
Sepasang dari walkie talkie itu seperti nampak berbeda pada umumnya.
Benar, Rio telah menambahkan beberapa fitur yang dapat memudahkan penggunanya. Jadi selama Santi memakai Walkie talkie ini, dia dapat mengobrol dengan lawan penggunanya tanpa harus memikirkan keterbatasan jarak.
"Ah, itu... Baiklah. Tapi kamu harus kembali dan jangan bertindak gegabah di luar." Santi menerima satu dari sepasang walkie Talkie.
"Oke. Aku tidak akan bertindak gegabah. Sebentar lagi aku akan segera pergi, untuk saat ini aku ingin beristirahat sebentar." Rio melihat ke arah jam dinding yang berada di dalam kamar. Jam itu menunjukan pukul 10:25 Pagi. "Aku akan tertidur selama satu jam, kamu bisa membangunkan ku nanti." Ucap Rio sambil menutup matanya untuk tertidur.
"Ah, ya. Kamu harus beristirahat dengan cukup untuk memulihkan stamina mu. Kalau begitu aku akan pergi untuk mempersiapkan barang-barang yang akan kamu bawa nanti." Balas Santi kembali berdiri meninggalkan ruang kamar untuk mempersiapkan perbekalan.
Sedangkan itu setelah keadaan sudah kembali aman, Rio membuka matanya setelah Santi meninggalkan kamar.
"Dia sudah pergi. Huh.... Syukurlah... Ternyata wanita sangat sulit untuk di mengerti."
Sementara itu di dapur....
Santi saat ini sedang menyiapkan bekal untuk kepergian pasangannya yang tercinta.
Dia menyiapkan beberapa makanan seperti cemilan yang mudah untuk di bawa di perjalanan, dan menaruhnya di dalam tas yang berisi banyak barang.
Jika Rio merasa lapar, dia bisa memakan makanan itu segera.
__ADS_1
"Barang-barang sudah, makanan juga sudah. Apalagi yang kurang yah....? Ah, senjata.... Hampir saja aku melupakannya."
Bagian terpenting jika ingin bepergian ke dunia luar adalah sebuah senjata.
Dia harus menyiapkan sebuah senjata yang pas untuk melindungi Rio dari berbagai ancaman.
Selain ancaman dari zombie, ada kemungkinan dia akan berurusan dengan manusia.
Dengan kata lain, senjata itu akan melindungi nyawa penggunanya, jadi dia harus memilih senjata itu secara berhati-hati.
Mengesampingkan dari tampilannya, senjata yang dipilih haruslah mengedepankan segi kualitasnya.
Dengan mengandalkan segi kualitas dan ketajaman dari bilahnya, jika dia bertemu dengan zombie, itu akan sangat mudah untuk menebasnya.
"Ah, bagaimana jika yang itu?" Setelah berpikir terlalu lama, dia mengingat sebuah peristiwa tentang bagaimana Ayahnya mengancam Rio.
Benda itu pasti saat ini masih berada di dalam sana, untuk itulah Santi bergegas pergi menuju ke lantai dua.
"Kalau tidak salah..." Dia saat ini sedang membuka pintu Ruang keluarga yang sebelumnya dia datangi bersama Rio dan Ayahnya. "Ah, itu dia..." Dia menunjuk ke arah katana yang di pajang di tembok ruangan tersebut.
Terdapat kedua katana Favorit ayahnya.
__ADS_1
Kedua katana itu salah satunya memiliki motif bergambar Naga di sarung pedangnya. Dan yang satunya lagi terdapat simbol Bulan Sabit yang berada di gagang pedangnya.
Dia harus memilih salah satu dari katana itu untuk di berikan kepada Rio.
Memilih katana bukanlah keahliannya, tetapi jika dilihat dari bentuk dan warna yang menurutnya cukup bagus, dia akan memilih katana yang bermotif naga di sarung pedangnya.
"Yang ini sepertinya cocok." Santi mencoba mengambil katana itu dan membuka sarungnya.
"Katana ini sangat tajam." Cahaya dari silauan bilahnya membuatnya berkilauan di udara.
Setelah selesai melihatnya, dia memasukan kembali katana itu ke dalam sarungnya, dan menengok ke samping kirinya.
Rasa sedih, kesepian, tidak berdaya, dan rindu, itulah yang ia rasakan setelah melihat ke arah sebuah foto ayah dan ibunya.
Mengingat kejadian itu, dia berjalan ke arah samping kirinya. Menaruh katana itu di lantai, lalu duduk dengan posisi bersila.
"Papah, aku minta maaf karena telah mengambil barang berhargamu tanpa izin. Izinkan aku untuk meminjam katana ini untuk di berikan kepada Rio, Papah." Ucap Santi untuk menghormati ayahnya yang telah tiada ke arah sebuah biting yang berasap dan terdapat sesembahan makanan dan juga foto ayah dan ibunya yang terpajang di sana.
Note: ane ga tau namanya apa, tapi yang sering nonton anime dan baca manga pasti taulah apa yang ane maksud.
Setelah dia selesai berdoa, Santi bangkit berdiri sambil memegang sebuah katana peninggalan dari ayahnya.
__ADS_1
Segera dia pergi menuju kamar untuk membangunkan Rio karena ini sudah hampir waktunya untuk segera berangkat.