
...Jalan-Jalan Ke Pusat Perbelanjaan...
...----------------------------------------------------------------------------------...
Setelah jam Sekolah berakhir, aku segera keluar dari kelas.
Hari ini sungguh melelahkan, gara-gara Frea mempermainkanku, aku jadi malu, dia memang mengerikan.
Saat aku memikirkanya, Frea tiba-tiba sudah berada di sampingku.
"Waaaaa!" aku pun merajuk.
"Avrora, kenapa kau terkejut begitu? apa kau ingin jalan-jalan lagi? biar aku temani."
"Ya sebenarnya hari ini Kakaku yang akan menemaniku."
"Jadi begitu ya." jawab Frea dengan wajah kesal.
Eh kenapa dia tiba-tiba jadi kesal begitu?
"Kenapa kau kesal begitu?" aku bertanya.
"Sebenarnya aku tidak terlalu menyukai Pria itu dia selalu sok keren dan selalu menggoda para Gadis, dia menjijihkan."
Setelah berbicara seperti itu dia terlihat panik dan melanjutkan bicara.
"M-Maafkan aku Avrora karena telah menjelekan kakakmu."
"Eh jadi begitu ya, lagian aku tidak peduli juga."
"Eh kenapa kau tidak marah dia kakakmu kan?"
Aku pun berbisik pada telinga Frea.
"Walau dia Kakaku, tapi kami tidak mempunyai hubungan darah, jadi tolong rahasiakan ini ya Frea-chan."
Frea pun terkejut saat mendengarnya.
"Kenapa kau memberitahukan itu padaku?"
"Itu karena kau adalah temenku."
Tiba-Tiba Frea langsung memeluku.
"Avrora terimakasih, aku sangat senang mendengarnya."
Kami berdua pun di lihat banyak orang.
"Woe Frea! Apa yang kau lakukan, cepat lepaskan bodoh."
Frea pun melepaskan pelukanya.
"Maaf-Maaf Avrora ehehehehe."
Ungkap Frea sembari garuk-garuk kepala.
Bersamaan dengan itu Michael datang.
"Avrora-chan, ayo cepat kita pergi, hari ini aku akan menemanimu kan?"
"...umm, baiklah Onii-sama." aku menatap Frea, "Frea aku pergi dulu, sampai besok."
"...umm, sampai besok Avrora."
Sekarang aku pun sudah berada di dalam Mobil bersama Michael.
"Jadi kau ingin mengajaku kemana Onii-sama?" aku bertanya.
"Bagaimana kalau kita ke pusat perbelanjaan, kau boleh meminta apapun akan aku belikan."
"Benarkah? Kalau begitu ayo kita kesana."
Aku pun tersenyum dalam hati.
Hihihi...aku pasti akan membuatmu bangkrut.
__ADS_1
Setelah 10 menit perjalanan akhirnya kami sampai di pusat perbelanjaan.
Setelah turun aku melihat pusat perbelanjaan ini terlihat mirip seperti Mall yang super besar.
Kami berdua pun masuk.
Michael terlihat mengambil sesuatu, ia pun memperlihatkanya padaku dan teryata itu adalah Boneka Beruang besar.
"Avrora-chan, apa kau mau ini?"
Eh apa itu norak amat.
"Tidak aku tidak suka, aku akan memilih sendiri."
"Baiklah." jawab Michael dengan lesu.
Aku pun melihat sebuah PC Gaming.
Eh itu kan PC Gaming lengkap dengan monitor, Keyboard dan Headphone, jadi di Dunia ini ada yang beginian juga, kalau begitu aku akan meminta itu ah, waktu di Bumi memiliki itu adalah sebuah mimpi.
"Onii-sama aku ingin beli ini."
"Eh ini bukanya perangkat untuk main game? apa kau menyukainya?" tanya Michael.
"Ya aku menyukainya, belikan ya?"
"Ah baiklah kalau begitu."
"Yataaa!"
Yes akhirnya aku punya PC Gaming, tapi ada yang kurang kalau tidak ada kursinya, sekalian minta juga ah.
"Onii-sama, tolong belikan ini juga dong."
"Eh buat apa, di rumah sudah banyak kursi kan?"
"Jadi tidak boleh ya?" aku berkata dengan nada imut.
"B-Baiklah, akan aku belikan."
"Aku ingin mengambil ini semia, jadi berapa tagihanya?" tanya Michael pada kasir itu.
"Silakan ini tagihanya?"
Kasir itu memperlihatkan tagihanya di layar komputernya.
"Buset mahal amat, kalau begini seluruh tabunganku akan habis, aku tidak menyangka Avrora akan meminta ini, tapi tidak apa-apa ini demi Adiku yang imut." pikir Michael
Michael pun membayarnya dengan menggunakan ATM.
"Terimakasih, silakan tunggu kami akan segera mengemasnya." tegas kasir itu.
Michael berjalan menghampiriku dengan lesu, dia tiba-tiba mengajaku pulang.
"Avrora, setelah ini ayo kita pulang."
"Eh? Bukanya kita baru jalan-jalan sebentar?"
"Ah itu? tiba-tiba aku ada urusan mendadak ahahaha." jelas Michael dengan senyum kaku.
"Sejujurnya uangku sudah habis, kalau Avrora meminta sesuatu lagi aku sudah tidak bisa membelikanya, kalau itu terjadi pasti harga diriku sebagai seorang kakak akan hancur, aku tidak ingin itu terjadi." pikir Michael.
"Ah...kalau begitu baiklah Onii-sama."
Setelah pulang nanti aku akan main Game sepuasnya hihihi.
Kami berdua pun segera menaiki Mobil untuk kembali ke Istana.
Saat dalam perjalanan menuju Istana langit tiba-tiba sedikit gelap dan terlihat pusaran-pusaran portal banyak sekali.
Sebenarnya apa itu? Aku bertanya-tanya.
Bersamaan dengan itu terdengar sirine tanda peringatan berbunyi.
Semua penduduk pun di harapkan untuk masuk ke dalam rumah dan tidak keluar untuk sementara waktu karena pintu gerbang Neraka sedang terbuka dan banyak Iblis yang datang.
__ADS_1
Wah ngeri juga tuh.
Michael pun segera menyuruh sang sopir untuk segera mengemudi dengan cepat.
"Onii-sama kenapa kita harus pulang, bukanya sebaiknya kita membasmi para Iblis itu?" aku bertanya.
"Kau tenang saja Avrora hal seperti ini sudah biasa terjadi di sini, Petugas dan para Kastria Kerajaan yang akan mengurusi ini, kita masih perlu belajar untuk menghadapi mereka, karena kita masih anak Sekolah." jelas Michael.
Jadi begitu, padahal aku ingin bertarung, lagian aku tidak selemah anak Sekolah pada umumnya, aku sudah pernah membunuh Dewa loh dan mewarisi kekuatan Ai-chan, apa boleh buat deh.
Para Iblis pun mulai berdatangan, aku melihat ada Ibu dan Anak kecil yang masih terjebak di luar.
Kasian juga mereka, aku harus segera menolongnya. aku pun menyuruh Sopir untuk berhenti.
"Sopir tolong hentikan mobilnya, ada Ibu dan anak di sana yang masih terjebak, kita harus menolongnya."
"Jangan itu berbahaya." tegas Michael.
"Itu benar Avrora-sama, sebaiknya kita pulang saja." tegas Sopir itu.
Dasar mereka itu apa boleh buat, aku sendiri yang akan pergi.
"Kalau begitu aku akan ke sana sendiri, Onii-sama kau pulang duluan saja karena aku tidak ingin PC baruku rusak di serang Iblis, sampai nanti."
Aku segera membuka pintu Mobil dan terbang.
"Avrora jangan!" teriak Michael.
Aku pun segera pergi menghampiri Ibu dan Anak itu dan teryata mereka akan di bunuh Iblis berwujud serigala beraura Hitam.
Aku segera mengeluarkan Pedang dari dalam sarung pedang di sampingku, pedang ini adalah pedang pemberian dari Sekolah, karena setiap murid di wajibkan untuk membawa pedang saat sedang bersekolah.
Pedang ini pasti akan langsung hancur kalau aku pakai untuk menebas Iblis itu.
Aku pun memberikan Sihir pada pedangku untuk memperkuatnya.
"Swoahh!"
Aku segera menebasnya, Iblis itu pun langsung hancur menjadi Abu.
Ah teryata Iblis lemah.
"Kalian tidak apa-apa kan?" aku bertanya pada Ibu dan anak kecil itu.
"Kami tidak apa-apa, terimakasih sudah menolong kami Nona." tegas Ibu itu.
"Sama-sama, sebaiknya Kalian cepat berlindung, ah di sana ada Gedung, lebih baik kalian cepat terbang dan berlindung di sana, aku akan melindungi kalian dari Iblis-iblis ini saat kau kesana."
"Baiklah." tegas Ibu itu.
Ibu itu segera terbang sembari menggendong anaknya, sementara aku membasmi para Iblis-Iblis yang datang menyerang.
Setelah sampai di gedung mereka pun segera masuk, semua bangunan di sini teryata sudah di lindungi oleh penghalang Iblis.
Setelah itu Iblis pun semakin banyak yang berdatangan mereka semua terlihat akan menyerangku.
Bagus majulah sini, aku akan langsung menghabis kalian semua.
Saat semua Iblis mulai menyerangku bersamaan dengan itu tiba-tiba Aku di bawa kabur oleh Kasatria kerajaan dengan cepat.
Eh??
"Apa yang Anda lakukan Avrora-sama! apa Anda ingin mati?" tegas Kasatria itu.
Apa dia tidak tahu kekuatanku? Dasar menyebalkan.
"Aku hanya ingin membantu kok!"
"Anda belum mempunyai pengalaman bertempur kan, lebih baik Anda sembunyi dulu di sana, saya akan segera membereskan Iblis-Iblis itu."
"Ah baiklah."
Aku pun terpaksa menurutinya.
Baiklah aku ingin melihat pertarungan mereka dari sini, aku ingin melihat seberapa kuat para Kastria itu.
__ADS_1
Bersambung...