
Wajah Berserker mendongkak ke atas sambil menatap Rio yang berada di langit dengan tatapan kebencian yang sangat mendalam ke arahnya.
Berserker memegang erat kapaknya menggunakan kedua tangannya lalu memfokuskan kekuatannya.
"Hmm... Apa yang sedang kau lakukan?" Tanya Rio.
Aspal yang di pijaknya retak dan membentuk sebuah cekungan di kakinya. Berserker memfokuskan kekuatannya ke dalam tubuhnya sehingga membuatnya melakukan perubahan.
Rio kembali mengamatinya. Tubuh Berserker mulai mengalami perubahan sehingga dia menyadari apa yang sedang di lakukan Berserker saat ini. " Apa kau sedang bertransformasi?"
Aura yang terpancar dari tubuh Berserker dua kali lipat lebih besar dari sebelumnya.
Penampilan yang Rio lihat terhadap Berserker berbeda dengan sebelumnya. Tubuhnya di penuhi dengan cahaya kemerahan dan rambut panjang yang mencapai bahu kini berubah menjadi kemerahan dengan kobaran api yang berhembus sehingga membuat rambutnya berdiri ke atas.
"Ini menarik."
Aura kemerahan menyelimuti tubuh Berserker.
"GRAHH!!"
Berserker meraung sambil menggerakan kedua lengannya.
Penindasan energi sihir itu membuat zombie yang berada di sekitarnya menjauh dari kawasan tempat itu. Orang-orang yang berada di jarak 500 Meter dari tempat kejadian juga mendengar dan merasakan kengerian raungan yang dikeluarkan oleh berserker.
__ADS_1
"Dia... Lihat! Siapa pemuda di atas sana?"
Ada seseorang wanita yang berada di apartemen lantai tiga yang dekat dengan tempat kejadian itu. Wanita itu melihat dari dalam kaca kamarnya bersama dengan perempuan di sampingnya.
"Dia terbang.... Bagaimana mungkin?" Tanya seseorang wanita yang berada di sampingnya.
"Orang itu sedang melihat ke mana?" Wanita itu melihat bayangan arah tatapan pemuda itu berasal dan melihat ke arah bawah. Betapa terkejutnya wanita itu setelah melihat ke arah itu. " Lihat itu! Bagaimana mungkin ada makhluk besar seperti itu! Apa dia monster?" Tunjuknya.
"Apa! itu adalah monster! Bagaimana mungkin bisa muncul makhluk mengerikan seperti itu. Satu zombie saja sudah membuatku kelelahan untuk melawannya, apalagi pemuda yang berada di atas sana. Sudah pasti dia akan mati jika melawan monster itu."
Sementara itu di sisi lain.
Rio masih mengamati perubahan monster yang berada di pandangannya itu sementara Berserker mulai melakukan pergerakan.
Berserker menghilang dari tempatnya dan dalam sekejab berpindah tempat di belakangnya.
Rio yang masih menyadari pergerakan Berserker mulai menggerakan kedua jarinya sehingga menyentuh senjata yang baru saja di arahkan kepadanya.
"Kecepatanmu sedikit lebih cepat dari sebelumnya, tapi bagiku tetap saja masih lambat. Apa kau sedang menghinaku?!"
Rio mulai menjepitkan kedua jarinya dengan erat sehingga senjata Berserker retak dan pada akhirnya hancur dengan seketika.
Berserker yang mulai menyadari senjatanya rusak, mulai melepaskan senjata itu lalu mundur dengan cepat. Tapi sebelum dia menjauh darinya, secara tiba-tiba Rio muncul dari arah belakangnya.
__ADS_1
"Bagaimana....."
Rio mulai menendang punggung Berserker sehingga Berserker terhempas ke atas dengan kecepatan suara. Setelah itu Rio mulai menghilang lagi dari tempatnya dan muncul di bagian atas tubuh Berserker dan mulai menendangnya secara lurus ke arah bawah.
"Apa hanya segitu saja kekuatanmu?"
Berserker yang tidak bisa mengendalikan tubuhnya itu hanya bisa pasrah tubuhnya terjatuh dengan kecepatan diluar akal sehatnya.
"Guahhh"
Berserker mendarat di salah satu bangunan dengan posisi terlentang. Bangunan yang dikenai tubuhnya langsung hancur menjadi butiran pasir dan membuat lubang yang sangat besar di tempatnya itu.
Transformasinya benar benar dihancurkan dan berubah menjadi tubuh awalnya.
Luka dan darah semuanya membekas di seluruh bagian tubuhnya terutama luka luar dan dalam yang sangat besar di tempat dimana Rio menendang bagian tubuhnya.
Berserker tidak bisa melakukan apa-apa lagi ditempatnya. Untuk menggerakan lengannya saja dia tidak mampu apalagi untuk berdiri dan melawan pemuda itu.
Satu-satu pilihannya yang tersisa adalah menyerah sambil menunggu nyawanya diambil oleh pemuda itu.
Pemuda itu memang kuat, pikirnya.
Berserker telah menyesal pada sebelumnya karena telah meremehkan lawannya.
__ADS_1