Invincible In Apocalypse

Invincible In Apocalypse
Chapter 67 Berserker


__ADS_3

Di langit udara yang begitu luas dengan ketinggian lebih dari 100 meter, Rio yang baru saja di teleportasikan ke tempat lain dengan jarak 2 km dari tempat sebelumnya pada saat ini dia sedang melihat ke arah lawannya.


Orang itu adalah sejenis Ras monster dengan tubuh yang lebih besar darinya, maka dari itu untuk melihat wajahnya saja Rio harus mendongkak sedikit ke atas sambil menatapinya dengan angin yang berkecamuk di sekelilingnya.


"Hei, apa yang harus kita lakukan sekarang?" Tanya nya kepada Monster yang ada di hadapannya. Namun Monster itu tidak berekspresi sama sekali dan tidak ada jawaban dari pertanyaannya.


Ekspresi datar dari monster itu dan tidak ada balasan dari pertanyaan sebelumnya menandakan kalau monster ini memang tidak bisa berbicara.


Sementara dia terus menatapi monster itu, Berserker mulai melakukan pergerakan dengan cara mengayunkan kapaknya ke arahnya.


Rio yang menyadari hal itu langsung menangkap serangan itu menggunakan salah satu tangannya. Dan hasilnya kapak besar itu tertangkap olehnya. Sementara serangan Berserker tertahan olehnya, Rio mulai melempar kapak itu ke arah bawah.


Berserker yang sedang memegang senjatanya terlempar menuju ke dataran yang ada di bawahnya. Tapi sebelum Berserker menempel ke tanah, secara tiba-tiba Rio muncul dari arah sampingnya dan mulai menendang tubuhnya.

__ADS_1


"Kau terlalu lambat!"


Monster itu kembali terhempas dan menabrak beberapa bangunan yang ada di jalur lintasan nya. Bangunan yang terkena tubuh dari Berserker itu langsung Rubuh seketika dan menjadi puing-puing bangunan. Berserker yang terhempas itu mendarat dengan posisi terlentang di jalan yang beraspal dan kepalanya membentur bangunan pencakar langit yang berada di belakangnya.


Rio terbang ke arah Berserker dan berhenti pada jarak 15 meter di antara keduanya.


"Hehh... Tubuhmu saja yang terlihat hebat, tapi gerakanmu terlalu lambat."


Berserker yang mendengar ucapan dari Rio mulai bangkit berdiri secara perlahan sambil mengambil kapak yang terjatuh di sampingnya.


"Apa kau marah? Hmm... Tapi hebat juga kau bisa bangkit berdiri setelah terkena seranganku."


Berserker menatapi Rio dengan tatapan sinis dan dengki, seakan-akan dia ingin mengalahkan orang yang baru saja menghempaskan nya itu.

__ADS_1


"GRAHHH!!"


Berserker meraung dan setelah itu melayang di udara sambil mengayunkan kapaknya ke arah Rio. Sementara itu Rio yang menyadari hal itu langsung menarik katana dari sarung pedangnya, lalu melawan Berserker itu.


*TING*


Suara benturan dari kedua benda keras terdengar oleh mereka berdua. Berserker mulai mengayunkan kembali kapaknya sementara itu Rio melakukan hal yang sama juga dengannya.


Suara benturan benda keras terdengar beberapa kali, namun kali ini setelah kedua senjata itu beradu kekuatannya masing-masing, Rio yang melihat banyak celah dari Monster itu langsung menendang lengan Berserker yang memegang kapak ke arah atas sehingga kapak itu terlepas dari tangan Berserker. Lalu setelah itu Rio menendang tubuh Berserker untuk yang kedua kalinya.


"Gerakanmu masih banyak celah!"


Berserker kembali terhempas di udara. Namun sebelum dia berbenturan dengan bangunan, Berserker mulai menyodorkan tangannya ke atas, lalu kapak yang terpental itu secara tiba-tiba terbang ke arahnya dan ditangkap oleh tangan Berserker.

__ADS_1


Setelah itu Berserker menancapkan kapaknya ke tanah dengan tujuan menurunkan kecepatannya dan sebagai pendaratannya, dengan begitu kecepatannya berkurang dan pada akhirnya dia mendarat dengan selamat.


"Ohh~ Menarik. Kamu sepertinya cukup banyak pengalaman bertarung."


__ADS_2