Invincible In Apocalypse

Invincible In Apocalypse
Chapter 85 Ketakutan dan Keputusasaan


__ADS_3

"Ada apa dengan tubuhku? Akhh..." Jiang Nian meraba tubuhnya, lalu sesuatu yang tidak bisa di jelaskan terjadi padanya. "Akar spiritual ku... Tidak ada. Basis kultivasi ku yang sudah ku asah selama Ribuan tahun telah menghilang. Ada apa sebenarnya ini?" Tanya Jiang Nian dengan syok yang sangat mendalam. Tetua Mo dan saudari yang berada di samping Jiang Nian terkejut setelah mendengar perkataan itu. Untuk memastikannya Tetua Mo menggunakan skillnya untuk melihat tubuh Jiang Nian. Dan hasilnya....


"Bagaimana mungkin. Apa yang sebenarnya terjadi padamu, Nian? Aku sama sekali tidak bisa merasakan akar spiritual mu." Tanya Tetua Mo, sebagai respon Jiang Nian membalasnya dengan keringat dingin di sekujur tubuhnya sambil memikirkan bagaimana semua ini bisa terjadi padanya.


"Aku tidak tahu sama sekali. Tiba-tiba saja basis kultivasi dan akar spiritual ku telah menghilang." Ucap Jiang Nian, lalu ia menggerakan bahunya untuk menyingkir dari tumpuan ketiga saudari yang ada di sampingnya."Nona Nian....?" Jiang Nian tidak merespon ketiga saudari itu, lalu berjalan mendekat ke arah Tetua Mo dan Jiang Chiyu berada.


Dengan jalan yang pincang akibat dari tidak seimbangnya tubuhnya ditambah lagi dengan lukanya, Jiang Nian terjatuh ketika berjalan mendekati Tetua Mo. Ia memegang erat kain putih dari jubah tetua Mo untuk mendapatkan kembali keseimbangannya.


"Tetua Mo, ada apa dengan tubuhku ini...? Jelas ini tidak mungkin. Kultivasiku telah menghilang. Apa anda bisa menjelaskan semua ini?" Jiang Nian mengeluarkan air mata dengan rasa frustasinya disaat akar spiritualnya secara tiba-tiba menghilang.


Tentu saja akar spiritual adalah hal yang penting untuk mengukur bakat dari seorang kultivator. Jiang Nian yang selama ini adalah seorang jenius dari keluarga Jiang, mulai dari sekarang ia tidak lebih dari orang biasa tanpa dasar kultivasi. Lebih tepatnya dia adalah sampah.


"Nian, tenanglah. Mungkin ada yang salah dengan skillku ini. Setelah kita kembali ke Domain Immortal, kita bisa mengeceknya melalui Batu Bakat keluarga Jiang yang kita miliki. Jadi kamu tidak perlu mengkhawatirkannya." Ucap tetua Mo untuk menghiburnya, tapi Jiang Nian masih putus asa akan kehilangan sesuatu yang berharga baginya.


"Itu tidak mungkin. Aku sudah merasakannya dengan kepalaku sendiri jika Akar spiritual ku telah menghilang, Kultivasiku tidak ada dan Dantianku telah rusak." balas Jiang Nian dengan air mata yang mengelilingi wajahnya. Tubuh lemasnya tidak bisa menahan erat pegangan tangannya sehingga ia terjatuh ke aspal dengan rasa sakit ditambah frustasi di dalam dirinya.


Sementara itu di sisi lain Tetua Mo yang merasa kasihan dengan muridnya, ia mencoba mengingat sesuatu yang berkaitan tentang musibah yang di alami muridnya itu.

__ADS_1


"Apa kau sebelumnya telah menyinggung seseorang yang tidak seharusnya kau singgung, Nian? Sepertinya ini ada kaitannya dengan orang itu." Tanya tetua Mo. ia menyadari jika musibah yang di alami oleh Jiang Nian seharusnya berkaitan dengan apa yang ia perbuat di waktu sebelumnya.


Untuk bisa mengubah hukum surga dan bumi sesuka hatinya, itu adalah hal yang sulit bagi seorang kultivator Immortal. Apalagi orang itu bisa menghilangkan basis kultivasi seseorang dengan sangat mudahnya. Sudah pasti orang yang membuat Jiang Nian menjadi seperti ini setidaknya berada di ranah Immortal king atau diatasnya. Orang yang seperti itu akan sangat sulit di tangani oleh Tetua Mo sekalipun, kecuali jika kepala keluarga Jiang yang turun tangan untuk mengurus orang tersebut. Tapi pertanyaannya adalah siapa orang hebat yang berani Jiang Nian Singgung?


"Aku sama sekali tidak menyinggung siapapun di Domain Immortal, kecuali mortal busuk yang ada di sana!" Jiang Nian menunjuk ke arah Rio yang daritadi menatap ke arahnya. Tatapannya itu membuatnya merasakan tekanan batin yang sangat dalam.


Tetua Mo mulai melihat ke arah Rio berada. Jika yang di katakan Jiang Nian itu benar, maka ada satu kemungkinan orang yang melakukan perbuatan tersebut sehingga Jiang Nian kehilangan basis kultivasi maupun akar spiritualnya. Orang itu adalah Mortal yang Jiang Nian berani singgung. Lebih tepatnya orang itu berada di depannya.


[Apa mungkin orang ini menyembunyikan kekuatannya] Batin Tetua Mo.


Ketika Tetua Mo terlelap terbawa ke dalam pikirannya, ia kembali melihat ke arah Rio dan secara tiba-tiba mata yang sangat besar muncul di atas langit. Bumi dikelilingi oleh lumpur panas dan Mata itu menatap tajam ke arah dirinya yang membuatnya merasakan tekanan yang luar biasa sehingga tanpa sadar ia berujud ke tanah. Tombak dan senjata Magis yang memiliki aura luar biasa menusuk dirinya yang sedang bersujud itu. Ia terbakar oleh lelehan lumpur panas ditambah rasa sakit yang amat luar biasa akibat tusukan dari senjata Magis itu. Tetua Mo terjatuh ke tanah dan menutup matanya hingga akhir hayatnya.


Tetua Mo kembali ke kenyataannya dan terkejut ketakutan hingga terjatuh mundur ke aspal ketika disadarkan oleh ucapan Jiang Feiyu.


[Apa ini ilusi?] Batin Tetua Mo dengan keringat dingin di wajahnya


[Tapi ini seperti terasa nyata bagiku]

__ADS_1


Tetua Mo merasakan ketakutan yang mendalam ketika ia melihat wajah Rio yang hanya berada 12 meter di depannya. Tampangnya yang begitu menakutkan membuatnya berpikir akan berbahaya untuk melawan pemuda yang ada di depannya.


[Pemuda ini sangat berbahaya] Sambungnya.


Tetua Mo memasang gerakan waspada ketika ia melihat Rio dengan tatapan yang merendahkan lawannya. Dan seketika ketika ia menatap terlalu lama untuk mengamati apakah lawannya menyembunyikan sesuatu di dalam tubuhnya hingga ia tidak bisa merasakan basis kultivasinya, secara tidak sengaja Tetua Mo merasakan aura yang sangat luar biasa terpancar dari tubuh lelaki itu.


"Ba.... Bagaimana ini mungkin! Orang ini.... Orang ini...." Ucap Tetua Mo dengan terkejut sambil ketakutan. Ia mundur secara perlahan sambil merentangkan kedua tangannya seolah-olah memberitahukan muridnya agar tidak mendekat.


"Tetua, ada apa denganmu? apa anda baik-baik saja?" Tanya Jiang Feiyu.


"Apa kalian bisa melihat dan merasakannya?! Aura luar biasa yang terpancar dari pemuda ini..." Tanya Tetua Mo, sebagai balasan mereka menggelengkan kepalanya dan Jiang Feiyu yang berada di sampingnya mengutarakan pendapatnya.


"Tidak, kami sama sekali tidak merasakan apa-apa." Balas Jiang Feiyu. Ia sama sekali tidak merasakan Aura apa-apa dari manusia itu. Malahan ia merasa aneh dengan sikap Tentu Mo yang secara tiba-tiba ketakutan menghadapi mortal itu.


"Apa hanya aku yang bisa merasakan Aura mengerikan itu? Kalian sama sekali benar tidak bisa melihatnya?" Tetua Mo terkejut setelah mengetahui jika ia seorang saja yang dapat melihat Aura besar yang menyelimuti pemuda yang ada di depannya. Ia menyadari jika lawannya bukanlah seorang manusia. Tekanan dari auranya membuatnya dapat secara paksa menurunkan kultivasinya. Terlebih lagi Tekanan tersebut bahkan lebih besar dari kepala Keluarga Jiang. Jika ini terus di lanjutkan Tetua Mo khawatir mereka semua tidak akan berhasil untuk kembali ke Domain Immortal Daxian.


Sementara itu di lain sisi Tetua Mo menyadari Aura yang terpancar dari lawannya terus membesar hingga jangkauannya ingin mengenai Tetua Mo berada, dengan sigap Tetua Mo merespon dengan cepat membawa Jiang Nian, Jiang Taishan dan ketiga murid lainnya pergi dari lokasi itu.

__ADS_1


"Menghindar dari area ini!"


__ADS_2