempat yang berbeda.


Di udara yang begitu luas, dengan ketinggian lebih dari 1000 Meter, dari sini Asura bisa melihat rumah-rumah yang begitu kecil.


Dia menghembuskan nafasnya. "Fyuhh~" Berharap kalau dia mengetahui rencana dari tuannya.


Akan tetapi, dia bahkan tidak bisa mengetahui sejengkal pun rencana hebat dari tuannya.


Itu membuktikan bahwa dirinya tidak cukup berguna bagi dia yang baru saja mendapatkan posisi magang.


Jika para senior Dewa-Dewi lainnya mengetahui hal seperti ini, mereka pasti akan mentertawakannya.


Tidak... Hal pertama yang harus dilakukan olehnya adalah mengikuti perintah tuannya. Dia harus mencatat setiap gerakan yang dilakukan oleh tuannya.


Untuk itulah dia mencatat hal-hal penting yang diucapkan oleh tuannya.


Dia menuliskan catatan dengan penanya, lalu menutup buku catatan itu dan memasukannya ke dalam ruang hampa penyimpanannya.


Dia berbalik ke arah sampingnya.


Terdapat Adit yang terus menangis menggigil tidak mengeluarkan suara.


Asura sengaja melakukan hal semacam itu karena dia terganggu oleh rengekan suara dari munusia ini.


"Bersyukurlah kau manusia, tuanku dengan berbelas kasih ingin melepaskanmu."


Dia kembali mengalihkan perhatiannya ke arah depan melihat ke arah pegunungan yang berada di bagian Utara, lalu kembali melihat Adit.


"Pertama-tama... Aku harus menjauhkanmu dari tempat ini." Asura Memegang kerah baju Adit dan membawanya di udara dengan kecepatan cahaya menuju tempat yang sangat jauh.


Setiap rumah telah di lewati. Dia telah terbang dengan sangat jauh dari posisi awal.


Dan pada akhirnya mereka berdua telah sampai di kaki gunung.

__ADS_1


Melihat keadaan sekitar, Asura menemukan beberapa zombie di kaki gunung.


Kini Asura mendarat di sebuah gunung dan melepaskan Adit dekat dengan kawanan zombie.


"Dah.. Semoga petualanganmu menyenangkan~ Tetapi akan lebih baik jika kamu cepat mati." Asura menatap Adit dengan tatapan sinis, lalu kembali pergi terbang dengan kecepatan suara.


Sedangkan itu, para zombie yang melihat Adit, semuanya langsung mengejar ke arahnya.


Adit berlari ketakutan menuju ke hutan dengan ngos-ngosan.


"Ahhh...!! Jangan mendekat! Monster! Tolong ada monster di sini!!!" Dia berteriak sambil berlari, berharap para zombie tidak mengejarnya, akan tetapi teriakan itu justru makin menambah jumlah zombie dan mereka semakin tertarik dengan Adit.


Setelah dia berlari dengan cukup lama, secara tidak sengaja Adit tersandung oleh akar pohon yang begitu besar.


Dia terjatuh dan mencoba menggerakkan kakinya.


"Ahhh...! Kakiku... Sakit..."


Dia melihat ke arah kakinya, dan....


Dia mencoba berdiri dengan satu kakinya, dan mencoba berlari dengan memegang pepohonan untuk menstabilkan keseimbangannya.


Tetapi sayangnya, para zombie yang mencium darah segar, mereka bisa melacak keberadaannya dengan sangat mudah.


Dan sekarang... Adit telah terkepung. Seluruh area telah di kepung oleh para zombie.


Tidak ada jalan keluar lagi baginya untuk bisa melarikan diri.


Dia telah mengalami situasi yang cukup di luar batasnya. Dan pada saat ini dia sudah putus asa.


"Sial... Aku sudah terkepung!"


"Coba saja jika aku tidak melakukan perbuatan seperti itu..."

__ADS_1


Setelah dia bergumam pada dirinya sendiri karena rasa bersalahnya, namun tiba-tiba pikiran negatif mengelilinginya.


Rasa penyesalan itu berubah menjadi amarah dan dendam.


Tidak. Dia bahkan mencoba tidak mengakui kesalahannya.


"Tidak. Aku tidak bersalah! Jika ada yang harus disalahkan, harusnya dia orangnya!" Ucap Adit dengan nada cukup lantang.


"Apa-apaan dengannya itu, kenapa bajingan bernama Rio itu mengganggu rencanaku! Seharusnya dia mati saja!!" Sambung Adit.


Ketika dia terus bergumam pada dirinya sendiri, para zombie langsung menyerbu dan menggerogoti setiap tubuhnya.


"Ahhh... sakit!! Kalau tidak ada dia, rencanaku untuk memiliki harem akan berjalan dengan mulus! Dan juga, apa-apaan dengan kekuatan dari wanita monster itu? Kenapa bisa ada makhluk semacam dia di dunia ini!?"


Dia terus mengeluarkan emosi terpendamnya terhadap lelaki yang bernama Rio itu. Akibatnya Adit menjadi sangat marah di ambang kematiannya, karena itu dia mencoba mengeluarkan semua emosinya.


"Ahh... Sakit!! Apakah aku akan segera mati? Ini bahkan lebih sakit daripada luka yang tadi."


"Tidak! Aku tidak boleh mati!! Aku harus membalas dendam terhadap bajingan itu!"


"Ahahahaha... Bajingan! Aku akan menunggumu di kehidupan selanjutnya. Dan pada saat itu, aku akan membalas dendam kepadamu! Ahahahaha.." Dia tertawa cekikikan selagi para zombie memakan tubuhnya.


{Pandanganku telah pudar. Sepertinya aku akan segera mati.}


Dia menutup matanya selagi para zombie menggerogoti tubuhnya.


Mayatnya bahkan tidak utuh, organ dalamnya telah tertelan masuk ke dalam perut zombie.


Ketika para zombie sedang menggerogoti mayatnya, tiba-tiba cahaya nan putih terang menyinari tempat itu.


Para zombie yang berada di sana hangus dan menghilang menjadi debu.


Yang tersisa di sana hanyalah sebuah kepala yang dimiliki Adit.

__ADS_1


"Apakah kamu ingin membalas dendam?"


__ADS_2