Ipar Laknat

Ipar Laknat
CH 46 • IPAR LAKNAT - Manfaatkan aku •


__ADS_3

Rinjani berusaha mengontrol emosinya, di tempat umum tak mungkin dia akan lebih kasar lagi walau dia sangat sangat marah pada pria yang kini bahkan berani menemuinya.


"Maafkan mas Rinjani."


Rinjani mengulas senyumnya dengan terpaksa. Setelah emosinya sedikit menurun.


"Pak Damar."


"Panggil mas..."


"Tidak, saya lebih nyaman dengan pak." Potong Rinjani cepat sembari mengangkat tangannya."Apa jika saya memaafkan anda. Anda akan berhenti mengganggu hidup saya?"


"Rinjani, mas nggak bermaksdu mengganggu hidupmu. Hanya..."


"Hanya?"


"Hanya..... Ingin kamu, memaafkan semua kesalahanku. Aku sangat menyesali semuanya." Ucap Damar dengan guratan sedih diwajahnya."Aku terus menyesali nya selama lima tahun ini, aku terus merasa tak tenang. Aku tau aku sangat keterlaluan waktu itu, tapi, bisakah kamu memaafkan mas?"


Rinjani menghela nafas beratnya.


"Saya memaafkan anda. Dengan syarat. Menjauh dari hidup kami."


"Rinjani....."lirih Damar dengan nada memohon.


"Bukankah Anda kemari untuk meminta maaf? Atau memang ada tujuan lain?"


"Mas ingin memperbaiki semuanya."


Rinjani tertawa mencemooh,


"Apa yang ingin diperbaiki? Apa anda melihat ada yang rusak disini?"


"Rin... Maafkan Mas. Mas sangat menyesal..."


"Jika pun ada yang rusak, maka itu adalah diri anda sendiri. Jangan ucapkan kata sesal pada saya. Basi!" Lontar Rinjani memandang Damar dari atas kebawah dengan remeh."Saya rasa, tidak ada lagi yang perlu di bicarakan. Permisi."


Rinjani mengambil langkah lebar meninggalkan Damar yang masih diliputi oleh ras sesal. Pria itu mengangkat tangannya ingin menahan Rinjani, namun hanya mengambang di udara.


"Aku pasti akan mendapatkan kalian kembali. Aku pasti bisa membuatmu luluh, dulu kamu sangat mencintaiku Rinjani. Pasti masih ada secuil rasa disana untukku." Gumam Damar dengan pandangan mata sendu.

__ADS_1


###


Sementara Rinjani yang masih mencoba mengontrol emosinya yang masih serasa meletup itu. Berhenti pintu masuk halaman restonya. Rinjani menghirup oksigen banyak-banyak mengganti udara yang tercemar oleh Damar. Ia lalu menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Ingin rasanya menangis, tapi air mata seperti telah habis hanya untuk pria itu.


Tepat saat itu sebuah mobil merah berhenti di depannya. Rinjani menurunkan tangannya, ia hapal milik siapa itu.


"Zeo...."


"Lama menunggu?" Lontar Zeo membukakan pintu untuk wanita yang sedang kalut itu.


Tanpa kata Rinjani menarik bahu Zeo sedikit ke bawah, berjinjit lalu menyatukan bibir nya dengan bibir Zeo. Hanya sebuah kecupan singkat.


"Hei.... Ini ditempat umum, ada Sam juga didalam sana." Protes Zeo walau ia senang juga Rinjani berinisiatif menciumnya.


"Bawa aku ketempat yang jauh Ze.,"


###


Mobil merah itu bergerak membelah jalanan. Zeo sesekali melirik Rinjani yang hanya diam dan memandang rimbunan pohon hijau dari balik kaca disampingnya.


"Ada apa?"


"Hem?"


Rinjani tersenyum kecil, "Zeo, kapan kamu akan Menikahi ku?"


"Kamu sangat tidak sabaran. Aku sedang menyiapkan pesta yang megah untukmu." Ucap Zeo dengan senyuman.


"Aku tidak butuh pesta yang megah, Zeo. Itu tak menjamin apapun."


"Apa yang kamu khawatir kan?"


Rinjani terdiam sesaat, "Zeo bagaimana jika aku tidak tulus mencintai mu? Tidak sungguh-sungguh menerimamu? Bagaimana jika.... Aku hanya memanfaatkan mu?"


Zeo terdiam, hanya fokus pada jalanan. Sedikitpun tak menoleh ataupun menggerakkan bibirnya, cukup lama Rinjani menunggu, netranya terus menatap dalam wajah pria blasteran di sampingnya.


"Aku tidak keberatan."


Rinjani tergugu, ia sedikit tercengang dengan apa yang Zeo ucapkan. Terbuat dari apa sebenarnya hati Zeo, sampai ia berkata seperti itupun pria itu tak keberatan.

__ADS_1


"Ze...."


"Kamu mau aku bagaimana Rinjani?" Tanya Zeo tanpa menoleh dan masih fokus menyetir."apa kamu mau aku membatalkan semuanya? Apa kamu mau kita berakhir saja? Atau bagaimana?"


Rinjani menggeleng pelan. "Tidak..."


Lalu ia menunduk. Netranya sudah mulai berembun." aku hanya... Tidak yakin dengan perasaanku... Aku takut menyakitimu... Kamu pria baik... Dan aku terus memanfaatkan mu sampai detik ini."


Zeo menepikan mobilnya dan berhenti. Ia menoleh ke belakang dimana Sam sedang tertidur. Lalu ia memandang Rinjani.


"Bagaimana kalau, kita menikah malam ini?" Ucapnya masih lekat menatap Rinjani yang langsung menegakkan kepalanya.


"Akan ku minta Jiechi mengurus semuanya. Aku akan mengikatmu sampai kamu tak bisa pergi kemanapun. Tidak bisa berpaling, tidak bisa kembali pada Damar."


"Zeo...."


"Aku tau, dia menemuimu hari ini, dan dia juga mencoba menjalin kerjasama dengan samudera resto. Aku tau semuanya Rinjani. Aku bahkan tau dia sudah melakukan tes DNA terhadap Sam."


Rinjani menutup mulutnya yang terbuka karena terkejut Damar akan berlaku sejauh itu.


"Bisa-bisanya dia...."


"Karena itu, manfaatkan aku Rinjani. Jangan sampai dia mengambil Sam dari kita."


______


Bersambung...


.


.


My Readers kasih Othor ini dukungan dong, biar up terus setiap hari.


Like


Komen


Terima kasih.

__ADS_1


Salam hangat.


☺️


__ADS_2