
Beberapa waktu yang lalu...
Apa yang di perlukan seseorang untuk dapat menggunakan sebuah sihir?
Apakah perlu untuk mempelajarinya sampai dapat memahaminya, atau kah dia hanya diam saja tidak peduli pada bakatnya.
Tentu saja Nuke akan memilih pilihan pertama.
"Hmm... Jadi begitu. Aku harus lebih memfokuskan aliran manaku."
Sambil memegang dagunya, dia memejamkan matanya dengan duduk bersila sambil memfokuskan aliran energi sihirnya.
Mananya mengalir ke seluruh tubuhnya. Sesuatu seperti cahaya berwarna keemasan menyelimuti seluruh bagian tubuhnya.
Untuk sesaat dia menyadari jika percobaannya membuahkan hasil.
"Berhasil. Aku tidak menyangka jika aku dapat menstabilkan energi sihir yang berada di dalam tubuhku untuk yang kedua kalinya."
Beberapa waktu yang lalu setelah orang itu berbicara kepadanya jika dapat mengajarinya sihir di kemudian hari, dia sangat tidak sabar akan rasa keingin tahuannya dengan sebuah sihir.
Jadi, dia mulai mencobanya dengan cara yang telah diajarkan oleh orang itu kepadanya. Mula-mula dia mencoba memfokuskan aliran energi sihirnya yang mengalir. Biarkan aliran itu terhubung ke seluruh bagian tubuhnya. Dan hasilnya dia seperti merasa kembali bugar kembali. Rasa sakit dan pegal semuanya mulai menghilang.
Bila dikatakan, Sempurna. Rasanya seperti terlahir kembali memasuki tubuh yang baru.
__ADS_1
Ini adalah pertama kalinya dia mempelajari hal baru yang diluar akal sehat manusia. Sebab selain mempelajari pelajaran di sekolahnya, dia tidak pernah mengenal sebuah istilah sihir dalam kehidupannya.
Tapi, setelah melewati peristiwa yang sulit pasca kiamat terjadi. Pertanyaan dan rasa keingintahuannya mulai meningkat dari sebelumnya. Pada akhirnya dia mulai memahami satu hal.
Di dunia ini, sihir adalah kekuatan penting seseorang untuk dapat menggunakannya melawan para zombie yang berada di luar. Selain untuk bertarung, sihir juga memiliki salah satu peran penting lainnya dalam kehidupan. Salah satunya sihir yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Seperti halnya lampu ruangan ini yang terus menyala. Lampu ini juga menggunakan energi sihir yang dapat otomatis menyala bila menekan saklarnya. Itulah menurut penjelasan orang itu setelah dia bertanya kepadanya.
Memahami salah satu dari banyaknya hal yang belum dia ketahui memanglah bagus.
Untuk itulah sebagai salah satu dari banyaknya orang yang terpilih, dia tidak ingin menyia-nyiakan bakatnya.
Maka dari itu dia telah bertekad untuk mempelajari sebuah sihir. Dia mengambil nafas dalam-dalam setelah bangkit dari kasurnya.
"Hufff" * Membuang nafas.
Dia baru saja meregangkan otot tangannya sebelum pergi keluar kamarnya.
Menuruni tangga, dia duduk di sebuah sofa yang berada di ruang tamu. Di sofa itu terdapat Sabrina dan putri yang tengah duduk di sampingnya yang sedang memainkan ponselnya. Diarah yang berlawanan juga terdapat Rani yang dari tadi sedang melamun.
Dia sama sekali tidak mengetahui penyebab Rani yang daritadi terus melamun. Karena dia penasaran, jadi dia mulai bertanya kepadanya secara halus untuk membuatnya kembali mengambil kesadarannya.
"Apa yang sedang kau lamunkan?"
Rani mendapatkan kembali kesadarannya.
__ADS_1
"Ah, ya..... Sebenarnya baru-baru ini aku merasakan sesuatu yang aneh."
Sesuatu yang aneh? Masalah seperti apa yang sampai membuatnya memikirkan pikiran yang berat itu.
Jika Rani berkenan, dia akan mencoba membantunya untuk mendengarkan masalah tersebut. Tapi yang jadi masalahnya adalah... Masalah apa yang sampai membuat Rani melamun panjang seperti itu.
Jika dilihat secara mendetail. Dia mengetahui jika Rani sudah cukup lama melamun bahkan sebelum dia datang ke ruangan ini.
Dia sama sekali tidak terpikir jika Rani yang merupakan seseorang teman yang mudah bergaul dengan banyak orang, memiliki masalah berat tersendiri di belakangnya.
Dari tatapan wajahnya pun dia sudah mengetahui kalau tatapannya kembali kosong walaupun sebelumnya dia sudah menyadarkannya.
Karena semakin penasaran dengan yang baru saja dikatakan oleh Rani, jadi Nuke membalasnya dengan tatapan serius.
"Aneh? Coba jelaskan, dimana letak keanehannya?"
Rani membalasnya dengan lemas dan pelan.
"Itu... Akhir-akhir ini aku merasakan hal yang berbeda pada tubuhku. Tiba-tiba tubuhku merasa lebih ringan dari sebelumnya."
Dilihat dari jawaban yang baru saja dilontarkan oleh Rani, sepertinya dia merasa tidak asing dengan kata-katanya.
"Lebih ringan? Hmm... Apa kau juga orang yang terbangkitkan?"
__ADS_1