Invincible In Apocalypse

Invincible In Apocalypse
Chapter 62 Penyergapan


__ADS_3

Aura yang berada di dalam rumah lebih pekat dibandingkan dengan yang ada di luar. Keheningan seketika terjadi di segala penjuru arah sehingga membuat suasana yang ada di sekitarnya terasa semakin mencengkam.


"Ini benar-benar kacau!"


Seperti yang sudah di duga, ini adalah sebuah jebakan untuk seseorang tertarik memasuki ke dalam rumah ini.


Rio mulai memegang katananya, mengambil posisi kuda-kuda seperti seseorang penebas yang profesional. Tak luput dia menaruh perhatiannya ke arah kedua pintu yang ada di depannya.


Dari arah tempatnya berada, dia bisa melihat ada zombie di balik kedua pintu yang sedang bersiap-siap untuk menyerangnya.


Dia disudutkan satu arah. Rio mencoba keluar dengan cara menarik gagang pintu yang ada di belakangnya, tetapi hasilnya nihil.


Ada banyak cara agar dia bisa keluar dari tempat ini, salah satunya dia bisa menggunakan sedikit kekuatannya untuk menebas pintu yang ada di belakangnya, dengan begitu dia bisa keluar dengan mudahnya. Tetapi dia tidak memilih cara itu, melainkan menghadapi lawannya menggunakan katananya.


Rio mengeratkan genggamannya, sementara kedua pintu yang ada di depannya mulai terbuka.


Dan.....


"Grawwwr"


Segerombolan zombie datang dari arah kedua sebrang pintu yang ada di depannya diikuti oleh gadis yang berada di belakangnya.


"Masih belum."

__ADS_1


Rio masih berada di tempatnya. Pada saat ini dia sedang menunggu waktu yang tepat untuk zombie-zombie itu memasuki jangkauan pedangnya.


"Masih belum...."


Ketika gadis yang memimpin para segerombolan zombie itu melangkah lebih cepat untuk memimpin pasukan, gadis itu mulai memperlihatkan sebuah penampilan yang berbeda dari sebelumnya.


Memperlihatkan wajah yang tampak seram dengan kedua gigi taringnya, kuku di semua jarinya yang sangat panjang seperti seseorang yang sudah bersiap-siap untuk menyerang.


Sambil melihat tatapan gadis itu yang mulai semakin mendekat di ikuti oleh kawanan zombie yang ada di belakangnya, Rio mulai bersiap siaga untuk menyerang.


"Masih belum.....,"


"...."


"Sekarang.... Saatnya!"


Dia menebas gadis itu dan segerombolan zombie menggunakan katananya.


Mayat dari gadis itu maupun dari para zombie terbelah menjadi dua.


Baris pertama telah ditebas menggunakan katananya, namun tidak semua zombie berhasil ia tebas. Masih ada banyak zombie di belakangnya yang mulai menyerangnya.


Untuk dari itu Rio mulai mengambil sikap kuda-kuda dan mulai menyerang untuk yang kedua kalinya.

__ADS_1


*Slash*


Barisan kedua telah dibersihkan. Tetapi masih ada banyak zombie yang berdatangan melalui kedua pintu itu.


"Tch... Ini sangat merepotkan." Gumamnya sambil menebas para zombie.


Dia bisa saja menggunakan kekuatannya, tetapi jika dia melakukan hal itu, ada sebuah resiko yang harus di tanggungnya.


Benar. Jika saja dia mengaliri sedikit energi sihirnya ke dalam katananya dan mulai menebas ke arah sekumpulan zombie itu, dia bisa saja mengakhirinya dengan sekali serangan. Tapi Medan di tempat ini sangat tidak memungkinkan jika ia melakukan hal tersebut. Jika dia melakukan itu maka ada kemungkinan rumah ini akan terbelah menjadi dua bagian.


Dia tidak bisa melakukan hal itu, tapi dilain sisi dia juga tidak bisa terus seperti ini. Apalagi ruangan sempit ini membuatnya tidak dapat menebas dengan leluasa.


Cara satu-satunya adalah menemukan orang yang mengendalikan zombie ini.


Setelah dia berpikir sejenak tentang kejadian tadi, dia mulai melihat ke arah mayat gadis yang baru saja ia tebas itu.


"Dia hanyalah sebuah klon?"


Tunggu, apa artinya ini? Pikirnya.


Jika gadis yang baru saja ia tebas hanyalah sebuah klon, apa mungkin jika tubuh utamanya berada di lantai atas?


Jika benar begitu, kemungkinan besarnya gadis itulah yang mengendalikan zombie sebanyak ini.

__ADS_1


__ADS_2