Invincible In Apocalypse

Invincible In Apocalypse
Chapter 63 Aura yang sangat Kuat


__ADS_3

Tapi dia tidak bisa memastikan sepenuhnya dugaannya adalah kebenarannya.


Dari sudut pandangnya, Rio memiliki dua kemungkinan.


Yang pertama gadis kecil itu adalah seorang Necromancer, mengingat dia bisa mengendalikan zombie sebanyak ini.


Jika benar begitu, maka Rio harus menghentikan sang pengendali. Melawan zombie-zombie sebanyak ini akan sia-sia mengingat setelah ia menebas dan masih muncul berdatangan banyak zombie melalui kedua ruangan di depannya.


Tapi, jika pilihan itu tidak akurat, maka ada kemungkinan zombie-zombie ini adalah sebuah pemanggilan. Artinya ada sebuah item tertentu yang dapat memanggil sekumpulan zombie ini.


Jadi, dia harus mencari intinya dan menghancurkannya. Dengan begitu masalah yang satu ini akan terselesaikan.


Setelah dia berfikir untuk beberapa saat, pada akhirnya Rio mencoba mengaktifkan skillnya.


Melalui skillnya itu, dia dapat melihat 2 bola yang berada di ruangan yang berbeda. Ada kemungkinan kedua bola itu adalah inti dari pemanggilan zombie itu.


{Seperti yang sudah kuduga, ada sebuah item yang dapat memanggil sekumpulan zombie ini}


Dia menonaktifkan skillnya, lalu menghadap ke arah sekumpulan zombie yang berada di depannya.


"Baiklah... Aku akan mengincar intinya terlebih dahulu."


Rio maju memasuki ke dalam sekumpulan zombie. Sementara di segala penjuru arahnya semuanya lautan zombie.

__ADS_1


Sementara para zombie mulai menyerangnya, Rio mulai menebas zombie yang berada di depannya untuk membukakan jalan menuju ke ruangan kiri.


Salah satu zombie dari arah belakangnya melompat ke arahnya, Rio yang menyadari hal itu mulai menghindarinya lalu menebasnya menggunakan katananya.


"Kau! Dasar kroco! Matilah!" Ucapnya sambil menebas zombie itu.


"Sungguh melelahkan. Jika seperti ini, aku tidak akan mungkin sampai ke intinya dengan cepat."


Benar, jika dia terus seperti ini di keroyok oleh sekumpulan zombie yang tidak ada habisnya, maka itu hanya akan membuang-buang tenaganya.


Membuang banyak waktu dan tenaga tapi keadaannya masih seperti semula hanyalah tindakan yang sia-sia.


Cara yang seperti ini sangat tidak efektif untuk melawan sekumpulan zombie itu. Untuk dari itu dia akan memilih cara yang satunya.


"Instant Death!"


Setelah tidak ada siapapun di sekelilingnya, dia mulai memejamkan matanya sambil mengarahkan katananya ke arah depannya (Seperti seseorang yang sedang bersiap untuk menusuk).


Setelah dia berfokus sambil mengamati sekitarnya melalui pikirannya, pada akhirnya dia menemukan item yang ia cari itu.


Rio mulai menusukan katananya ke arah depan, sementara bayangan item itu muncul di depan tusukan katana itu.


"Kena kau!"

__ADS_1


Item itu menghilang setelah ditusuk menggunakan katana tersebut. Para zombie yang sedang berlari ke arahnya pun ikut menghilang, keadaan di sekelilingnya menjadi sepi dan hening seketika.


"Huh, akhirnya selesai juga pekerjaan yang disini.."


Dia melihat ke sekelilingnya sekali lagi dengan menggunakan skillnya. Zombie yang berada di lantai satu sudah dibersihkan olehnya.


Setelah dia selesai mengamati lantai satu, lalu dia melihat ke arah lantai dua. Segerombolan zombie sedang berjaga diluar pintu yang di dalamnya terdapat seorang gadis yang sedang mengawasi.


Yah, seperti yang sudah di duganya, gadis itu menyadari kehadiran Rio saat dia berada di luar gerbang.


{Gadis itu.... menarik. ini sangat menarik.}


Setelah dia mengamati gadis itu, Rio menyadari suatu yang sangat membuatnya tertarik.


{Apa kau sengaja menyembunyikannya? Yah mau bagaimanapun aku bisa melihat dengan jelas Aura yang besar dari dalam dirimu.}


Benar. melalui mata batinnya, Rio mendapati Gejolak Aura yang besar dari dalam tubuh gadis itu.


Jika itu dirinya di luar, Rio masih sedikit samar merasakannya. Tapi jika dia mendekati dan amati lebih dekat, dia menyadari ada sesuatu yang menyegel tubuh gadis itu.


Apa itu disengaja atau tidak disengaja dia masih tidak mengetahuinya. Tapi yang pasti.... Gadis itu lebih kuat, bahkan puluhan kali lipat lebih kuat dari Skypuncture.


Setelah dia selesai mengamati dan sudah saatnya melakukan suatu tindakan, Rio menghadap ke arah depannya yang dimana ada anak tangga yang menuju ke lantai dua.

__ADS_1


Setelah merasa sudah cukup, dia mulai berjalan perlahan menaiki anak tangga itu menuju ke lantai dua.


"...Sekarang saatnya menuju ke target utama."


__ADS_2