
"Itu.. Aku sama sekali tidak mendownloadnya. Game yang ada di ponselku cuman ada simulasi kencan doang."
Putri membalasnya secara spontan, sementara itu Sabrina terkejut dengan jawabannya.
"Ah. Kalau begitu apa kau pernah membaca komik atau menonton anime? mungkin kamu bisa tahu dari itu."
Sepertinya dia juga pernah mendengar tentang suatu serial animasi buatan Jepang, yaitu (Anime). Walaupun dia tidak pernah menonton anime, tapi dia pernah mendengar secara sekilas teman laki-laki di kelasnya sedang berkumpul membahas anime yang sedang mereka tonton semalam. Yah, walaupun dia sama sekali tidak mengerti maksud dari kata mereka, tapi melihat mereka yang terlihat senang membuatnya tertarik dengan pembahasan yang sedang dibahas. Dia berpikir jika ada waktu luang dia akan mencoba menyempatkan waktunya untuk menonton 1 episode anime.
Merilekskan diri dan beristirahat memang penting dibandingkan dia harus terus berpikir untuk kegiatan belajarnya. Itulah keinginannya, tapi sayangnya sampai sekarang dia tidak mempunyai waktu luang untuk menonton anime.
Sedangkan untuk komik dia sepertinya paham. Walaupun dia tidak terlalu senang dengan komik, tapi ada salah satu komik yang membuatnya tertarik untuk membacanya. Komik itu berjudul ' Sistem admin dari dunia lain.' Komik itu sesuai dengan judulnya. Bertema tentang sistem-sistem seperti Ai yang di program untuk membantu manusia sesuai dengan kegunaannya. Dia menyukai tentang komik yang berhubungan dengan pelajaran di sekolah, salah satunya pelajaran fisika. Untuk itulah dia selalu membaca komik yang berhubungan tentang 'ilmu pengetahuan' dibandingkan dengan tema fiksi yang sangat diluar logika. Seperti halnya komik bertema super Hero yang bisa terbang ke langit, bukankah itu bertentangan dengan hukum gravitasi? Yah walaupun tujuan dari komik hanya untuk menikmati pembacanya, tapi dia juga harus pandai memilih komik mana yang sekiranya yang ia sukai. Intinya dia berfikir secara logika untuk semua yang ia lakukan.
__ADS_1
Nuke berpikir sejenak sebelum Putri berbicara.
"Tidak. Apa itu anime? Komik pun aku jarang sekali membacanya. Orang tuaku selalu membatasi ku setiap kali aku di rumah."
Sementara Putri menjelaskannya, sepertinya Sabrina telah menyerah dengan petunjuk yang ia punya.
"... Kalau seperti ini sangat sulit untuk menjelaskannya. Seperti yang sudah kuduga, putri dari keluarga konglomerat kaya memang sangat ketat sekali."
*Haahhh...* Putri menghembuskan nafasnya, lalu... "Jadi... Bisa kalian jelaskan dengan cara lain biar aku yang bodoh ini paham?"
"Hmm.... Akan sulit jika kamu saja tidak mengetahui apa itu sihir. Aku pun sama seperti kamu sebelumnya, tidak mengetahui sihir. Tapi mungkin kamu akan paham jika sudah mencobanya."
__ADS_1
Benar. Dia juga dulu tidak memahami apa itu sihir. Tapi setelah belajar tentang sihir dari orang itu, dia dapat sedikit memahami arti dari sihir.
Tapi, dibandingkan dengan orang itu, pengetahuannya yang dia ketahui mengenai sihir masih minim dan masih perlu belajar lebih banyak lagi. Perbedaan diantara mereka berdua bagaikan langit dengan bumi. Dan dia tidak akan mungkin akan mencapai langit jika tidak belajar lebih banyak lagi. Tapi, jika dia berusaha keras, tekun dan rajin, mungkin saja dia dapat menggapai langit itu walaupun tidak dalam waktu yang dekat. Tidak hanya dia saja, semua orang pasti menginginkan sebuah pengetahuan yang dapat berguna di masa depan. Maka dari itu, mungkin saja orang itu dapat membagikan ilmunya kepada orang banyak, tak terkecuali kepada teman-temannya.
".... Kakakmu itu mungkin tidak keberatan jika mengajari tambahan orang kan, Rani?"
"Ah, ya. Aku tidak tahu. Mungkin nanti aku akan mencoba memintanya kepada kakak."
Mendengar pernyataan itu, Nuke sedikit merasa lega.
"Bagus. Jika dia berkenan maka itu akan sangat terbantu sekali."
__ADS_1