Invincible In Apocalypse

Invincible In Apocalypse
Chapter 37 Kegelisahan


__ADS_3

Di dalam kamar, saat ini Rio sedang berbaring di atas kasurnya untuk beristirahat sambil mengotak-atik sytemnya.


Dia juga sedang memikirkan kejadian yang baru saja terjadi.


Keadaan yang di alami oleh ketiga teman adiknya memanglah keadaan yang cukup aneh dalam dunia Medis.


Untuk dapat membuat ketiganya mengalami demam yang bersamaan itu cukup aneh, kecuali jika penyakit ini dapat menular.


Tetapi penyakit yang di alami oleh ketiga wanita itu bahkan tidak bisa di deteksi oleh alat di dalam dunia medis.


Sebenarnya bukan masalah itu yang menjadi pikiran utama yang di pikirkan oleh Rio.


Saat ini masalah utamanya terdapat pada makhluk dunia lain yang ada sangkut pautnya dengan peristiwa zombie di dunia ini.


Mereka dengan sengaja merencanakan untuk melakukan hal seperti ini kepada Manusia yang hidup di bumi ini.


Tetapi masalahnya adalah apa tujuan mereka melakukan semua itu?


Seperti halnya seseorang yang memberikan permen kepada anak kecil secara percuma.


Pasti ada sesuatu tujuan dibalik rencana mereka melakukan perubahan besar seperti ini.


Hal yang harus di waspadai saat ini adalah kemunculannya makhluk kuat yang dapat mengancam entitasnya.


Benar, Rio merasakan jika ada suatu makhluk kuat yang dapat membuatnya merasa terancam.


Makhluk itu pasti ada hubungannya dengan semua ini, untuk itu dia harus berhati-hati agar tidak bertindak ceroboh.


Bersikap merendah adalah suatu keharusan jika itu di perlukan, tetapi yang menjadi kelemahannya yaitu adalah adiknya.

__ADS_1


Musuh pasti akan mengincar kelemahan terbesarnya, untuk itu dia harus membuat Rani untuk secepatnya memberikan kekuatan yang dapat melindungi dirinya sendiri.


Untuk itulah dia membuat Sytem untuk adiknya, agar dapat melindungi dirinya sendiri dari segala macam ancaman internal maupun eksternal.


"Akhirnya selesai juga..."


Sytem telah selesai dibuat. Sytem dapat diberikan kapan saja kepada adiknya.


"Tinggal menunggu timing yang pas untuk kuberikan nanti."


Hanya menunggu waktu yang pas untuk memberikannya kepada adiknya.


"Selagi aku berada di rumah, lebih baik aku bersantai menggunakan tubuh klonku ini." Rio kembali bersantai berbaring di tempat tidur sambil menaruh kedua lengannya untuk dijadikan bantalan.


Papan status yang melayang di hadapannya menghilang segera setelah Rio memejamkan matanya untuk tertidur kembali ke tubuh utamanya.


Tubuh utama Rio. Kediaman Rumah Santi, Daerah Taman.


Kesadaran sepenuhnya berada di tubuh klonnya, jadi dia tidak bisa menggerakkan tubuh utamanya sampai kesadarannya kembali ke tubuh utamanya.


Dan kesadarannya baru saja kembali ke dalam tubuh utamanya, dia saat ini sedang mencoba membuka kedua matanya.


Matanya terbuka secara sepenuhnya, dan pemandangan pertamakali setelah dia kembali adalah dia melihat Santi berada dekat dengan wajahnya.


Rio bisa merasakan nafasnya dari jarak sedekat ini, dan pada saat ini sepertinya Santi sedang mengucapkan sesuatu sambil menyentuh pipinya dengan kedua tangannya.


"Sayang... Sayang! Bangunlah!" Santi berteriak berdekatan dengan kuping Rio, dan suaranya terdengar jelas melalui kupingnya, lalu Rio mulai meresponnya.


"Iya, aku sudah bangun. Ada apa?" Rio kembali bangkit dari kursinya, sedangkan itu Santi mulai menjaga jarak untuk tidak berdekatan dengan wajahnya.

__ADS_1


"Apakah kamu baik-baik saja? Kukira kamu pingsan di taman ini sayang, jadi aku segera membawa pengawal untuk membawamu kembali segera ke kamar, tapi syukurlah akhirnya kamu sudah sadar."


Setelah mendengar ucapan Santi, Rio melihat ke arah sekeliling, dan di belakang Santi terdapat 2 pengawal yang sedang memegang tandu.


"Ah, aku baik-baik saja. Aku hanya sedikit mengantuk tadi, jadi aku tertidur untuk sementara waktu."


"Tidak baik untuk tidur di sini sayang-" sebelum Santi mengucapkan katanya, Rio mencoba melangkah menuju pintu masuk rumah.


"kamu benar, aku akan beristirahat sebentar di dalam kamar." Dia mencoba berjalan sambil memegang dahinya dengan salah satu tangannya.


Sedangkan itu Santi merespon cepat untuk membantu Rio dengan menggunakan lengannya sebagai tumpuan agar berjalan seimbang. "Biarkan aku membantumu berjalan sampai ke kamar."


Mereka berjalan memasuki rumah dan menuju kamar.


Ruang Kamar.


Rio saat ini sedang berbaring di kasurnya, sedangkan itu Santi berada di sebelahnya duduk di kursi sambil memegang tangan Rio.


Dia menatap wajah Santi yang dari tadi gelisah.


"Ada apa? Aku sekarang baik-baik saja, jangan mengkhawatirkan ku." Rio mengetahui jika Santi sedang memikirkan tentang dirinya, untuk itu dia menenangkannya dengan mencoba untuk menghilangkan kegelisahannya.


"Bagaimana aku bisa tenang, kamu kenapa bisa tertidur di taman? Akan lebih aman jika kamu tidur di dalam rumah, kamu tahu?"


Itulah yang berada di pikirannya. Santi merasa gelisah karena dia menghawatirkan keadaan Rio. Setiap kali dia memikirkan kejadian itu dia teringat dengan kejadian di luar rumah yang dimana manusia berubah menjadi zombie karena tergigit oleh mereka.


"Tenanglah. Ada penghalang di sekitar rumah, mereka tidak akan bisa memasuki rumah sesuka hati mereka." Rio yang mencoba menenangkan kegelisahan Santi.


"Justru itu aku tidak bisa tenang! Kenapa tiba-tiba bisa muncul penghalang di sekitar rumah. Dan kita juga belum bisa memastikan bahwa zombie benar-benar tidak bisa menembus penghalang itu. Akan lebih baik jika kita semua berada di dalam rumah dan menutup semua pintu dan jendela agar para zombie tidak bisa masuk!"

__ADS_1


"Baiklah, lain kali aku akan tetap berada di dalam rumah." Satu kalimat ceramahan dari Santi yang membuat Rio terdiam.


__ADS_2