
__________
__________
Sementara itu di sisi lain.
Gadis yang bernama Lilia Lavender sedang berlari melewati jalan raya dengan nafas yang terengah-engah.
25 menit yang lalu setelah dia berlari ke arah yang berlawanan dari pemuda yang di teleportasikan itu bersama dengan Berserker, Lilia Lavender menggunakan para zombie yang tersebar di sepanjang jalannya untuk menghambat pemuda itu untuk dapat mengejarnya.
"Haahh... Haahh, aku harus menjauh dari manusia itu. Dia terlihat berbahaya."
Item sihir pemanggilan untuk memanggil Berserker telah mengalami keretakan yang artinya Berserker telah berhasil di kalahkan.
Jika Berserker yang berada di level tidak jauh dengan dirinya kalah dari pemuda itu, sudah pasti Lilia Lavender tidak akan mampu menang untuk melawan manusia itu.
__ADS_1
Jadi satu-satu pilihannya hanyalah meninggalkan tempat itu dan menjauh dari area pertarungan.
Gadis yang tingginya kurang dari 130 CM itu terengah-engah sambil berlari di sebuah kota. Tenaganya yang sangat lemah dan pada sebelumnya dia tidak pernah berlari sekencang seperti ini dalam hidupnya membuatnya tidak bisa mengontrol otot kakinya sehingga dia tersandung akibat salah melangkah dan terjatuh di sebuah aspal jalan yang ada di depannya.
"Haahh... menyebalkan. Ini sakit!"
Kakinya terkilir dan dia sudah kehabisan tenaganya untuk dapat bangkit berdiri.
Lilia Lavender adalah seorang gadis yang selalu mengurung dirinya di dalam kamarnya. Jarang bersosialisasi dan apalagi jarang bertemu dengan orang-orang di sekitarnya kecuali dengan keluarganya.
"Aku harus cepat, sebelum orang itu menyusul ku ke sini."
Menyusulnya berarti sama saja dia kehilangan nyawanya. Artinya jika pemuda itu bisa mengejarnya yang sudah berjalan lebih dari 3 KM dari tempat sebelumnya, itu sama saja akan menjadi akhir dari hidupnya.
Entah mengapa dia memiliki perasaan yang kuat jika dia sama sekali tidak bisa menang melawan pemuda itu. Jadi Lilia Lavender memegang besi pembatas jalan dan mulai bangkit berdiri secara perlahan. Setelah itu dia mulai berjalan sambil memegang besi pembatas itu dengan kaki kiri yang terkilir.
__ADS_1
Dia berjalan secara perlahan sambil melihat ke arah belakangnya. Pada saat itulah Lilia Lavender telah menyadari sesuatu.
"Orang itu telah menerobos barikade pertama."
Benar. Beberapa zombie yang ia kendalikan pada jarak 3 Km dari tempat sebelumnya telah di musnahkan. Ada beberapa Undeath pengintai yang dapat terbang seperti burung gereja yang telah bermutasi, semuanya telah di bantai oleh pemuda itu.
"... Aku harus cepat segera bertemu dengan paman, jika aku berlama-lama di sini maka ini akan menjadi akhir dari hidupku."
Tujuannya pada saat ini adalah ke arah Utara. Tempat dimana Aura energi sihir yang sangat besar dan banyak Aura yang dikenalinya.
Sebelumnya dia merasakan Aura besar dari pamannya yang berada di arah Utara. Tapi jarak diantara dirinya dan tempat itu masih terbilang sangat jauh antara sekitar lebih puluhan Kilo meter dari tempatnya saat ini.
Akan sangat membutuhkan waktu yang sangat lama untuk dapat mencapai tempat itu. Setelah dia kehabisan energi sihirnya akibat pemanggilan Berserker, Lilia Lavender hanya bisa berlari untuk menyusul pamannya.
Tapi staminanya yang tersisa sedikit itu tidak bisa mempercepat langkahnya. Hingga pada akhirnya Lilia Lavender menyadari kalau dia tidak bisa lepas dari genggaman pemuda itu.
__ADS_1
"Apa kau pikir setelah melarikan diri dariku aku tidak dapat untuk menyusulmu? Gadis Vampir?"