Ipar Laknat

Ipar Laknat
CH 61 • IPAR LAKNAT -


__ADS_3

"Mbak Rinjani?"


"Mbak? Apa mbak Rinjani di dalam?"


Bu Ros mengetuk pintu kamar mandi di samping dapur. Karena pintu itu terkunci, sementara, biasanya hanya dia yang menggunakannya. Namun, entah kenapa, hari ini terkunci, padahal dia sudah sangat kebelet pipis.


"Duuhh, nggak tahan nihh, siapa sih yang di dalam?" Gumam nya.


Tak lama pintu kamar mandi di buka dari dalam. Rinjani keluar dengan wajah berkeringat.


"Mbak Rinjani nggak papa? Kok keringatan?" Tanya Bu Ros heran.


"Nggak papa Bu," jawab Rinjani sambil berlalu dengan terburu-buru.


"Ng? Kenapa dengan mbak Rinjani?" Bu Ros terheran-heran lalu gegas memasuki kamar mandi.


Setelah selesai menuntaskan hajadnya, dan cebok, bu Ros tak sengaja melihat ke tempat sampah di dalam kamar mandi. Ia tertegun. Lalu, mengambil sesuatu dari sana. Seketika wajahnya sumringah.


###


"Kau!!"


"Mau apa lagi kau kesini?"


Zeo tersenyum licik. Melihat reaksi Damar dan Mama ratna yang sangat terkejut dan tidak suka.


"Apa kamu kesini untuk menghina kami haa??"

__ADS_1


Zeo masih menyungging senyum liciknya.


"Kau..... Sejak kau masuk ke dalam rumah ini hanya kesialan saja yang kami dapat."


"Aaa.... I ya, aku baru ingat, Rubian grup yang sangat besar itu, kini jadi bangkrut, kau.... Sejak kau masuk kedalam perusahaan papa, Rubian grub jadi oleng. Kau.... Kau pelakunya kan?" Tuduh Damar menunjuk-nunjuk Zeo dengan tidak ramah dan marah.


Ia berjalan mendekat dan hendak memukul pria bule itu. Namun, dua orang pria kekar menghadangnya dan memukul Damar mundur. Sementara Zeo tersenyum sinis.


"Damar!" Pekik Mama Ratna dengan histeris melihat Damar yang tersungkur dilantai.


Zeo menatapnya dengan angkuh.


"Apa kau lupa Damar? Kau sudah melakukan penggelapan?"


"Kaauu...." Geram Damar menatap Zeo dari bawah tempatnya tersungkur. Disampingnya, sang mama memeluk anak lelakinya.


"Hahahah...." Zeo menatap wajah pak Budi yang terlihat sangat terkejut.


"Miris sekali bukan, papa? Anakmu bahkan menirukan jejakmu." Ucap Zeo menunjuk Damar, "Menikahi dua wanita."


Pak Budi memejamkan matanya, menahan semua emosi yang bergejolak didalam dadanya. Perasaan bersalah,menyesal sedih dan marah.


"Kau biarkan ibuku hancur demi perusahaan yang kamu banggakan itu. Kini aku hancurkan perusahaan itu demi ibuku disurga. Kau tau papa? Rinjani seperti ibuku, dia dihianati oleh suaminya. Hanya aku tak akan membiarkan Rinjani ku bernasip sama dengan ibu."


"Sekarang, memohonlah padaku, hanya aku yang bisa menyelamatkan kalian. Memohonlah!" Ucap Zeo dengan tatapan merendahkan.


"Bajing*** kau Zeo!"

__ADS_1


Damar bangkit lagi dan bergerak hendak menyerang Zeo, namun lagi-lagi orang yang bersama Zeo menahannya dan memukul mundur Damar. Akan tetapi, Damar tak mau menyerah, ia harus melukai Zeo walau hanya ujung hidungnya. Ia harus mendapatkannya.


###


Rinjani terpaku melihat berita di televisi. Ia sangat terkejut mengetahui perusahaan Pak Budi yang hancur dan bangkrut. Ia lalu mencoba menghubungi pak Budi, namun nomornya selalu sibuk. Lalu ia mencoba menghubungi Damar. Dan hasilnya sama saja.


Rinjani memijit pelipisnya. "Apa yang sebenarnya terjadi?"


Rinjani menyenderkan pungung dan kepalanya di sofa. Ia menatap langit ruangan itu.


Ingatannya bermain-main. Otaknya mulai berfikir, bagaimana bisa perusahaan sebesar itu sampai bangkrut? Bagaimana bisa perusahaan itu sampai hancur?


Ia ingat, Zeo pernah masuk kerubian grup, ia juga ingat, bahwa Zeo adalah anak dari istri lain dari pak Budi.


Rinjani memijit pelipisnya,


"tak mungkin Zeo terlibat." Batin Rinjani menolak."Lalu, kenapa dia tiba-tiba datang dan masuk kedalam perusahaan, sementara dia sendiri memiliki perusahaan yang hampir sama dengan Rubian grub?"


"Tunggu....." Rinjani mulai berselancar di internet, ia terkejut, hampir sebagian besar, Zeos CORP yang mengambil alih semua, dan sebagian lagi adalah Harison grup.


Rinjani tersenyum kecut. "Zeo...."


Rinjani mulai teringat lagi, di kamar Bu Ros, ia melihat foto anak kecil yang mirip dengan Zeo. Rinjani lalu bangkit dari duduknya, lalu berjalan menuju kamar Bu Ros.


"Semua ini mungkin bisa aku ketahui jika bertanya pada Bu Ros. Tentang masa lalu Zeo." Gumam Rinjani.


Bersambung...

__ADS_1


________


__ADS_2