
Nadia merenungkan kesalahannya. Ucapan yang dikatakan oleh Lilia Lavender semuanya ada benarnya. Dia hanyalah seorang manusia biasa dan tidak mungkin bisa mengalahkan manusia super seperti mereka. Jika saja ia memiliki kekuatan seperti itu, sudah pasti Nadia akan menyelamatkan Bu guru Tiara dari rencana jahat yang di lakukan oleh Tegar dengan geng nya.
Sementara itu Lilia Lavender yang dari tadi mengamati pilar cahaya itu, mulai merasakan jika serangan itu akan segera di lancarkan. Ia menoel Nadia untuk segera melihat ke arah Utara.
"Sudah di mulai...."
Di lain sisi di Area pertarungan.
Jiang Luo bersama dengan murid lainnya mengaktifkan pelindung tubuh untuk tidak terkena dampak pasif dari serangan yang akan di lancarkan oleh Jiang Taishan. Sementara itu Jiang Taishan yang sudah dari tadi menatap Rio dengan tatapan merendahkan itu mulai mengucapkan sesuatu.
"Jadi.., apa ada kata-kata terakhir darimu mortal?"
"Kata-kata terakhir? Bukankah itu berlaku untuk kalian?" Balas Rio.
Mendengar perkataan itu, Jiang Taishan yang dari tadi tidak memasang ekspresi kini setelah mendengar perkataan Rio akhirnya memasang tampang jijik dan marah yang dituju ke arahnya.
"Jadi begitu... Kurasa percuma saja jika aku berbicara pada orang yang akan mati!" Jiang Taishan mengayunkan pedangnya. Telapak tangan Buddha berhasil mendorong secara vertikal Sword Buddha of Lotus mendekat ke arah Rio. suhu panas yang sangat luar biasa yang di akibatkan oleh Buddha of Lotus membuat area di sekitar terbakar. Bagi Rio yang hanya manusia biasa tidak akan bisa menahan panasnya dari Buddha of Lotus itu pikir Jiang Taishan.
__ADS_1
Namun-
Setelah pedang tertancap ke tanah, dan pilar berhasil mengenai Rio yang berada di bawahnya, Sebuah ledakan yang amat luar biasa di area itu membuat energi dari teknik Pelindung tubuh yang di pakai oleh Jiang Luo dan Teman-temannya bergesekan akibat dari suhu panas dari ledakan Buddha of Lotus.
Jiang Luo dan teman-temannya masih bisa merasakan hawa panas yang amat luar biasa meski mereka telah mengaktifkan pelindung tubuhnya.
"Mortal itu sudah pasti mati!" Ucap Jiang Han dengan percaya diri setelah melihat jangkauan serangan yang luar biasa itu.
"Hahaha... itulah akibatnya jika berani melawan keluarga Jiang kita." Ucap Jiang Nian dengan merasa puas.
"Itu...." Ucap Jiang Luo dengan keringat dingin menggigil ketakutan. Dia menyadari hal buruk akan terjadi setelahnya.
"Bagaimana mungkin... Dia...." Ucap Jiang Han.
Cahaya itu semakin bersinar selagi kabut menghilang seiring berjalannya waktu. Dan apa yang membuat mereka terkejut adalah orang yang baru saja terkena dampak dari serangannya itu tidak terluka sama sekali.
Tidak ada bekas luka di tubuh Rio, bahkan pakaiannya pun tidak terlihat ada bekas luka bakar. Jiang Taishan yang melihat situasi seperti itu melepaskan cengkeraman pedangnya sehingga pedang itu terjatuh ke tanah di ikuti oleh lututnya.
__ADS_1
"Bagaimana ini mungkin. padahal aku sudah mengeluarkan kekuatan penuhku. Tapi mengapa orang ini tidak terluka sama sekali!" Jiang Taishan memandang ke langit dengan keputus asaannya.
"A.. Ada apa dengan situasi ini. Apa mungkin aku berhadapan dengan lawan yang salah?" Gumam Jiang Nian dengan rasa takutnya.
[Situasinya berbanding terbalik. Sepertinya aku harus membawa mereka mundur dengan selamat dan melaporkan ini kepada tetua Mo] Batin Jiang Luo.
Rio yang dari tadi masih berada di tempatnya menatap Jiang Taishan dengan tatapan yang tajam. Jiang Taishan yang secara tidak sengaja melihat tatapannya itu merasakan ketakutan yang amat mendalam selagi menarik rambutnya karena stress akibat luka mental yang ada di dalam hatinya.
"Ada apa dengan kalian? Dimana rasa hebat kalian yang mengatakan jika akan mengalahkanku dengan sekali gerakan?"
[Orang ini.... Monster. Dia sangat berbahaya. Mungkin satu-satunya yang bisa menghadapinya di dunia ini hanyalah Tetua Mo, sepertinya aku harus memanggil Tetua Mo untuk datang ke sini sebelum Monster ini membunuh kami semua] Batin Jiang Luo, Setelah itu ia mengambil sebuah token dari balik pakaiannya. Token itu adalah transmisi suara yang bisa di gunakan pada jarak jauh. Jiang Luo berencana menggunakan Token itu untuk memanggil Tetua Mo dan Jiang Chiyu untuk datang membantunya.
"Masih ada satu serangan lagi. Tapi melihat kondisi kalian pada saat ini aku merasa jadi kasihan pada kalian semua. Jadi aku akan menunggu selama lima menit untuk mengembalikan-" Ucap Rio, tapi sebelum ia menyelesaikan katanya, secara tiba-tiba langit menjadi berubah berwarna kehitaman disertai dengan petir dan Guntur berkecamuk di sekelilingnya.
Sebuah telapak tangan berwarna keunguan dilapisi Guntur dan momentum yang sangat gila muncul di atas langit dan dalam sekejap mengarah ke arah Rio yang sedang berbicara itu....
"Kalian sangat berani menyakiti keluargaku!" Sebuah suara dari langit secara tiba-tiba muncul bersamaan dari serangan itu mengenai Rio yang sama sekali tidak bisa menghindarinya. Lagi-lagi bumi membekas dan terguncang akibat dari serangan yang sangat besar itu.
__ADS_1