Invincible In Apocalypse

Invincible In Apocalypse
Chapter 33 Kemunculan Makhluk Dunia Lain


__ADS_3

Dan seperti itulah penjelasannya. Pada saat ini Rio sedang melihat dengan kedua matanya. Melihat ke arah sebuah papan hologram yang bertuliskan [Apakah anda ingin meningkatkan sistem?"]


Tertulis angka TIDAK yang berada di sebelah kiri, dan IYA yang berada di sebelah kanan.


"Tentu saja aku akan memilih IYA!" Ucap Rio sambil menyentuh papan hologram.


["Anda telah memilih IYA. Sedang memproses meningkatkan sistem.... Dibutuhkan waktu yang sangat lama sampai sistem selesai di update.... Menunggu.... Proses saat ini 1%]


Proses update sistem terus berlangsung, hingga sampai saat ini Progress untuk meningkatkan sistem masih belum selesai. Sekiranya kini telah menyentuh di angka 89%. Dibutuhkan waktu yang sangat lama sampai sistem selesai di update, jadi pada saat berlangsungnya pengupdatetan, sistem tidak akan menerima respon atau pertanyaan dari pengguna.


Lingkaran teleportasi segera di aktifkan dan tubuh kloning yang berbagi kesadarannya berteleportasi ke tempat adiknya berada.


Lingkaran cahaya teleportasi terhubung dengan area halaman rumahnya. Dia tepat mendarat di bagian depan halaman rumah.


Sesekali dia melihat ke arah langit, matahari yang tepat berada di atas kepala yang sudah menunjukan hari sudah siang, dan bulan besar berwarna kemerahan masih muncul di atas langit sana, tepat bersebelahan dengan matahari itu sendiri.


Tepat setelah Rio mengalihkan matanya ke arah depan, Asura muncul secara cepat dan berlutut di depan arahnya sambil menyikapi sikap hormat dengan ekspresi dari kedua tangannya.


"Tuan, hamba ingin melaporkan!"


Rio mulai berhenti melangkah setelah dia mengetahui ada Asura di sana.


"Angkat wajahmu!"


"Baik!" Asura mengangkat wajahnya ke atas, lalu....


"....."

__ADS_1


"Jadi, silahkan kau bisa berbicara!"


Tepat setelah Rio memberi perintah, Asura mulai berbicara.


"Ya, seperti yang anda perintahkan kepada saya sebelumnya. Saya telah mengawasi manusia yang bernama Adit ini, dan benar saja seperti yang telah Anda perhitungkan. Terdapat seseorang yang membantu manusia ini dari kematian."


Orang yang mengaku sebagai Dewi ini yang dengan sengaja menghalangi rencana dari tuannya. Sebenarnya level dari makhluk yang membantu Adit berada di bawah level yang di milikinya. Tetapi anehnya setelah merasakan nafasnya, Dewi ini memiliki aura yang berbeda dari makhluk seperti yang lainnya.


Jika benar begitu, kemungkinan dia bukanlah berasal dari dunia Asgard.


Sangat tidak mungkin jika para Dewi mengkhianati sang Lord Emperor.


Kemungkinan terbesarnya, Makhluk yang tidak di kenal itu merupakan sebuah ancaman yang dapat mengganggu rencana dari tuannya.


"Um, seperti dugaanku. Orang yang membantu Adit bukanlah berasal dari dunia ini." Rio memegang dagunya sambil menghadap ke arah bawah.


Rio masih belum mengetahui tujuan dari makhluk itu sampai membuat kekacauan sebesar ini.


Tetapi intinya, terdapat suatu makhluk yang lebih tinggi lagi yang memberikan perintah kepada bawahannya untuk membuat skenario semacam ini.


Mereka sedang bersembunyi di balik layar dan sepertinya sedang menunggu sesuatu.


"Apa perintah anda Tuanku? Saya bisa dengan mudah menghabisi orang di balik layar yang dengan sengaja mengganggu rencana tuan."


Omongan Asura memegang ada benarnya, tetapi jika bertindak terlalu tergesa-gesa akan berakibat fatal dan menimbulkan masalah baru.


Dia bahkan tidak mengetahui orang yang berada di belakangnya.

__ADS_1


Orang itu berani bertindak seperti ini dan pastinya dia diperintahkan oleh orang yang di belakangnya. Tentunya orang yang di belakangnya cukup kuat untuk berani melakukan hal yang seperti ini.


"Tidak. Akan sangat berbahaya jika melakukan sesuatu dengan tergesa-gesa. Aku merasa jika ada suatu makhluk kuat yang berada di belakangnya. Terus awasi dan laporkan setiap dia melakukan gerakan!"


"Baik!"


Setelah Rio memikirkan hal semacam itu, tiba-tiba kaca pengintai yang berada di langit muncul sedang mengawasi mereka berdua.


Rio dan Asura menyadari kaca pengintai itu dan Asura mulai memberitahukan kepada Tuannya untuk memberikan perintah.


"Tuan?..."


"Kau bisa melakukan apa yang di perlukan!" Balas Rio dengan cepat.


Setelah mendengar perkataan tuannya, Asura dengan sigap dan cepat menghancurkan kaca pengintai itu dengan mengulurkan tangannya ke langit dan menggenggamnya.


"Dasar tidak sopan!"


*Crack* kaca itu pecah dan menghilang tak tersisa menjadi debu yang berhembus.


Setelah selesai dengan semua ini, Rio berjalan menuju ke arah pintu masuk Rumah dan memberitahukan sesuatu kepada Asura .


"Terus lanjutkan untuk mengawasi mereka. Laporkan setiap gerak-gerik yang di lakukan oleh mereka kepadaku!""


"Baik!"


"Oh, iya. Teruskan tekan kekuatanmu agar tidak dicurigai oleh mereka!"

__ADS_1


"Saya mengerti!"


__ADS_2