Invincible In Apocalypse

Invincible In Apocalypse
Chapter 81 Teknik Hukum Surgawi


__ADS_3

Rio yang dari tadi menyimak perdebatan diantara mereka, mulai bertindak dengan cara mengompori mereka demi kesenangannya semata.


"Bagaimana? Apa kalian masih bisa lanjut? Masih ada 2 kesempatan lagi. Apa hanya segini saja kekuatan dari para Immortal yang diagung agungkan itu. Sungguh lemah!"


Kesal Mendengar perkataan Rio, Jiang Taishan maju dengan memegang pedangnya. "Biar aku saja yang kali ini maju." Namun Jiang Taishan dihalangi oleh Jiang Luo yang dari tadi terus menatapi Rio dengan perasaan khawatir dan waspada. "Tidak, jangan mendengarkan ucapannya. Mungkin orang ini sedang merencanakan sesuatu untuk kedepannya yang bisa mencelakai kita semua!"


Jiang Taishan menghiraukan Jiang Luo dan melewatinya dengan pedang yang sudah bersiap-siap untuk menyerang.


"Minggir! Tidak seperti Jiang Nian, Aku akan mengalahkan Mortal ini menggunakan pedang ku dan membuktikan jika dia ini hanyalah mortal biasa."


Jiang Taishan berhenti melangkah dan berhadapan dengan Rio pada jarak 15 meter di antara keduanya.


"Tidak seperti mereka semua, sepertinya kau yang paling tenang ya. Aku memuji sikapmu itu." Ucap Rio.


"Yah, aku tidak ingin basa-basi dan berlama-lama untuk menghadapimu. Aku akan menggunakan teknik ku untuk menyelesaikan ini.


"Immortal Buddha Of Lotus Pilars Nine Sword!" Jiang Taishan mengangkat ujung pedangnya ke arah langit. Sebuah pilar besar keemasan dengan tinggi lebih dari 100 meter yang diatasnya terdapat lotus tujuh warna dengan 8 pedang besar di sekelilingnya muncul secara tiba-tiba melingkari Rio yang berada di bawahnya.

__ADS_1


Berbeda dengan teknik yang dikeluarkan oleh Jiang Nian sebelumnya, teknik yang dikeluarkan oleh Jiang Taishan ini mengandung sebuah hukum dari surga. Sehingga tercipta sebuah patung Buddha berwarna keemasan yang sangat besar di langit dengan telapak tangan yang sangat besar cukup untuk menghancurkan satu benua di dunia kecil seperti bumi. Serangan yang sangat besar dan berdampak pada sekitarnya, hal itu mengejutkan Jiang Luo dan saudara/saudari lainnya.


"Saudari Taishan, Teknik itu....." Ucap Jiang Han.


"Apa kamu sudah gila!! Apa kamu berniat membunuh kita semua? Kenapa kamu menggunakan teknik yang berdampak besar pada sekitar?! Kita semua masih berada di sini kau tahu!" Ucap Jiang Luo dengan marah.


"Berisik! kalian kan bisa menggunakan pelindung tubuh yang ada di tubuh kalian. Lagian aku sudah memperkecil daya ledaknya dan merubah jarak serangannya ke arah vertikal, jadi kalian tidak akan menerima dampak dari serangannya."


Di lain sisi Lilia Lavender yang sedang mengamati pertarungan dengan Nadia merasakan hawa yang berbahaya dari serangan yang akan diluncurkan kali ini. Terlebih lagi wanita pedang berwajah dingin itu mengatakan jika akan melakukan serangan ke arah vertikal, yang artinya dia juga akan terkena dampak dari serangannya itu.


" Nadia, di sini terlalu berbahaya. Kita harus menghindari area pertarungan mereka." Muncul sebuah gerbang Gate di belakang Lilia Lavender. Lilia Lavender menarik lengan Nadia dan berjalan untuk memasuki gerbang itu. "Tapi..., Bagaimana dengan Rio?"


Mereka berdua memasuki Gate dan berteleportasi ke tempat sebelumnya di awal ia bertemu dengan Rio. Mereka saat ini mendarat di atap Rumah itu dan menyaksikan sebuah fenomena yang sangat luar biasa. Cahaya dari teknik itu terlihat sangat jelas dari tempat ia berada. Walaupun mereka hanya berjarak 2 KM dari area pertarungan, tapi mereka berada diluar jangkauan dari serangannya itu.


"Dengan begini kita tidak perlu merasa khawatir. Menurut ucapan dari wanita itu yang mengatakan jika akan menyerang secara vertikal, seharusnya kita tidak akan terkena dampak dari serangannya karena berada di belakang mereka... "


"... Dan untuk berjaga-jaga jika hal yang tidak di inginkan terjadi, Shield Dom Grasial Magic " Sebuah kubah cahaya muncul menyelimuti atap genteng tempat Lilia Lavender berada, dan mereka berada di dalam kubah itu.

__ADS_1


Nadia yang dari awal tidak mengerti dengan sihir atau apapun, ia terkejut di dalam hatinya sejak ia berpindah jauh dari tempat kejadian + sebuah kubah muncul mengelilingi dirinya dan Lilia Lavender. Tapi rasa kejut itu ia simpan di dalam hatinya dan lebih mengkhawatirkan Rio yang berada di Medan pertempuran yang hanya seorang diri.


"Apa tidak apa-apa meninggalkan Rio sendiri di tempat itu? Bagaimana jika,-" Ucapnya, tapi pernyataannya itu di potong oleh Lilia Lavender yang sudah geram melihat kelakuan Nadia yang hanya bisa mengeluh di situasi genting seperti ini.


"Apa kau tidak bisa diam! Sudah kubilang beberapa kali jika Orang itu tidak mungkin mati semudah itu. Terlebih lagi kau hanya akan menjadi beban jika berada di sana! Kau mengerti?!"


"Ah, ya. Maaf...." Nadia menghadap ke bawah dengan permohonan maafnya.


[Inilah yang aku tidak suka dengan manusia. Jika bukan karena si Rio itu yang memaksaku membawa wanita ini, sudah pasti aku tidak akan membawanya ke tempat ini] Batin Lilia Lavender.


Note: Mungkin kalian bertanya-tanya di situ tertulis 8 Pedang sedangkan di nama tekniknya ada 9. Jika kalian heran di mana untuk satu pedangnya, jawabannya adalah di pegang oleh Jiang Taishan. Sekian dan Terimakasih.


_ T _ E _ R _ I _ M _ A _ K _ A _ S _ I _ H


Dukung cerita Invincible in Apocalypse dengan cara:


...Like 👍...

__ADS_1


...Komen 🗨️...


...Dan jangan lupa klik Favorit ❤️ biar ga ketinggalan update...


__ADS_2