
Fakta Yang Terungkap
Malam ini kami semua dan para rakyatku sedang mengadakan pesta di Alun-Alun kota untuk merayakan kemenangan setelah berperang.
Aku duduk bersama para bawahanku dan rakyatku di kursi yang sudah disipakan.
Rose langsung menyediakan makanan dan minuman untuk semua.
Banyak sekali makanan malam ini, Ibuku yang telah memasaknya Rose juga membantunya.
Aku juga membuat Bir, berkat Ai-chan Aku jadi bisa membuat Bir untuk mereka semua.
Mereka semua terlihat sangat senang dan sangat menyukai Bir yang Aku buat, mereka baru merasakan Bir, karena didunia ini tidak ada minuman seperti itu.
Kami semua makan dan minum-minum sambil ngobrol bersama, tak terasa malam sudah semakin larut, mereka semua kebayakan minum, Akhirnya Mereka mulai mambuk dan tertidur.
"Fuaaaa,"
"Aku juga sudah ngantuk, pulang ah!"
Aku langsung tidur bersama Alice yang sudah tidur dikamarku.
Aku memiringkan tubuhku dan melihat Alice yang sedang tidur.
"Imutnya, Alice-chan,"
Aku melihat leher Alice yang putih mulus.
"Deg,"
Tiba-tiba rasa haus darah Vampirku bangkit.
"Kelihatanya Darah Alice sangan enak,"
Aku langsung mengendus-endus leher Alice.
"Stop, stop, stop, Apa yang Aku lakukan?"
Aku memegang kepalaku.
"Ini gawat, kenapa Aku jadi selalu seperti ini?"
Aku pun keluar, dan terbang ke Atap rumah untuk menenangkan diri.
Rose yang melihatku, dia langsung menyusulku ke Atap.
"Avrora sama, Anda terlihat resah, apa yang Anda lakukan disini?"
"Ahh, rupanya kau Rose! Aku duduk sembari menyangga pipiku, "Rose Aku ingin minum darah, setelah melihat Adiku, tiba-tiba saja Keinginan Vampirku bangkit, Apa yang harus kulakukan Rose? Aku tidak mau membunuh manusia yang tudak berdosa,"
"Avrora sama ikutlah denganku,"
Rose tiba-tiba mengajaku pergi, Aku pun mengikutinya,"
"Kita mau kemana Rose?"
"Saya akan mengajak Anda ketempatku, tempat para kaum Vampir hidup,"
Aku pun berfikir, mungkin ide bagus, Aku juga ingin bertemu dengan mereka semua.
Akhirnya Aku sampai di Castile Vampir, tempat para Kaum vampir hidup.
Aku langsung terkejut setelah melihat Castile Vampir, bangunan yang besar dan menyeramkan.
Setelah Aku masuk, Aku melihat banyak ruangan, dan tangga.
"Tempat ini mirip rumah hantu saja,"
Aku langsung disambut para Kaum Vampir, mereka langsung membungkukan badanya, setelah melihatku.
Pria tampan, berambut coklat lumayan pajang dengan mata merah dia langsung merendahkan badanya dihadapanku, dia memegang tanganku dan berbicara dengan sopan.
"Selamat datang Avrora sama, perkenalkan Saya adalah pemimpin Kaum Vampir Ellard,"
Aku langsung tersenyum.
"Salam kenal Ellard,"
"Seperti yang dibicaran Rose, Anda memang benar-benar Leluhur, Anda juga sangat cantik, ini suatu kehormatan besar Anda datang kesini, kalau Anda mau, anda juga bisa menjadi pemimpin para Vampir disini Avrora sama,"
Aku langsung menolak dengan tegas.
"Tidak, Aku suduah punya tugas untuk memipin Negri ini, Biarlah kamu saja yang memipin Ellard san,"
"Baiklah kalau begitu Avroora sama, apa gerangan yang membuat anda datang kemari, apakah Anda membutuhkan sesuatu Avrora sama?"
Aku langsung menegok ke Arah Rose.
"Rose cepat jelaskan, kau yang megajaku kesini kan?"
Rose langsung menjelaskanya.
__ADS_1
"Begini, Ellard sama, Avrora sama membutuhkan darah untuk memuaskan Keinginan Vampirnya, jadi Aku mengajaknya kesini!"
"Jadi begitu, ini suatu kehormatan, Saya akan mempersembahkan darah saya untuk Anda Avrora sama,"
Ellard tiba-tiba mengatakan ingin memberikan darahnya, apa maksudnya, Aku langsung bertanya pada Rose.
"Hei Rose? Apa maksudnya itu?"
"Biar Saya jelaskan Avrora sama, kami semua kaum Vampir, selalu berbagi darah untuk memuaskan Keingiban Vampir kami, Kami juga tidak sembarangan membunuh manusia, tapi kadang juga ada Vampir yang keluar dan meminum darah manusia, dan menjadikan manusia itu menjadi setengah Vampir, karena vampir itu mencintainya, Vampir juga bisa jatuh cinta dengan manusia,"
Rose pun menceritakan kejadian masa lalu.
"18th yang lalu pemipin kami Raja vampir Viad dia adalah Vampir berdarah murni yang sangat kuat, dia jatuh cinta pada manusia, Yaitu Ratu Eilaria yang tidak salah lagi kalau dia adalah ibumu,"
Aku pun terkejut setelah mendengar cerita Rose, Apa mungkin ini ada hubunganya denganku, Aku langsung bertanya pada Rose!
"Rose? Apa ini ada hubunganya denganku yang menjadi Vampir?"
"Mungkin ini saatnya Anda harus tau kebenaran tentang Anda Avrora sama, mungkin ini suatu kebetulan, saat Aku mengetahui Anda adalah anak dari Raja Aldric dan Ratu Eilaria, saya mempunyai kesimpulan, Ayahmu bukanlah Raja Aldric, tapi Raja Vampir Viad, Ratu Eilaria terlah berselingkuh dengan Raja Vampir Viad,
mereka sama-sama saling mencintai,"
Aku terdiam setelah mendengar cerita dari Rose, Aku bingung.
"Apa benar Aku adalah Anak dari Raja Vampir Viad,"
"Rose Aku pernah mendengar saat Aku lahir, Ayahku bilang dia telah dikutuk oleh Vampir, dan Akhirnya Aku menjadi Vampir,"
Rose kembali menjelaskan.
"Itu mustahil Avrora sama, itu mungkin Alasan Raja Viad untuk menutupinya, saat Raja Viad kembali Kami semua mengusirnya pergi, karena dia telah melagar peraturan kaum Vampir, dia telah mencintai manusia, sebelum dia pergi dia berkata, Anaku nanti Akan lahir di dalam rahim Ratu Eilaria, dia akan menjadi Vampir terkuat, lihat saja nanti? setelah berbicara seperti itu dia akhirnya pergi,"
"Ini mustahil Aku adalah anak dari Raja Vampir Viad,"
Aku kembali bertanya.
"Rose Aku dengar Ayahku telah membunuh Vampir, apa dia adalah Raja Viad,"
"Tidak mungkin, Raja Viad akan mati dengan mudah, dia pasti cuma menipunya,"
Aku jadi berfikir
"Apakah Raja Viad masih hidup?"
"Rose? Apa mungkin Raja Viad masih hidup?"
Rose langsung menjawab dengan tegas.
"Tentu saja dia masih hidup, Aku masih merasakan Hawa keberadaanya dia ada diwilayah Barat,"
Rose memperhatikanku yang melamun, dia terlihat khawatir.
"Avrora sama, Apa Anda baik-baik saja, saya mengerti perasaan Anda, pasti Anda terkejut mendengar ini kan,"
"Ahahaha, Aku baik-baik saja Kok Rose!" Aku menjawab dengan senyum kaku.
"Kalau begitu Avrora sama bukanya Anda ingin meminum darah, Ellard sama akan memberikan darahnya untuk Anda, ini suatu kehormatan, tidak ada yang pernah meminum darah Beliau,"
Ellard langsung membungkukan badanya.
"Ayo ikutlah Aku kekamar Avrora sama, Saya akan memberikan darahku untuk Anda.
Aku tiba-tiba jadi gugup.
"Ehhh, apakah Aku akan pergi berdua dengan Ellard dikamar? dia terlihat tampan, Aku jadi gugup?"
Aku langsung menjawab dengan gugup.
"Ba~baiklah Ellard san!"
"Kalau begitu Ayo ikut Aku kekamar Avrora sama,"
Ellard langsung mengatarkanku kekamarnya.
Saat Aku berjalan Aku melihat para Vampir sedang berbagi darah mereka, Aku melihat Vampir cowok berambut kuning sedang menghisap Vampir lainya.
"Ehhh, teryata kehidupan Vampir seperti ini yaa,"
Aku pun sampai dikamar, Ellard langsung menutup pintu dan berbaring dia langsung memperlihatkan lehernya.
"Silakan hisaplah darahku Avrora sama, Aku akan memuaskan keinginan Vampirmu,"
Aku jadi tambah gugup.
"Sialan kenapa Aku gugup begini,"
Setelah melihat leher Ellard yang mulus, ***** Vampirku mulai tak terkendali.
Aku jadi sangat Agresif, Aku langsung menjilat Leher Ellard.
"Bau darahmu begitu menggoda Ellard san?"
__ADS_1
"Kalau begitu Avrora sama Hisaplah darahku sekarang, Aku akan memuaskanmu,"
Aku langsung berada diatas Ellard, Aku menciumi leher Ellard karena bau darahnya begitu menggoda.
"Akhh," Ellard merintih gely.
"Sialan ini memalukan, tapi Aku tidak bisa mengedalikan Keinginan Vampirku, Ellard benar-benar sangat menggoda,"
Aku langsung berbicara dengan malu.
"Kalau begitu, Aku akan meminumnya sekarang Ellard san,"
"Haa," Aku langsung mengeluarkan taringku dan menghisapnya.
"Akhh," Ellard menahan sakit dan gely.
"Glek, glek, glek," Aku meminum tiga tegukan.
"Apa ini? Kenapa darah Vampir begitu segar dan berbeda, ini nikmat sekali, cuma meminum sedikit saja ***** vampirku bisa terpuaskan,"
Aku langsung mengelap mulutku yang berlumuran darah
"Terimakasih banyak Ellard san,"
Tiba-tiba Keinginan Vampir Ellard bangkit.
"Avrora sama bolehkan Aku meminta sedikit darahmu,"
Aku pun terkejut.
"Ehhhhh, baiklah silakan minum saja Ellard san,"
Aku langsung menyingkab rambutku, dan menunjukan leherku, Aku berfikir dia sudah memberikan darahnya, Aku pikir aku harus membalasnya.
Ellard langsung tersipu malu.
"Anda benar-benar cantik Avrora sama, tidak sopan kalau Aku menghisap darah dilehermu, Aku akan menghisap darahmu lewat tanganmu saja,"
"Baiklah kalau begitu silakan saja,"
Ellard lansung menjilat tanganku.
"Ini sangat gely,"
Ellard menciumi tanganku.
"Tangan Anda begitu Halus dan mulus Avrora Sama, baiklah Aku akan menghisapnya, maafkan kelancanganku Avrora sama!"
Ellard langsung mengigit tanganku.
"Kyahhh," Aku merintih gely.
Dia terus menjilati tanganku yang berlumuran darah.
"Ini memalukan,"
Tiba-tiba dia berevolusi menjadi Arc Vampir.
Aku pun terkejut, apa gara-gara dia meminum darahku, Aku juga tidak tau?
Ellard merasa sangat senang.
"Terimakasih banyak Avrora sama, berkat Anda saya bisa berevolusi, saya juga akan melayani Anda Avrora sama, datanglah jika ***** Vampir Anda bangkit, saya akan selalu memberikan darahku untuk Anda,"
Aku pum tersenyum manis padanya.
"Baiklah, ehehe,"
Wajah Ellard langsung memerah karena malu.
Aku pun keluar dan langsung disambut Oleh Rose.
"Avrora sama bagaimana, apakah kamu sudah puas?"
"Hai, Aku sudah puas, terimakasih Rose!"
"Syukurlah, sekrang ayo ikut Aku, Aku akan memberikan Bonus untuk Anda Avrora sama!"
Aku kembali mengikuti Rose, dia membuka penjara Ada banyak prajurit kerajaan yang terluka hampir mati, Rose yang telah mengumpulka mereka semua.
"Kenapa kau mengumpulkan mereka semua Rose?"
Rose pun tersrnyum menakutkan.
"Dari pada mubazir membiarkan mereka mati sia-sia, lebih baik Ayo kita nikmati saja mereka semua Avrora sama hee,"
"Xixixi," Aku pun tertawa, "Baiklah,"
Aku mulai meminum darah mereka satu persatu bersama Rose.
Aku meminum darah mereka sampai kering sembari melamun.
__ADS_1
"Senjak Aku menjadi Demon Lord, Aku jadi begini, Apa Aku sekarang Monster, Aku juga tidak tau, tapi Aku tidak Akan membunuh manusia yang tidak berdosa, kecuali orang yang telah menyakiti teman-temanku dan keluargaku, Aku pasti akan membunuhnya, xixixi,"
Bersambung. .