
"Apa!! Naga?!"
"Itu Tidak mungkin! Bukankah itu hanya khayalanmu saja yang sering membaca komik dan menonton anime."
"Tenanglah! Bagaimana mungkin aku salah melihat, coba kalian perhatikan bentuk kepalanya dan ada kumis serta tanduk di wajahnya. Bukankah itu sudah cukup jelas bahwa makhluk itu naga?"
Ketika mereka sedang mempeributkan pendapat satu sama lain, kepala dari makhluk itu keluar dari lingkaran awan hitam.
Semua orang yang berada di atap gedung terkejut dengan pemandangan makhluk itu yang sedikit demi sedikit memperlihatkan anggota tubuhnya.
"Woahhh itu naga!"
"Lihat itu! Itu memang naga."
Memiliki kepala yang sangat besar, bentuk tubuh yang menyerupai ular, serta memiliki empat kaki, itulah makhluk yang mereka sebut naga itu.
Sekumpulan aliran kilatan cahaya petir menyinari seluruh bagian dari naga tersebut. Dan kini naga besar itu sedang terbang ke seluruh langit penjuru kota.
Naga itu menggeliat seperti ikan yang berenang di lautan yang luas.
"Woahh... Sangat menakjubkan. Aku harus merekamnya."
"Kau bodoh, jangan malah mengagumi jika berada didalam keadaan berbahaya seperti ini!" Guru yang mengingatkan muridnya untuk tidak berfokus untuk bermain hpnya. "Semuanya, disini sangat berbahaya, ayo kembali ke gedung lantai tiga!"
"Baik, ayo ikuti instruksi guru, mari kita kembali ke kelas kita." Anggota OSIS yang membimbing untuk segera turun. "Ayo berbaris dengan rapi dan turun perlahan, jangan sampai menginjak di kaki yang salah."
__ADS_1
Sementara para anggota OSIS membimbing para murid untuk segera turun, ada ketua OSIS yang berada di atap gedung sekolah sedang berpendapat kepada salah satu guru yang masih tersisa di sekolah ini untuk menyampaikan sesuatu.
"Bu Tiara, para murid dan anggota OSIS yang bertugas mencari makanan di kantin, masih belum kembali sampai saat ini, aku khawatir terjadi sesuatu kepada mereka."
"Kamu benar Nadia, mereka telah pergi ke lantai bawah selama satu jam dan belum kembali. Ibu juga menghawatirkan mereka. Tapi di dalam kondisi seperti ini, kita hanya bisa menunggu kepulangan mereka dan berdoa agar mereka bisa kembali dengan selamat."
Ketika ketua OSIS sedang berbicara kepada Bu guru Tiara, ada salah satu murid yang memotong pembicaraan mereka.
"Bu, lihat! Naga besar itu sedang turun ke arah salah satu rumah yang berada di kawasan itu." Salah satu murid perempuan menunjuk ke arah rumah yang jauh dari tempatnya berada.
"Kau benar. Tapi kita tidak mengetahui penyebab kemunculan makhluk itu, jadi kita hanya bisa berharap kalau makhluk itu tidak membawa bencana seperti zombie-zombie yang berada di lantai bawah."
Itu benar, lantai satu telah di susupi oleh zombie yang menerobos gerbang sekolah.
Tapi, berkat salah satu guru yang bernama Tiara dan para anggota OSIS lainnya, mereka membimbing para murid wanita dan pria untuk segera melarikan diri ke lantai atas.
Mereka lari kelantai tiga dan menutup tangga dengan gerbang besi yang tersedia di sana. Dan untuk bejaga-jaga, mereka memakai kardus yang berisi barang-barang tidak terpakai untuk menutupi gerbang tangga lantai tiga itu untuk mengalihkan pandangan zombie agar tidak mendeteksi bahwa mereka berada di sana.
Totalnya ada 62 murid yang selamat yang berada di lantai 3.
Dari enam puluh dua murid itu, 9 diantaranya ketua dan anggota OSIS. Empat puluh satu Murid wanita, dan dua belas murid lelaki.
Diantara para murid itu, ada sebagian siswa yang sedang sakit demam dan saat ini mereka telah di rawat di ruang UKS yang berada di lantai tiga.
Mereka sedang membutuhkan energi untuk mengisi ulang perut kosongnya.
__ADS_1
Tetapi akibat dari stok persedian makanan telah habis, 3 murid lelaki dan 5 anggota OSIS turun kelantai bawah, lebih tepatnya pergi ke kantin untuk mengambil stok persediaan makanan.
Mereka semua yang turun ke bawah semuanya adalah lelaki, sedangkan para murid wanita yang tersisa tidak berani untuk turun dan melimpahkan tugas itu kepada lelaki karena itu adalah tanggung jawab para lelaki.
Mereka yang bertugas untuk mencari stok persediaan makanan semuanya turun untuk menjalani tugas itu, dan satu jam lebih telah berlalu, mereka masih belum kembali ke lantai tiga.
Semua orang khawatir dengan keadaan para murid itu, tidak, dari pada di sebut mengkhawatirkan para murid lelaki, lebih tepatnya para wanita lebih mengkhawatirkan makanan yang masih belum kunjung datang.
"Bu, para murid masih belum kunjung datang, kita semua yang berada di sini sudah kelaparan. " Ucap salah satu murid.
Mereka terus merengek kelaparan karena sejak pagi belum memakan sesuatu yang bisa di makan.
Jika ini terus berlanjut, keadaan akan menjadi kacau dan para murid mungkin akan saling berselisih saling tunjuk untuk siapa yang akan turun mencari makanan.
Untuk mencegah kondisi tersebut, Guru yang bernama Tiara harus melakukan satu hal, yaitu...
Guru yang bernama Tiara itu melihat ke arah sekitar, para murid sedang duduk di lantai sambil memegang perut mereka.
"Ya, kamu benar, emm.... Nadia..." Guru itu menyuruh ketua OSIS yang sedang mengobrol bersama para murid tentang keluh kesah makanan belum kunjung datang mengalihkan pandangannya dan pergi menuju guru tersebut.
"Ya, Bu."
"Ikut ibu ke gudang... Ibu ingin mengambil sesuatu. Oh iya, panggil para murid lainnya untuk membantu."
"Baik,Bu."
__ADS_1