Invincible In Apocalypse

Invincible In Apocalypse
Chapter 44 Penguatan Barrier


__ADS_3

Sementara itu di tempat yang berbeda. 15 menit yang lalu.


Sembari menggeliatkan tubuhnya seperti ikan yang terbang di lautan luas, naga petir itu menuju ke salah satu rumah yang berada di kawasan komplek perumahan, dan kini Naga itu membentuk sebuah lingkaran meliliti Barrier yang telah terpasang.


Cahaya yang sangat terang menyinari seluruh bagian Barrier. Semua orang yang berada di luar pasti akan menyadari jika ada silauan yang sangat mencolok dan jelas sehingga mungkin mereka akan pergi ke tempat cahaya itu berasal.


Apalagi sejak kemunculannya Naga yang secara tiba-tiba, beberapa orang mungkin akan pergi ke tempat terakhir naga itu menghilang untuk mencari sebuah keajaiban.


Untuk mencegah hal tersebut, Rio harus melakukan sesuatu agar mereka tidak menemukan tempat ini.


"illusion of all the senses, Aktifkan!" Sesaat setelah Rio mengucapkan mantra ilusi, sebuah cahaya menyinari seluruh bagian Barrier untuk yang kedua kalinya.


*CLANG*


Cahaya itu meredup, dan pada akhirnya menghilang sedikit demi sedikit mengikuti berjalannya waktu.


{Dengan begini aku tidak perlu untuk mengkhawatirkan adikku lagi}


Benar, dengan digabungkannya naga petir itu dengan Barrier, hasil nya Barrier telah di perkuat mencapai ratusan kali lipat.


Naga itu bisa menjadi pelindung maupun penjaga kediaman rumah ini.

__ADS_1


Terdapat juga perubahan yang berbeda dengan ditambahkannya sihir ilusi. Sihir itu berefek dengan kelima Indra manusia. Jadi selama ada orang yang melewati di luar penghalang, jika mereka memiliki niat buruk, mereka tidak akan bisa mengontrol kelima indranya dan pada akhirnya orang itu seolah-olah dikontrol oleh kesadarannya sendiri untuk menjauh dari tempat dimana Barrier berada.


"Sayangnya, item ini hanya bisa untuk sekali pakai saja. Lain kali aku akan membeli beberapa item yang seperti ini."


Selama ini setelah di mulainya proses pengupdatetan sistem, Rio belum pernah membeli barang di MAL.


Walaupun terdapat Magic Item yang beragam fungsinya, tetapi harganya yang cukup fantastis membuat Rio enggan untuk mengeluarkan sepeserpun uang untuk membeli barang tersebut.


Baginya, barang yang berada di ruang penyimpanannya sudah cukup untuk dapat dirinya merasa puas.


Semua barang itu sebagian di beli melalui uang pribadinya, dan sebagian laginya dia dapatkan dari menyelesaikan Quest yang di berikan oleh sistem.


Berpikir tentang Quest, sudah lama sekali sejak terkahir kali Rio mendapatkan Quest dari sistem. Tapi sayangnya sebelum pengupdatetan sistem selesai, Rio belum bisa menerima Quest. Jadi sampai sistem selesai diupdate, Rio akan menunggu sambil bersantai dan menganggap itu sebagai hari liburnya di saat dia harus menyelesaikan tugas-tuganya di masa lalu.


{Inginnya aku bersantai setelah bertemu dengan adikku, tetapi sayangnya selalu saja ada yang mengganggu waktu liburku.}


Nafas beratnya yang mengungkapkan perasaan keluh kesahnya, membuat Rio merasa jika tidak ada hari libur untuknya bisa bersantai.


Semenjak dia datang ke bumi ini, masalah selalu berdatangan satu demi satu. Dimulai dengan kemunculannya Makhluk misterius yang dapat mengancam kehidupannya, para manusia yang berubah menjadi zombie, serta kemunculan makhluk dunia lain yang mencampuri segala urusannya.


{Tetapi, bagaimanapun caranya aku harus bisa melindungi mereka berdua.}

__ADS_1


Semuanya berpotensi menjadi sebuah ancaman baginya, dan semua itu ada sangkut pautnya dengan Makhluk Misterius yang selama ini mengikuti dirinya.


Walaupun Rio tidaklah bisa mati, tapi tidak ada kepastian jika pihak lawan akan mengancamnya dengan menggunakan kelemahan terbesar baginya, yaitu adiknya dan Santi.


Untuk itulah dia harus memastikan apakah adiknya dan Santi akan benar-benar aman.


Pihak lawan telah mengetahui tempat ini, tetapi untungnya dia belum mengetahui kediaman rumah Santi.


Jadi, untuk tidak menghindari kesalahan untuk yang kedua kalinya, dia harus melindungi kedua orang tersebut.


Untungnya dia telah membuat klonnya yang berlevel 10,000 . Seharusnya itu cukup dengan kemampuannya untuk melindungi adiknya.


Selama semuanya berada di genggaman tangannya, tidak akan ada yang bisa untuk mengacaukan rencananya.


"Asura!" Sebuah perintah di ucapkan oleh Rio ketika dia sedang duduk di pinggiran kasurnya.


Bayangan hitam dalam sekejap muncul membentuk sesosok wanita yang sedang mendungkuk memberi hormat kepada seorang pria yang sedang duduk di pinggir kasur dengan menyilangkan kakinya. "Ya!"


"Aku memberimu perintah untuk melindungi wanita itu! Tugasmu untuk sementara akan di alihkan, fokuslah untuk menjaga wanita itu dari balik bayangan!"


"Baik, Saya mengerti!" Setelah dia selesai mengucapkan katanya, Asura segera menghilang dalam sekejap dari ruangan tersebut.

__ADS_1


Setelah Asura pergi meninggalkan ruangan itu, Rio segera bangkit dari tempat tidur sambil merentangkan tangannya ke atas.


"Dan sekarang waktunya untuk menemui gadis itu."


__ADS_2