Ipar Laknat

Ipar Laknat
CH 7 • IPAR LAKNUT - Bos Gila itu Datang Kerumah •


__ADS_3

"Aku mengizinkanmu menjadi kekasihku."


"Apa?"


Mata Rinjani membulat sempurna, memastikan lagi pendengarannya mungkin saja salah. Apa bos nya itu sedang mengatakan akan menjadi kekasihnya?


Kekasih? Apa dia tidak waras? Jelas-jelas Dia tau aku sudah menikah. Bagaimana bisa dia bilang menjadi kekasih. Apa dia mau jadi pebinor? Apa gelar itu sedang populer sekarang? Atau dia hanya ingin mempermainkan ku? Rinjani bermonolog dengan mata curiga pada bosnya.


"Hei!"


Rinjani tersentak, sadar dari pikirannya yang sibuk mengandai.


"What are you thinking?"("Apa yang kamu pikirkan?") Zeo mengetuk-ngetuk kening Rinjani.


"I've been married, mister Zeo."("Saya sudah menikah bapak Presdir.")


"And?"("Lalu?")


"Of course i can't be your lover even if you let me."("Tentu saja, aku tak bisa menjadi kekasihmu meski kamu ijinkan."


Zeo manggut-manggut.


"Its so regretted."("Itu sangat disayangkan.") Rinjani.


"Right. I never allowed anyone else to be my lovers."("Benar, aku tidak pernah mengijinkan siapapun menjadi kekasihku.")


'siapa yang perduli pak Zeo. Pria tak berakhlak sepertimu siapa yang mau? Hanya modal harta dan tampang. Paling cuma diporotin.' batin Rinjani mengejek.


'Yah, sekali-kali mempermainkannya boleh lah.' lanjutnya membatin.

__ADS_1


"If you want ask permision to my husband and in-low maybe it can be considered."("Yeah, kalau anda minta ijin dulu pada suami dan mertua mungkin bisa dipertimbangkan."


'Huuhh,, orang bodoh mana yang akan melakukannya? Paling juga dia akan kena damprat. Ha-ha-ha.' batin Rinjani lagi.


"Minta ijin? Sepertinya itu ide yang bagus. Baiklah."


Seketika raut wajah Rinjani berubah. Kaget, takut, dan ia melihat sekilas senyum tipis diwajah Zeo.


'Dia, memang bermaksud mempermainkan ku. Sialan.' batin Rinjani meremas tangannya sendiri. Ia lalu tersenyum.


"Yeah, itu jika mereka mengijinkan, for your information, aku adalah mantu dan istri idaman."


"Bersiaplah untuk dihempaskan." Zeo menatap tajam dengan senyum lebar yang lebih pantas disebut seringai seekor serigala berkulit manusia.


Rinjani berjalan dengan langkah lebar keluar dari ruangan Zeo. Hatinya gelisah, wajahnya memerah dan rahangnya mengeras. Rasa marah sudah menguasainya. Rinjani masuk ke pantri mengambil gelas dan mengisinya dengan air dingin, lalu meminumnya sampai tandas.


Dua hari berlalu, Rinjani yang awalnya was-was, akhirnya mengendorkan kewaspadaan dan meyakinkan diri. Dan tak memikirkan apa yang Zeo pernah katakan.


'Yah, ini sudah dua hari, dan tidak terjadi apa-apa. Zeo gila itu hanya menggertak. Huuhh.' pikir Rinjani menggerutu. 'Sia-sia aku terus khawatir dan gelisah.'


Rinjani juga sudah tidak menemui Zeo lagi sejak dia nekat mengirim laporan lewat email meski Zeo berkali-kali memanggilnya.


Seberapa banyak Zeo memanggilnya lewat telpon dan sonding perusahaan, sebanyak itu pulalah Rinjani mengirimkan email laporan. Dan, Zeo pun tak lagi memanggilnya. Tentu, itu membuat Rinjani tersenyum menang.


Hari semakin sore, Rinjani akhirnya pulang, ia tak lupa membeli roti bakar dan lumpia basah di jalan jayakarsa pesanan pak Budi ayah mertuanya.


Sesampainya Rinjani dirumah, ia sedikit heran melihat mobil yang bukan milik anggota terparkir di halaman rumah. Rinjani memandang mobil itu dengan seksama, ia merasa cukup familiar dengan mobil itu. Tapi dimana ia tak ingat.


"Ah, mungkin tamunya papa, makanya dia memintaku membeli roti bakar dan lumpia basah." Gumam Rinjani berjalan memasuki pintu utama rumah yang besar itu.

__ADS_1


Langkah kakinya memelan seketika, saat ia mendengar suara yang sudah sangat ia hapal sedang berbincang dengan pak Budi. Rinjani masih berjalan pelan dan ragu hingga netranya melebar melihat sosok yang duduk di seberang papa Budi.


"Rinjani, kemarilah." Seru pak Budi dengan riang gembira memanggil Rinjani disertai lambaian tangan agar mendekat.


"Ini Zeo...."


Pria bernama Zeo itu tersenyum smirk.


"Hay!"


Mulut Rinjani terbuka lebar, sangat lebar, semoga tak ada lalat yang masuk.


_____


Bersambung....


$$$$


My Readers kasih Othor ini dukungan dong, biar up terus setiap hari.


Like


Komen


Terima kasih.


Salam hangat.


☺️

__ADS_1


__ADS_2