Invincible In Apocalypse

Invincible In Apocalypse
Chapter 56 Obrolan Wanita


__ADS_3

Tidak. Mana mungkin. Aku tidak merasakan tanda orang yang terbangkitkan sebelumnya."


"Benar juga. Sulit sekali untuk membedakannya. Apa mungkin kamu orang yang tanpa gejala?"


Dia pernah mendengar tentang suatu penyakit virus yang menular pada 2 tahun yang lalu. Dunia menjadi gempar akan kemunculan suatu wabah pada waktu itu. Umat manusia pun setiap harinya semakin berkurang. Dan orang yang terkena virus itu dibagi menjadi dua kategori. Yang pertama orang yang memiliki gejala, seperti demam dan pilek. Itu termasuk penyakit yang sering dan umum terjadi kepada manusia. Dan yang kedua adalah orang yang tanpa gejala.


Mungkin saja jika Rani termasuk ke dalam orang yang tanpa gejala, pikirnya.


"Eh... Apa mungkin begitu?"


Walaupun orang yang tanpa gejala memiliki presentase lebih kecil dari orang yang memiliki gejala, tapi bisa saja jika pernyataannya tidak akurat (tidak sepenuhnya benar).


Tapi dia tidak bisa menarik sebuah kesimpulan jika Rani termasuk ke dalam kategori kedua. Sebab dia tidak pernah diberitahu jika ada tanda-tanda seperti ini. Jika saja orang itu dapat membantunya menjelaskan seperti apa masalah yang di alami oleh Rani, mungkin itu akan menjadi sebuah pembelajaran baginya untuk dapat memahami sebuah hal yang baru.


"Aku sama sekali tidak bisa memastikannya. Apa kita harus---"


Ketika dia ingin melanjutkan ucapannya, seseorang yang berada di arah sampingnya memotong pembicaraannya.


"Hei... Apa yang sedang kalian berdua bicarakan? Daritadi membahas orang yang terbangkitkan melulu. Apasih sebenarnya maksud dari orang yang terbangkitkan?"


Putri berkata dengan pernyataannya. Sepertinya dia dari awal sudah menguping pembicaraan antara Nuke dengan Rani. Begitu pula dengan Sabrina....


"Ya, ya. kedengarannya menarik. " Saut Sabrina.

__ADS_1


Yah, jika seseorang dapat memahami arti dari 'orang yang terbangkitkan' Mungkin orang itu akan memiliki pengetahuan yang luas.


Walaupun mereka berdua mengatakan begitu dengan entengnya, tapi ini termasuk ke dalam pembicaraan yang serius. Jika saja orang itu tidak membantu mereka bertiga untuk mengakhiri penderitaan pada waktu itu, mungkin saja saat ini dia tidak akan bisa berbicara pada Rani.


Bagaimanapun juga dia telah banyak belajar dari orang itu. Orang yang suka belajar mengenai hal baru dan buku adalah salah satu temannya cocok dikatakan untuk orang seperti dirinya (Nuke maksudnya). Tapi, rasa keingin tahuannya haus akan sebuah masukan ke dalam otaknya. Jadi, jika saja orang itu termasuk ke dalam kategori temannya, mungkin dia tidak akan ragu jika dia akan bertanya banyak hal tentang sihir kepada orang itu.


Tapi bagaimanapun juga dia bukanlah temannya. Kami berdua juga jarang mengobrol kecuali menyangkut pertanyaan yang serius dari yang ingin dia ketahui. Jika saja dia mulai mengobrol lebih leluasa dan tidak terlalu formal seperti sebelumnya, mungkin dia dan orang itu mulai berteman ketika keduanya sudah saling akrab (Mengenal satu sam lain).


Tapi, keinginannya sepertinya tidak bisa tercapai dalam waktu dekat. Karena setiap kali ia mengobrol dengan lelaki itu, selalu saja berada di jalan buntu. Dia selalu mencari topik yang membuat lelaki itu tertarik, tapi sepertinya itu tidak membuahkan hasil yang baik.


*Haahhh....*


Menghembuskan nafas...


Dia baru saja bertanya tentang banyak hal yang ingin dia ketahui beberapa waktu yang lalu. Tapi saat ini orang itu sedang beristirahat di dalam kamarnya. Akan tidak sopan jika mengganggu orang itu yang sedang beristirahat karena kelelahan. Mengingat orang itu baru saja sampai dari perjalanan yang panjang. Akan sangat tidak enak jika dia membangunkan orang itu kan?


{Tidak. Bagaimana mungkin jika aku bertindak tidak sopan begitu.}


Benar. Mungkin dia akan bertanya kepada orang itu ketika ada waktu yang tepat.


Saat dia merenungkan hal ini, seseorang memegang pundaknya. Dia secara langsung kembali mendapatkan kesadarannya.


"Hei. Apa kau mendengarkanku?"

__ADS_1


Putri mengeluarkan nada sedikit tinggi,


Sementara itu Nuke yang mendapatkan kembali kesadarannya membalasnya secara spontan.


"Ah,ya. Maaf, bisa kamu ulangi apa yang baru saja kamu katakan?"


Dia sama sekali tidak mendengarkan percakapan sebelumnya. Pada akhirnya Putri menjelaskannya dengan nada sedikit berbeda dari sebelumnya. Mungkin Putri merasa kesal karena pertanyaannya tidak didengarkan olehnya.


"Aku bilang apa kau bisa menjelaskan apa itu orang yang terbangkitkan?"


Nuke bengong untuk sesaat, setelah itu mulai melihat ke arah Rani.


"Eh, apa kau belum menjelaskannya kepada mereka berdua?"


Mengingat pembahasan ini termasuk ke dalam pembahasan yang penting, tetapi mengapa mereka berdua belum mengetahuinya.


Jika mereka berdua belum memahami pembahasan penting yang saat ini sedang di bahas, maka hanya satu jawaban yang ada di pikirannya. Sudah pasti Rani belum memberitahu mereka tentang masalah ini.


"Ah, ya. belum."


Seperti yang sudah di duga, maka dia harus mengulangi penjelasannya dari awal.


"Kalau begitu biarkan aku menjelaskannya...." Dia kembali berbalik menghadap ke arah Putri dan Sabrina" Kalian berdua... Adalah orang yang terbangkitkan."

__ADS_1


__ADS_2