
...Kerajaan Iblis Di Tengah Gurun Pasir...
...------------------------------------------------------------------------------------------------------...
Hari ini Aku dan Kakak akan pergi meninggalkan Largade untuk melanjutkan perjalanan selajutnya.
Sebelum meninggalkan Largade Kami berpamitan pada Asmodeus terlebih dahulu.
"Aku pergi dulu Asmodeus, Aku akan mengirimkan sebuah portal untuk pertemuan kita kalau waktunya sudah dekat!" tegas Leon.
"Baiklah Aku mengerti Leon-sama!"
Aku segera membuka Portal, Kami berdua pun segera masuk.
Tibalah kami di suatu Dunia. Dunia ini terlihat gersang dengan langit yang berwarna merah.
"Dimana kita Avrora?"
"Ini adalah Dunia Inseta, tapi kok tidak ada tanda-tanda kehidupan manusia ya?"
Leon tiba-tiba terkejut karena melihat sesuatu.
"Lihat apa itu Avrora?"
"Itu Laba-Laba Raksasa, tampaknya di Dunia ini dihuni oleh para monster serangga!"
Tiba-Tiba di belakang kami Ada serangga Raksasa yang sedang mengincar kami.
Aku terkejur saat melihat ke belakang.
"O-Onii-chan i-itu?"
"Ada apa Avrora!" Kakak menengok ke belakang, "Ehh! Kecoa Raksasa!"
Aku segera bersembunyi di belakang Kakak.
"Ce-cepat bunuh dia Onii-chan, dia sangat menjijihkan!"
Leon pun heran.
"Kenapa kau malah takut sih!"
"A-Aku bukanya takut, Aku cuma jijik, sudah cepat bunuh dia Bodohhh!"
"Baiklah!" Leon langsung mengeluarkan pedang besarnya dan segera membelah Kecoa tersebut.
Aku menghela nafas.
"Haaah Akhirnya mati juga!"
Setelah Monster Kecoa itu mati, tiba-tiba muncul lagi Monster Kecoa dengan jumlah banyak. Aku pun merajuk.
"Hiiiiii!"
"Avrora mereka banyak sekali ini butuh waktu untuk membereskanya!" jelas Leon.
"Ayo ikut Aku Onii-chan!"
Aku segera membawa Kakak terbang tinggi, sampai ke luar Angkasa.
"Apa yang ingin kau lakukan Avrora?"
Aku menyeringai.
"Lebih baik Hancurkan saja Planetnya, lagi pula tidak ada manusia yang hidup di sana!"
"Destroyer!!"
"Bammmmmm!!"
Aku langsung menghancurkan Planetnya.
Leon menatap Avrora dengan heran.
"Mengerikan! padahal cuma masalah Kecoa sampai menghancurkan Planet."
"Bagaimana Onii-chan ehehehe!"
Aku tersenyun manis padanya.
__ADS_1
Leon menyetil dahiku.
"Itaaaaa! apaan sih!"
"Padahlal tidak perlu sampai di hancurkan begitu, kasian serangga yang lain kan?"
"Ahahaha maaf-maaf habisnya Aku panik kalau lihat Kecoa!"
"Haaah!" Leon menghela nafas.
"Kalau begitu Ayo pergi ke Dunia lain lagi!"
Aku membuka portal kembali untuk pergi ke Dunia lain lagi.
"Kami pun sampai di Dunia Envuella!"
Sejauh mata memandang di sini cuma terlihat Gurun pasir yang sangat luas.
"Dimana ini Avrora panas sekali?".
"Envuella dunia yang di penuhi Gurun Pasir!"
"Jadi begitu, Apa rencana kita selanjutnya?"
"Aku sudah menemukan Kediaman Raja Iblis Dunia ini, Kita akan langsung masuk saja kedalam Kerajaanya Ayo kita berangkat Onii-chan!"
Aku segera membuka portal dan langsung berpindah ke dalam kerajaan Farka.
Kami berdua keluar di Udara di atas Kerajaan Farka.
Aku melihat-lihat sekitar, kesan pertama saat melihat kerajaan ini adalah peradaabanya yang sangat mirip dengan Mesir Kuno.
"Ayo kita langsung temui Rajanya Onii-chan!"
"Baiklah Avrora!"
Aku dan Kakak pun langsung pergi menemui Raja Iblis itu.
Aku langsung masuk ke ruangan Raja Iblis dengan Portal.
Saat melihat portal terbuka di ruanganya Raja Iblis itu pun terkejut dan memerintahkan pasukanya untuk bersiaga.
Aku segera menggunakan kekuatanku supaya mereka tidak bisa bergerak.
Raja Iblis itu pun berdiri dari singgasananya, Sosok Iblis berkepala Srigala berbadan manusia dengan Pakaian ala Raja mesir Kuno, dia bersiap menyerang dengan tongkatnya.
"Cih siapa kalian?"
Leon menyeringai.
"Aku adalah Leon, dan yang di sebelahku adalah Adiku Avrora, Aku kesini hanya ingin meminta batuanmu!"
"Batuan?"
"Ya benar! Aku ingin kau membantuku berperang melawan Dewa!"
Raja Iblis itu pun terkejut.
"Jangan bercanda! apa kau sudah gila!"
"Tidak! Aku tidak bercanda, kalau kau mau membantuku Aku akan mengabulkan keinginanmu!"
Raja Iblis itu pun berpikir.
"Apakah dia benar-benar bisa mengabulkan keinginanku? baiklah mungkin Aku akan meminta hal yang mustahil di lakukakan, berperang dengan Dewa dan mengabulkan keinginan, apa mereka benar-benar Orang bodoh!"
Raja Iblis itu pun menyeringai.
"Baiklah Aku Raja Iblis Immortep berjanji Akan membantumu setelah keinginanku terkabul!"
"Jadi apa keinginanmu katakanlah?"
"Kau sudah melihat sendiri wilayah kerajaanku terletak di daerah Gurun Padang Pasir, untuk mendapatkan Air Rakayatku harus berjalan jauh ke timur untuk mencari sumber mata Air, disini juga tidak ada tumbuhan, Aku minta kalian me jadikan wilayahku ini menjadi wilayah yang subur di penuhi tumbuh-tubuhan dan Sungai-sungai." jelas Immortep.
Aku menyeringai di dalam hati.
"Jadi cuma itu? itu sih hal mudah bagiku, karena sekarang Aku sudah mempunyai kekuatan Dewa tidak ada yang mustahil bagiku!"
Leon pun menjawab dengan tegas.
__ADS_1
"Baiklah Kami akan lakukan sesuai permintaanmu tapi! kalau kau sampai ingkar janji Aku akan memotong kepalamu!"
Immortep tersenyum dengan percaya diri, ia yakin kalau Leon dan Avrora tidak mungkin bisa memenuhi keinginanya.
"Aku tidak akan ingkar janji!" tegas Immortep.
Setah itu Aku dan Kakak pun pergi keluar untuk mengerjakan keinginan immortep.
Semetara Immortep melihat Kami dari Atas Piramid besar.
Saat di Luar Leon terus memperhatikan Avrora yang berkeringat.
"Avrora keringatmu banyak sekali?"
Aku menjawab sembari mengelap keringat di dahiku dengan tanganku.
"Ahhh disini terlalu panas Onii-chan!"
"Sebaiknya kita ganti baju saja Avrora!"
"Ahh benar juga itu ide bagus, lebih baik kita ganti baju sesuai dengan budaya di sini!"
Aku segera merubah bajuku dan Kakak sesuai budaya disini.
Setelah ganti Aku jadi sedikit merasa sejuk di pinggangku, Aku memakai baju ala mesir Kuno, kalau di lihat-lihat Aku seperti cleopatra saja, Kakak juga terlibat seperti Raja mesir Kuno saja.
Entah kenapa setelah ganti Pakaian Kakak terus memperhatikanku, Aku langsung menutupi dadaku dengan tanganku.
"Kenapa kau melihatku begitu? dasar mesum?"
"Ahh! maaf-maaf habisnya pakaianmu terbuka begitu jadi!" jawab Leon dengan wajah memerah sembari garuk-garuk di sekitar mulutnya.
"Ya sudah kau tunggulah di sini, Aku akan melakukan tugasku!"
Aku segera terbang ke langit, Aku mencari sumber mata Air terdekat dan Aku lubangi dengan kekuatanku sampai ke Mata Airnya.
Air pun keluar menyembur ke atas dengan tekanan yang sangat besar.
Saat Air mulai keluar Aku segera membuat jalur Air, Tanah pun bergetar membentuk jalur Air di sepanjang Gurun Pasir.
Immortep sangat terkejut.
"Ini tidak mungkin?"
Setelah membuat Sungai Aku kembali menggetarkan Tanah, Aku meninggikan Tanahnya Agar keluar karena tertutup Pasir dan menumbuhkan Pohon-Pohon dan Rerumputan.
Sekarang Kerajaan yang tandus tertutup pasir seketika berubah menjadi Kerajaan yang subur dan menghijau.
Kalau dilihat dari Atas seperti Hutan yang di kelilingi oleh Gurun Pasir.
Semua penduduk di sini pun merasa takjub, mereka semunya bersorak untuku.
Immortep pun terdiam tidak bisa berkata-kata setelah melihat ini semua.
Aku dan Kakak Segera menghampiri Immortep yang berada di Atas Piramida.
"Bagaimana Adiku sudah mengabulkan keinginanmu kan?" tegas Leon.
"Kalian sebenarnya siapa, kenapa Gadis ini bisa melakukan ini semua, ini sungguh mustahil!"
"Apa kau ingin tau, hmmm bisa di bilang Kekuatan Adiku itu setara dengan Dewa, bahkan dia sudah pernah membunuh Dewa!"
Immortep menatap Avrora dengan heran, seakan tidak percaya dengan ucapan Leon.
"Mustahil ini benar-benar mustahil!"
"Jadi bagaimana dengan janjimu Immortep!" tanya Leon.
"Baiklah Aku tidak akan ingkar janji, Aku akan membatumu, Aku juga mengucapkan terimakasih karena sudah menyuburkan tanah di kerajaan ini!" Immortep membungkukan padanya, "Terimakasih banyak!"
Leon menyeringai.
"Bagus! kau tunggulah nanti saat tiba waktunya Aku akan memaggilmu, sekarang kau siapkan saja tempat untuk Aku dan Adiku beristirahat, munggkin Aku dan Adiku Akan tinggal di sini untuk beberapa hari!"
"Baiklah Aku akan menyuruh bawahanku untuk melayani Kalian!" tegas Immortep.
Setelah itu Aku dan Kakak kembali ke Kerajaan Farka untuk beristirahat.
Next Vol.4 Chapter 8
__ADS_1