Invincible In Apocalypse

Invincible In Apocalypse
Chapter 69 Akhir Dari Sebuah Pertarungan


__ADS_3

Rio mendekat ke arah Berserker yang sedang terkapar di sebuah lubang besar yang cukup dalam. Dia mendarat bertepatan di samping lubang itu sambil melihat ke arah Berserker.


"Ada apa? Apa kamu tidak mempunyai kekuatan untuk bertarung lagi?" Tanyanya. Tapi saat ini tubuh Berserker tidak mampu untuk bergerak jadi dia hanya diam saja di tempatnya.


"Yah.... Bagaimanapun juga kau kuat. Tapi kau hanya salah memilih lawan saja."


".... Apa ada kata-kata terakhir sebelum kau mati?" sambungnya.


Berserker hanya diam di tempatnya, dia sama sekali tidak bisa menggerakan matanya untuk melihat ke arah pemuda itu. Dia sudah berada dalam kondisi kritisnya, jadi dia hanya bisa diam sambil menunggu kematiannya yang tidak akan lama lagi.


"Haah... Bagaimanapun juga kau tidak bisa berbicara, tapi kau mengerti kan apa yang aku katakan?"

__ADS_1


Berserker menggerakan kepalanya secara perlahan, lalu Rio menanggapinya dengan senyum yang penuh arti.


"Baiklah kalau begitu aku akan memberikanmu kematian tanpa rasa sakit. Walaupun begitu bagaimanapun juga kamu akan kembali ke dalam cangkangmu."


Benar. Berserker yang ada di hadapannya ini hanyalah sebuah Monster pemanggilan. Dia tidak akan bisa mati sebelum menghancurkan wadahnya. Jiwa dari monster ini akan kembali ke dalam cangkangnya. Tapi walaupun begitu dia adalah monster yang cukup kuat untuk dapat dijadikan objek latihannya.


Kekuatan dari Berserker bahkan berada di level 1000 ke atas. Kekuatan seperti itu sudah cukup kuat untuk menggemparkan seluruh isi kota.


"Cukup banyak juga yang memperhatikan kita ya... Baiklah sekarang sudah saatnya kau kembali ke tempat asalmu."


Rio menarik katananya dari dalam sarungnya, lalu melompat ke dalam sebuah lubang dan mendarat tepat di atas tubuh Berserker.

__ADS_1


Berserker hanya diam saja ketika tubuhnya di injak oleh seorang manusia. Berserker hanya bisa pasrah dan sama sekali tidak bisa menggerakan tubuhnya.


Rio mengangkat katananya dan menempelkan ujungnya ke bagian tubuh Berserker. Cahaya matahari yang terpendar di katana membuat berkilauan di udara.


"Kalau begitu... Selamat Tinggal!"


Setelah dia menargetkan posisinya tepat di bagian jantung, Rio langsung menusuk katana itu ke dalam tubuh Berserker. Sementara itu Berserker meraung dengan sangat keras merasakan tubuhnya kesakitan karena sebuah tusukan yang tepat mengenai jantungnya.


Raungan itu terdengar sangat jelas oleh manusia di sekitarnya. Beberapa saat kemudian setelah Berserker tidak bersuara lagi, Rio menarik katana yang terdapat banyak darah di bilahnya. Dia membersihkan darah itu menggunakan Kain yang baru saja dia ambil dari ruang penyimpanannya.


Setelah membersihkan katananya, Rio kembali melihat mayat Berserker yang ia pijak itu. Mayat itu secara perlahan mulai menghilang dari pandangannya. Untuk dari itu Rio melompat ke atas daratan dan melihat kembali tubuh Berserker yang sepertinya sudah pudar dan pada akhirnya menghilang sepenuhnya.

__ADS_1


"Hmm.... Dia sudah kembali ke dalam cangkangnya. Gadis itu menjauh ke arah Utara. Aku harus segera menyusulnya." Ucapnya. Rio menaruh katana itu ke dalam sarung pedangnya. Setelah itu dia melompat dan terbang ke langit menuju ke arah Utara dengan kecepatan suara.


__ADS_2