Isekai Reinkarnasi Menjadi Gadis Vampir LN

Isekai Reinkarnasi Menjadi Gadis Vampir LN
Volume 3 Chapter 16


__ADS_3

...Duka, Amarah, Kesedihan dan Keputusasaan...


...----------------------------------------------------------------------------...


Minerva benar-benar sangat kuat, Aku sudah menduganya kalau Aku bakal kesulitan seperti ini, Aku terus berpikir bagaimana caraku untuk mengalahkan semua Golem-golem ini.


Ai-chan sudah menganalisis semuanya, Golem-golemnya, Golem ini mempunyai kelemahan yang sama dengan Golem sebelumnya, terdapat inti didalam perutnya, tapi bertahanan dan Zirah mereka kali ini 4x lipat lebih kuat dari pada Golem yang sebelumnya.


Aku sudah memikirkan cara untuk mengalahkanya, Aku akan mencoba melawanya dengan menggunakan tombak, Aku akan mengeluarkan senjata yang belum pernah Aku gunakan sebelumnya, Tombak ini bukan tombak biasa, tombak ini adalah, tombak Iblis yang mampu menembus apapun.


Aku langsung mengeluarkanya.


"Keluarlah Primodial lightning spear!"


Portal dimensi Ruang dan waktu terbuka dan mengeluarkan sebuah Tombak yang berwana merah dipenuhi dengan Listrik.


Minerva menyeringai, "Heee apa kau ingin menghancurkan Golemku dengan itu?"


Aku memasang wahah serius, "Kali ini, Aku sendiri yang akan menghancurkan semua Golemu!"


Aku segera membuat kuda-kuda untuk menyerang.


"Ai-chan, Tingkatkanlah ATK SPD ku dan kecepatanku!"


"Hihihi, baiklah Avrora!"


"Yosh! Ayo kita mulai Ai-chan!"


"Swoshhh!" Aku langsung menyerang para Golem itu dengan cepat.


"Matilahh!"


Aku langsung menebus Golem-golem itu dengan cepat.


"Mati satu, selajutnya!"


"Swoahh!" Aku segera membantai para Golem-golem itu dan tertinggal satu, Aku melepar tombaku sekuat tenaga.


"Hancurlahhh!!! Ikeeeee!!!!"


"Bammmmm!!!"


Golem itu pun langsung meledak.


Nafasku mulai terengah-engah.


Minerva tiba-tiba bertepuk tangan, "Hebat! Kau sungguh hebat! Belum ada Orang yang bisa menghancurkan Golemku loh! Kau benar-benar menghiburku Gadis Vampir! Tapi pertarungan sesungguhnya baru saja Akan dimulai! Kalau begitu sekarang seranglah Aku dari mana saja, apa kau benar-benar bisa menyentuhku kali ini? Hahahaha!"


"Cih!" Aku langsung mengeluarkan Senjata sabitku dan bersiap untuk menyerang.


"Swoshhh!" Aku langsung menyerangnya dengan cepat dan menebasnya, tapi tiba-tiba Minerva menghilang.


"Cihh, dimana dia?"


"Awas dibelakangmu Avrora!"


Setelah mendengar peringatan Ai-chan Aku langsung menegok kebelakang dan mengayunkan sabitku lagi, tapi minerva menghilang lagi.


"Cihhh! Sialan kemana lagi dia?"


Tiba-tiba Portal dimensi terbuka dibawah kakiku dan muncul tangan Minerva dan langsung memegang Kakiku dia melemparku dengan kuat.


"Uakhhh!!"


"Aku terlempar membentur bukit!"


"Uhukk! Uhukkk!" Aku batuk darah, "Cihh!"


"Avrora kau baik-baik saja?"


"Aku baik-baik saja Ai-chan!"


Ai-chan menjelaskan Analisisnya.


"Nampaknya minerva menyebunyikan dirinya didalam Dimensi lain, dia bisa membuka portal dengam cepat dan berpindah-pindah Dimensi dengan cepat!"


"Cihh! Jadi begitu, ini merepotkan, Aku saja tudak bisa membuka portal secepat itu, apa yang harus kita lakukan Ai-chan?"


"Aku akan memfokuskan pikiranku dan menebak kemunculan Minerva, kau harus langsung menyerangnya dengan cepat Avrora?"


"Baiklah Ai-chan!"


Aku kembali bangkit dan terbang Ke Angkasa.


Minerva menyeringai, "Hee! Apa kau belum menyerah juga ya?"


"Aku tidak Akan menyerah semudah itu!"


"Swoahhh!" Aku kembali menyerang Minerva.


"Cihh! Menghilang lagi!"


"Disampingmu Avrora!"


Ai-chan dengan cepat memprediksi kemunculan Minerva, Aku segera menyerangnya dengan cepat.

__ADS_1


"Slahh!!"


"Cih! Dia bisa menghinlang lagi dengan cepat ya, sialan!"


"Hahahaha!" Minerva tertawa, "Boleh juga, Hee sekarang giliranku untuk menyerangmu!"


"Bahaya Avrora Awas!"


Aku mendengar Ai-chan memperingatkanku, tiba-tiba Banyak portal Dimensi Ruang dan waktu terbuka dibelakang Minerva dan disekelilingku.


"Sialan apa yang ingin dia lakukan?"


...


Minerva langsung menembakan Energi disetiap lubang hitam yang terbuka.


"Mampuslahh!!"


"Gawat!" Aku langsung menghindari satu persatu Energi yang datang, karena terlalu banyak Akupun terkena.


"Kyaaaaaa!"


"Bammmm!!!!


"Avrora sama!" Teriak semua Orang.


"Brukkkk! Aku jatuh dari ketinggian dengan tubuh penuh luka.


"Sialan!!" Aku mencoba untuk bagun tapi tidak bisa.


"Avora kau baik-baik saja?"


Ai-chan begitu menghawatirkanku, serangan tadi benar-bebar Fatal dan Membutuhkan waktu lama untuk memulihkanya.


"Aku baik-baik saja Ai-chan?"


Minerva menyeringai, "Mungkin sekarang Aku harus membunuhmu Gadis Vampir!"


Minerva langsung mengreluarkan Bola energi dari tanganya.


"Sekarang kau pasti Akan mati Avrora, Energi ini bukan Energi biasa, Energi ini akan langsung menghancurkan Jiwamu, Mampuslahh!"


Minerva langsung melempar Bola Energi itu kearahku.


"Cihh! Apa Aku akan benar-benar mati?"


Aku sudah pasrah mungkin ini Akhir dari hidupku.


Aku memejankan mataku, "Maafkan Aku teman-teman!"


"Bammm!!"


"Kyaaaaaaa!!" Alice berteriak kesakitan.


Aku sangat terkejut, "Tidak mungkin, Alice Chann!"


Alice jatuh dedapanku dengan penuh Luka, Aku langsung memangkunya, "Alice kenapa kau melakukan ini?"


Alice berbicara sembari memegang pipiku dengan mata setengah tertutup, "Kau harus tetap hidup Onee-chan, kau harus menyelamatkan Dunia ini, Aku senang telah menjadi Adikmu!"


"Uhukk! Alice batuk darah.


"Tidak Alice, jangan mati, tidak, Aku pasti Akan menyembuhkanmu!" Aku berusaha menyembuhkan Alice tapi itu sia-sia.


"Ai-chan lakukan sesuatu, Ai-chan cepat sembuhkan Alice!"


"Maaf Avrora, Aku tidak bisa berbuat apa-apa, Minerva menggublnakan serangan yang tidak dapat disembuhkan, Jiwa Alice Akan segera lenyap, maafkan Aku!"


Aku tetap berusaha menyembuhkan Alice dengan Healing.


"Sudah hentikan itu Onee-chan, sebentar lagi Aku Akan mati, Aku tidak mau melihat kau bersedih, tersenyumlah!"


"Uhukk!" Alice kembali muntah darah, "Onee-chan, mungkin ini saatnya Aku pergi, berjanjilah padaku untuk menyelanatkan Dunia ini!"


Aku menangis, "Aku berjanji padamu Alice chan!"


"Kalau begitu selamat tinggal Onee-chan!"


Alice pun tewas dengan senyuman.


"Tidak Alice chan! Jangan mati, ini tidak mungkin kan," Aku berteriak sembari menangis memeluk Alice, " Alice Chann!!!!"


Minerva menyeringai, "Sungguh bodoh, kenapa Anak itu mengorbankan dirinya, tapi itu sia-sia saja! Hahahaha!"


Aku mengusap Air mataku dan berdiri, Aku langsung diselimuti Aura hitam, Aku mengepalkan tanganku.


"Aku pasti Akan membunuhmu, Minerva!"


Langit tiba-tiba berubah menjadi merah dan banyak petir menyambar.


Aku berteriak pada Minaeva dengan penuh kebencian, "Aku Tidak akan mengampunimu!"


Minerva tersenyum, "Oya, jadi kau mulai serius ya?"


Aku langsung menghilang dan muncul dibelang Minerva dengan Cepat, Aku langsung menebasnya.

__ADS_1


Minerva terkejut, "Apa?"


"Slahhh!"


Minerva menghindar dengan cepat.


Minerva pun berpikir,  "Dia cepat! Bahkan Aku tidak tidak sempat berpindah Dimensi, Kecepatanya benar-benar bertambah, ini menarik!"


Aku kembali menyerangnya dengan cepat.


"Matilahhh!!"


Kecepatanku Dan ATK speed ku meningkat secara derastis.


Minerva terus menghindar dan mengeluarkan sebuah Shield.


Aku terus menebas Shildnya terus menerus dengan cepat.


Shileld Minerva Mulai retak.


Minerva terkejut, "Cih! Ini tidak mungkin?"


"Prakkk!!" Shieldnya pun pecah.


"Apaa!" Minerva heran.


Aku langsung menebas dengan sabitku, "Mampuslahh!"


Minerva langsung menghindar tapi Aku bisa mengenainya sedikit sayatan diwajahnya.


Minerva pun Murka, "Sialan, berani-beraninya orang sepertimu melukai ku seperti ini, Aku tidak Akan mengampunimu!"


Minerva langsung mecekiku dengan cepat, "Kau sialan! Aku Akan membunuhmu!"


"Cihhh!" Dia benar-benar Kuat, setelah Aku mengeluarkan seluruh kekuatanku, Aku tetap tidak bisa mengalagkanya.


Minerva terus mencekiku, dan mengeluarkan sebuah pedang suci.


"Ini buruk!"


Minerva menyeringai, "Selamat tinggal Gadis Vampir!"


"Jlebbbbb!!!" Minerva langsung menusuku perutku dengan pedang.


"Uakkkh!! Aku langsung muntah darah!"


Minerva pun menjatuhkanku.


"Aku kalah ya, maafkan Aku teman-teman, maafkan Kakak juga Alice chan, Kakak tidak bisa menepati janji Kakak untuk menyelamatkan dunia ini, Kakak akan segera menyusulmu Alice chan!"


"Brukkk!! Aku jatuh ketanah, kesadaranku mulai menghilang, gelap, gelap.


Aku pun tak sadarkan diri.


Aku mulai membuka mataku tiba-tiba Aku berada ditempat yang asing serba putih, disini sangat terang sekali, Aku pun bingung, apa ini surga? aku sudah mati ya.


"Dimana ini?"


"Hihihi!" Tiba-tiba muncul seorang Gadis bersayap putih, berambut putih, bermata biru.


"Apa dia seorang dewa?"


"Hihihi, Yo Avrora kita bertemu lagi?" sapa gadis itu.


"Ehhh siapa?"


"Jahatnya Apa kau tidak mengenaliku, Avrora?"


Aku berpikir sejenak,  "Suaramu mirip dengan Ai-chan?"


"Hihihi, ya benar Aku memang Ai-chan!"


Aku pun terkejut, "Ehhhhhhh!!"


"Hihihi, Ayo minum-minum teh dulu!"


Ai-chan mengajaku untuk minum teh, Aku pun duduk sembari minum teh dengan Ai-chan.


Aku bertanya, "Jadi ini wujudmu yang sebenarnya?"


"Hihihi, Apa kau terkrjut?"


"Aku terkejut, biasanya aku melihatmu menyerupai wujudku, apa kita sedang disurga, kita sudah mati ya?"


"Hihihi, tidak kamu belum mati kok!"


Aku terkejut, "Ehhhhhhh! Serius!"


"Hihihi, kau hanya sedang pingsan saja, " tiba-tiba Ai-chan memasang wajah serius, "Apa kau ingin kekuatan Dewa?"


"Ehhhhh! Kekuatan Dewa?"


"Hihihi, benar biar Aku ceritakan masalaluku.


Bersambung. .

__ADS_1


...Next Volume 3 Chapter 17...


__ADS_2