Isekai Reinkarnasi Menjadi Gadis Vampir LN

Isekai Reinkarnasi Menjadi Gadis Vampir LN
Volume 3 Chapter 15


__ADS_3

...Melawan Minerva...


...----------------------------------------------------------------------------...


Setelah Aku sampai Di kerajaan Valded, Aku merasakan ada kekuatan yang mengerikan, Aku pun bertanya-tanya, sebenarnya siapa yang mempunyai kekuatan sebesar ini.


Ai-chan yang biasanya tersenyum saat berbicara dia langsung berbicara dengan serius.


"Avrora! Apa kau merasakan kekuatan yang mengerikan ini?"


"Aku merasakanya, apa kau tau siapa yang mempunyai kekuatan ini Ai-chan?"


"Tidak! Lebih baik kita cepat keluar untuk memastikanya!"


"Baiklah!"


Aku langsung keluar bersama teman-teman dan Aku terkejut melihat sosok Gadis berambut putih panjang diangkasa sedang mengeluarkan bola Energi yang sangat besar.


Aku dan Ai-chan sangat terkejut.


"Avrora! tidak salah lagi, dia adalah Dewa dunia ini, Dewa Minerva!"


Aku langsung terkejut.


"Hahhh! Apa kau serius Ai-chan? Kenapa dia ada disini dan sepertinya dia ingin menghancurkan Dunia ini?"


"Aku tidak tau pasti, Lebih baik kita cepat hentikan dia dan menayakan ini padanya!"


"Baiklah Ai-chan!"


Aku langsung berubah ke mode Demon Lord, Aku terbang mendekatinya dan berteriak, "Tunggu dulu!"


Minerva pun terkejut, "Ehhh Rupaya kau Gadis Vampir!"


Aku langsung bertanya dengan serius, "Apa kau benar-benar seorang Dewa? Kenapa kau ingin menghancurkan Dunia ini?"


Minerva menyeringai, "Apa kau benar-benar ingin tau Alasanya? Baiklah biar Aku katakan, Aku sudah muak melihat Dunia ini, kalau aku membiarkanya, peradaban Dunia ini pasti akan berubah, Aku ingin membuat kembali Dunia baru tanpa teknologi. Kenapa kau tidak hancurkan saja Dunia ini waktu itu, padahal Aku sudah sangat berharap banyak padamu!"


Aku menjawab dengan serius, "Waktu itu Aku juga ingin menghancurkan Dunia ini, tapi! Aku sadar Aku salah, kalau Aku menghancurkan Dunia ini, akan banyak nyawa yang tidak berdosa yang akan mati, peradaban Dunia pasti Akan berubah seiring waktu, kau tidak akan bisa menyangkalnya, bukanya kau hanya khawatir kalau Dunia semakin maju dan manusia semakin cerdas, mereka akan melawanmu, Minerva sama!"


Minerva langsung murka, "Cih! Beraninya kau berkata begitu kepadaku, Aku tidak perduli akan hal itu, Aku akan tetap menghancurkan Dunia ini!"


Aku meninggikan suaraku, "Kalau begitu Aku akan menghentikanmu!"


Minerva menyeringai, "Heeee! Apa kau serius ingin melawanku? Aku seorang Dewa loh! Aku akui kau memang hebat, setelah berhasil menerobos system yang Aku buat, Aku memang sangat terkejut, tapi! apa kau benar-benar bisa mengalahkanku?"


Aku menodongkan sabitku, "Aku tidak perduli siapa dirimu, Aku tidak akan membiarkanmu berbuat seenaknya, walau nyawa menjadi taruhanya!"


"Hee! Baiklah kalau itu memang maumu, Aku berjanji padamu, kalau kau berhasil mengalahkanku, Aku tidak Akan menghancurkan dunia ini!" tegas Minerva.


"Kalau begitu Ayo cepat selesekain ini!" Aku langsung bersiap untuk menyerang dengan sabitku.


"Kau sungguh tidak sabaran sekali baiklah pertama lawanlah mereka!"


Minerva langsung mengeluarkan banyak penjaga System, mereka semua keluar dari portal dimensi ruang dan waktu.


Golem kasatria berzirah putih dengan membawa pedang besar mereka keluar dalam jumlah banyak, mereka juga bisa terbang di Udara.


Ai-chan langsung memperingatkanku.


"Hati-hati Avrora! Para penjaga itu sangat kuat, mereka berbeda dengan penjaga yang sudah pernah kita lawan!'


"Cih Aku mengeri Ai-chan!"


"Swoshhh!!" Aku langsung menyerang

__ADS_1


para penjaga itu degan sabitku.


Penjaga itu langsung menahan seranganku.


"Cihh! Mereka benar-benar kuat!"


Dari belakang penjaga yang lainya mulai menyerangku.


"Awas belakangmu Avrora!"


Setelah Ai-chan memperingatkanku Aku langsung terbang menghindar!"


"Dasar merepotkan!"


Tiba-tiba dari depan sudah muncul banyak penjaga yang menghadangku, salah satu penjaga langsung mengayunkan pedang besarnya dengan kuat.


"Sial!"


Aku langsung menahanya dengan sabitku, karena terlalu kuat Aku terpental jatuh ketanah.


"Bammm!!"


"Cih kuat sekali!"


Dengan cepat para penjaga datang menyerangku lagi, mereka semua datang mengeroyoku.


"Gawat Aku sudah tidak bisa menghindar!"


Aku sudah bersiap menahan seranganya dengan sabitku sembari memejamkan mataku.


"Tenggg!"


Tiba-tiba Kakak datang menahan serangan para penjaga bersama semuanya.


Semuanya terlihat menahan serangan sembari tersenyum kepadaku.


Aku membalas senyuman mereka.


"Terimakasih semuanya, ayo kita kalahkan para penjaga ini!"


Kami semua pun langsung bertarung dengan para penjaga, tubuh mereka begitu keras dan kuat.


"Ai-chan cari kelemahan para penjaga itu!"


"Baiklah tunggu sebentar Avrora!"


Aku terus bertarung sembari menunggu Ai-chan menganalisisnya.


"Ketemu, Aku sudah menemukan titik lemahnya, Ada sebuah inti didalam tubuhnya, letaknya di bagian perut, kau harus menusuknya sampai keintinya Avrora!"


"Itu mustahil Ai-chan pertahanan mereka begitu kuat!"


"Kau harus membuat mereka tidak bergerak Avrora!"


Aku langsung memikirkan cara untuk membuat mereka tidak bergerak.


Aku teringat dulu waktu di Akademi saat Kami belajar bertarung sebagai tim, waktu itu kami berhasil mengalahkan Naga.


Aku menengok ke arah Alden, Zen, Leon dan Lisa sembari bertarung.


"Teman-teman apa kau ingat waktu saat kita bertarung mengalahkan Naga di hutan!"


"Aku ingat!" Jawab semuanya.


Cleve memasang wajah malu.

__ADS_1


"Ano Master! Kenapa kau mengingatkan hal yang memalukan itu!"


Aku tersenyum kaku, "Ahahaha, waktu itu kau memang sangat bodoh ya?"


"Glekkk," Cleve langsug kurus kering dan menagis, "Kau jahat sekali master!"


"Ahaha, maaf, maaf," Aku menjulurlan lidahku.


Aku langsung menjelaskan rencana pada semuanya sembari bertarung ini merepotkan, "Baiklah sekarang kita akan membuat Rencana seperti waktu itu, tapi ini sedikit berbeda, karena musuh bisa terbang kali ini Aku akan mengingatnya dulu dengan Rantai, setelah itu Gunakan sihir kalian untuk bisa menembus bagian perutnya dan hancurkan intinya!"


"Baiklah! Jawab mereka.


Aku langsung mengeluarkan Rantai merah, Rantai merah pun keluar dari dalam tanah dan langsung mengikat para penjaga itu.


"Cih! Mereka terlalu kuat, Aku harus berusaha untuk menahanya," Aku berteriak, "Cepat Serang bagian perut mereka, Aku tidak bisa menahanya untuk waktu yang lama!"


Mereka semua langsung menyerang bagian perutnya, Cleve mengeluarkan infinity Sword untuk menusuk para penjaga itu, pedang terbang dalam jumlah banyak langsung menusuk para penjaga itu, yang lainya juga mereka mengeluarkan sihir mereka masing-masing untuk menusuknya.


Setelah inti mereka hancur, para penjaga itu langsung lenyap.


Aku tersenyum pada mereka semua, "Nice semuanya!"


Minerva menyeringai, "Kalian boleh juga, kalian benar-benar menghiburku, tapi kesenagan baru saja Akan dimulai, Keluarlah Giant Guardian Knight.


Tiba-tiba muncul Golem raksasa bersenjata kapak lengkap dengan Zirah yang berwana Silver.


Aku pun terkejut, "Cih yang benar saja!"


Aku melihat semuanya sudah kelelahan.


"Ini buruk!"


Semuanya juga sangat terkejut.


Minerva tertawa, "Hahaha, Aku sudah bisa melihat keputusasaan kalian, apa kalian benar-benar bisa mengalahkan para penjagaku, hahahaha," Minerva tertawa dengan lantang.


Para Golem langsung menyerang dengan kapaknya.


"Bammm!"


Kami semua segera menghindar, kapak itu mengenai Bukit dan langsung terbelah.


Aku langsung mencoba menyerang dengan Sabitku dengan cepat.


"Swoshh!" Biar Aku coba seberapa kuat Golem itu.


Saat Aku menyerangnya, Golem itu dengan cepat mengayunkan kapaknya.


"Gawat! Aku langsung menahanya dengan sabitku.


"Uakhhh!" Aku terpental jauh membentur Bukit.


"Bammm!"


Semuanya langsung berteriak.


"Avrora sama!"


"Itaaaa! Uhuk, uhukkk!" Aku muntah darah setelah membentur bukit.


"Cihh, kuat sekali, Aku tidak pernah merasa kesulitan seperti ini sebelumnya, Sialan apa yang harus Aku lakukan?"


Bersambung. .


...Next Volume 3 Chapter 16...

__ADS_1


__ADS_2