Invincible In Apocalypse

Invincible In Apocalypse
Chapter 43 Bertahan Hidup


__ADS_3

Guru Tiara bersama ketua OSIS dan 3 murid perempuan berjalan melewati koridor yang terdapat para murid yang sedang duduk di sepanjang perjalanan.


Wajah lesu, lemas dan pucat sambil memegang perutnya, itulah yang Guru Tiara lihat bersama dengan Ketua OSIS di sepanjang jalannya melihat ke arah samping kiri dan kanan para murid yang terus menatapi dirinya.


{Aku harus menemukan solusinya secepatnya!}


Mereka berjalan menuju ke arah salah satu ruang kelas, di sana mereka memasuki ruang kelas itu dan terdapat ruangan kecil di dalam ruangan itu.


Guru itu merogoh kantungnya dan mengambil kunci untuk membuka gembok dari ruangan tersebut.


Gembok telah terbuka, dan dia saat ini sedang membuka kunci yang mengunci pintu ruangan itu.


tidak menunggu beberapa lama, kunci pintu telah terbuka, guru membuka pintu dan menyuruh para murid untuk berjaga di pintu masuk. "Kalian tunggu disini, ibu ingin memastikan dulu apakah masih ada atau tidak."


Para murid mengangguk dan guru Tiara memasuki ruangan itu bersama ketua OSIS.

__ADS_1


Tidak menunggu begitu lama, terdengar suara dari dalam yang memanggil para murid untuk masuk kedalam ruangan itu. "Kalian semua... Kemarilah!"


Mendengar suara itu, para murid yang berjaga di pintu segera memasuki ke dalam ruangan tersebut dan menuju ke arah salah satu ruangan yang dimana di dalamnya terdapat segudang makanan.


"Ini adalah gudang koperasi sekolah. Kalian kesini dan bagikan ini untuk para siswa secara merata!" Guru itu menunjuk ke arah 5 kardus yang di mana tertulis Wafer di kardus tersebut.


"Baik." Para murid dan ketua OSIS mengangguk dan mengangkat kotak yang berisikan wafer itu untuk segera di bagikan kepada para murid.


Semua murid telah pergi untuk membagikan makanan itu, sedangkan guru Tiara masih berada di ruangan tersebut.


Benar, setumpuk makanan yang berada di ruangan kecil ini terlihat banyak jika hanya satu atau dua orang yang memakannya. Itu cukup untuk sampai seminggu atau dua minggu. Tetapi jika makanan itu dibagi dengan 62 siswa yang masih bertahan hidup di sekolah ini, makanan itu tidak akan cukup untuk sampai lebih dari dua hari. Malahan, Bu Guru Tiara masih ragu apakah makanan ini akan bisa bertahan selama dua hari?


Ya, bagaimana tidak. Mengingat jumlah murid yang mencapai lebih dari lima puluh, dan satu orang akan kebagian jatah sehari dua kali, apakah mungkin makanan ringan yang berada di gudang kecil ini cukup untuk menahan lapar mereka selama dua hari?


Apakah mungkin makanan ringan seperti Snack dapat membuat para murid merasakan kenyang? Mengingat nasi adalah peran penting bagi kehidupan dan mengandung karbohidrat yang sangat tinggi ketimbang Snack yang berada di gudang ini.

__ADS_1


Jawabannya hanyalah satu, dia harus menyelesaikan masalah ini.


Setelah guru Tiara melamun untuk beberapa saat, pikirannya yang teralihkan itu kini kembali mendapatkan kesadarannya.


"Aku harus memikirkan bagaimana caranya untuk mendapatkan makanan untuk dua hari kedepan."


Dia sedang memikirkan terlalu banyak beban pikiran di dalam kepalanya. Banyak masalah setelah kemunculan makhluk zombie ini.


Tetapi saat ini para murid sedang membutuhkan dirinya, jadi untuk saat ini dia harus menutupi masalah persediaan makanan dan menjaga imajenya.


"Fyuhhh~ aku harap Mereka segera cepat kembali dengan selamat." Guru Tiara yang berbicara sambil mengunci ruangan tersebut.


Ketika dia sedang mengunci gudang makanan itu, Guru Tiara tidak menyadari jika ada satu orang murid lelaki yang sedang mengintip di balik jendela yang sedang memperhatikan dirinya.


Setelah selesai memasangkan kuncinya, lelaki itu segera pergi berlari untuk menjauhi ruangan tersebut.

__ADS_1


"Aku harus memberitahukan ini kepada bos."


__ADS_2