Invincible In Apocalypse

Invincible In Apocalypse
Chapter 51 Memancing Para Zombie


__ADS_3

Di area gerbang. Dekat perbatasan Barrier antara mansion kediaman Santi dengan dunia luar...


Udara yang berada di luar berbeda jauh dengan yang berada di dalam rumah. Di luar, udara tampak dingin meskipun cuaca matahari sudah berada di antara atas kepala. Itu berbeda jauh dengan yang ada di dalam rumah. Yah, meskipun begitu energi listrik di rumah ini dihasilkan dari generator yang berada di gudang bawah tanah. Untungnya generator itu masih menyala dan tidak mengalami masalah apapun meski berada di dunia kiamat ini.


Gerbang luar berada di depan mata, dan tidak ada zombie satupun yang berada di luar gerbang.


Tentu kalian menyadarinya. Seharusnya biasanya ada zombie liar yang sering melewati pintu gerbang ini. Walaupun hanya ada beberapa, tetapi seharusnya mereka bisa menyadarinya jika ada manusia yang berada di sini.


Tapi dari banyaknya zombie yang berada di sekitar sini, mereka semua tidak menampakan diri seperti halnya sebuah hantu yang menakuti manusia di malam hari.


{Berjalan sesuai rencana...}


Alasan dari semua itu karena dia telah merencanakan ini dari awal. Untuk tidak menaruh kewaspadaan kepada Santi, Rio telah membersihkan para zombie dengan jarak 500 meter dari kediaman ini.


Dan pada saat ini sesuai rencananya, dengan begini dia bisa keluar tanpa masalah apapun.


"Kamu akan segera pergi. Tolong jangan memaksakan dirimu yah."


Walaupun Santi mengantarkannya sampai ke gerbang, tapi mau dilihat bagaimana pun masih ada rasa kecewa dan khawatir yang berada di benaknya saat ini.


Tapi bagaimanapun juga Rio telah bertekad untuk melihat dunia ini.


"Apa kamu yakin tidak membutuhkan beberapa pengawal untuk menjagamu selama di perjalanan?"

__ADS_1


Santi bertanya kepada Rio yang sedang membuka pintu gerbang. Dengan sikap itu Rio membalasnya secara spontan.


"Tidak perlu. Aku sendirian saja sudah cukup. Setelah semua ini selesai aku akan mengabarimu ketika aku sudah sampai di rumah."


Akan merepotkan jika membawa pengawal selama di perjalanan. Walaupun tubuh mereka terlatih juga, tapi perbedaan fisik antara zombie dengan manusia sangat jauh. Khususnya dengan Zombie Mutan. Walaupun kekuatan fisik mereka berbeda jauh, tetapi pada halnya mereka adalah seorang petarung yang sama-sama menggunakan tangannya.


Setelah ia selesai membuka kunci gembok itu, dengan segera Rio membuka gerbang dan segera menutupnya kembali.


"Aku pergi dulu.... Sampai nanti!"


Santi berteriak dari arah kejauhan sambil melambaikan tangannya selagi Rio berjalan menjauh dari kediamannya.


"Ah, ya. kalau begitu berhati-hatilah!"


Jalanan yang dilewatinya penuh dengan darah dan mayat para zombie. Dia pada saat ini sedang mengumpulkan Magic Stone dari tumpukan Mayat zombie yang berserakan menggunakan belatinya.


{Ah~~ Melelahkannya... Memungut Magic Stone sebanyak ini memang membutuhkan banyak waktu. Andai saja ada seseorang yang dapat membantuku memungut Kristal sihir ini, dengan begini aku tidak perlu bersusah payah mengambilnya}


Dia terlihat kelelahan secara mental. Untuk seseorang yang mengambil banyak Magic Stone dari tumpukan mayat yang berserakan di sepanjang jalan memang sangat kesusahan baginya untuk melakukan hal itu. Adakalanya dia melakukan cuti untuk beberapa hari untuk menenangkan pikirannya.


"Haahh~~" Dia baru saja mendengus kelelahan.


{Kuharap ada kejadian menarik selama di perjalanan.}

__ADS_1


*Mengambil*


"Kebanyakan Magic Stone yang kukumpulkan berwarna transparan. Kuharap ada Monster dengan level yang lebih tinggi, dengan begitu Magic Stone dari monster itu kemungkinan memiliki sesuatu yang berbeda."


Warna magic stone dibedakan dengan kekuatan dari monter itu sendiri. Menurut penelitian yang ia lakukan, Magic stone berwarna transparan dari zombie liar yang ia lawan hanya memiliki energi sihir yang sedikit. Dengan energi sihir segitu Rio hampir tidak bisa merasakannya. Dibandingkan dengan Kristal sihir berwarna biru yang tadi, terdapat perbedaan jumlah energi sihir dari kristal tersebut. Jika orang menanyakan kristal sihir mana yang memiliki energi sihir lebih banyak tentu saja Rio akan menjawabnya yang berwarna biru.


Setelah ia melakukan penelitian itu dia dapat mengambil sebuah kesimpulan. Jika zombie mutan tingkat tiga menghasilkan 1 Kristal Sihir berwarna biru, bagaimana dengan zombie yang lebih kuat darinya? Apakah Kristal sihir tersebut memiliki jumlah energi sihir yang lebih besar dari sebelumnya? Jawabannya tentu saja dia harus mengeceknya dengan cara turun ke lapangan.


"Fyuhhh~~ "


Setelah mengambil Kristal sihir di sepanjang perjalanan, akhirnya dia telah sampai disebuah jalan raya.


Jumlah kristal sihir yang ia kumpulkan selama di perjalanan mencapai lebih dari 15,000 . Untuk sementara kristal sihir itu di simpan di dalam ruang penyimpanannya dengan harapan kedepannya dapat berguna baginya, pikirnya.


Mulai dari sekarang ia akan mengumpulkan lebih banyak lagi kristal sihir.


Jadi--


"Saatnya melakukan suatu pertunjukan."


Dia mengambil 5 kantung darah manusia dari ruang penyimpanannya. Membuka bungkus plastiknya, lalu menumpahkan darah itu di tengah jalan raya.


Darah itu tercecer di jalan raya. Ketika ia selesai menumpahkan semua darah itu, sebuah suara erangan terdengar di segala arah.

__ADS_1


__ADS_2