Isekai Reinkarnasi Menjadi Gadis Vampir LN

Isekai Reinkarnasi Menjadi Gadis Vampir LN
Volume 4 Chapter 12


__ADS_3

...Pertandingan Leon dan Luther...


...------------------------------------------...


Hari ini pertandingan antara Kakak dan Luther Akan segera di mulai, para penonton sudah membanjiri pingiran arena untuk menonton.


Kakak sudah terlihat bersiap untuk bertanding, Aku pun memberikan semangat padanya.


"Onii-chan jangan sampai kalah ya!"


"Kau tak perlu mencemaskan itu Avrora, Aku pasti Akan menang!"


Setelah itu Kakak dan Luther pun segera memasuki Arena, sebelum bertanding mereka melakukan penghormatan terlebih dahulu.


Raja Drake memberikan penghalang terlebih dahulu untuk keselamatan penoton, setelah itu ia pun memberikan aba-aba.


"Siap Mulai!"


Leon dan Luther segera memasang kuda-kuda.


"Swoshh!"


Mereka berdua pun menyerang secara bersamaan dan saling beradu pedang. Leon masih menggunakan pedang biasa untuk memghadapai Luther.


Gesekan-gesekan pedangnya terlihat mengeluarkan cahaya, mereka terlihat imbang saat beradu pedang.


"Kau hebat juga Leon!"


"Kau juga hebat Luther, tapi ini masih pemanasan!"


Mereka kembali beradu pedang. Kali ini Luther mengeluarkan kekuatanya, Luther tiba-tiba mengeluarkan Darah, Darahnya berubah menjadi benda padat dan menjalar seperti Akar, Darah itu mulai menyerang Leon.


Leon terus menghindar dari serangan tersebut. Darah-darah itu terus menjalar dan bercabang sangat banyak.


"Cih ini merepotkan!" Leon segera mengeluarkan Pisau Listriknya.


Leon pun memotong Darah yang terus menyerang dengan Pisau Listriknya.


Tiba-tiba Muncul Kabut yang berwarna merah.


"Cih apa lagi ini?"pikir Leon.


Luther menyeringai, tiba-tiba Leon terkena sayatan-sayatan kecil di tubuhnya.


Leon pun terkejut, " Sial!"


Aku terus memperhatikan Kakak yang sedang bertarung.


Kelihatanya Kakak dalam masalah, Kebut itu? tidak salah lagi, Kabut itu memberikan kerusakan berkelanjutan pada Kakak.


Aku segera menghubungi Kakak lewat telepati.


"Onii-chan! kau harus cepat menyingkirkan Kabut darah itu, kabut itu terus memberikan kerusakan padamu, karena di dalamnya terdapat partikel-partikel kecil yang tajam!"


"Aku mengerti Avrora terimakasih!"


Leon menyeringai, "Tampaknya Aku harus mencoba kekuatan baru ku!"


Tiba-Tiba tubuh Leon di selumuti oleh Prisai Listrik.


Sayatan-sayatan kecil itu pun sudah tidak berpengaruh lagi terhadap Leon.


Luther terlihat kesal "Cih dia kuat!"


Leon mulai serius, dia segera mengeluarkan senjatanya dari dalam Dimensi Ruang dan waktu.


"Keluarlah Vanguard!"


Luther pun terkejut, "Senjata macam apa itu?"


Leon menganyukan pedang besarnya ke depan dan menciptakan sebuah Sayatan Energi yang mengarah pada Luther.


"Swohhhh!"


"Sial!" Luther menghindar dengan cepat.


Energi itu menabrak penghalang, penghalangya retak dan jebol, Energi itu pun mengarah pada paneton.


"Gawat!" Aku segera bergerak untuk menghentikan Energinya.


Aku menendang Energi itu ke Atas dan terjadi ledakan besar.


"Bammmmm!"


Semua penonton pun berteriak.


Drake dan Luther pun di buat melongo, setelah melihat serangan Leon.


"Kekuatan macam apa itu? pikir mereka.


Aku mengehala nafas, "Dasar kau seharusnya harus lebih berhati-hati lagi Onii-chan!"


Kembali ke pertandingan.

__ADS_1


"Kau melihat kemana Luther, pertarungan kita belum selesai!" tegas Leon.


Luther menatap Leon ia mulai gemetaran, "Dasar Monster!"


Leon dengan cepat menyerang Luther, Luther yang ketakutan pun tidak bisa menghindar dan terkena serangan Leon.


"Uakhhh!" dia terjatuh membentur tanah, tanah pun berlubang cukup dalam, Luther terluka parah ia sudah tidak bisa bergerak lagi.


"Pemenangnya adalah Leon!" seru Drake.


"Cih Aku tidak percaya Akan kalah!" pikir Luther.


Drake juga tidak percaya kalau Luther bisa dikalahkan dengan mudah.


Melihat Luther yang terluka, Aku segera turun untuk menyemuhkanya.


"Healing!"


Luka-luka Luther pun sembuh.


"Terimakasih Avrora!"


"Sama-sama Luther!" Aku tersenyum manis padanya.


Setelah itu Luther pun bersalaman dengan Leon dan pertandingan pun selesai.


Saat Aku ingin pergi, Luther memanggilku.


"Avrora bisa bicara sebentar!"


"Baiklah, ada apa Luther?"


"Karena Aku sudah kalah sesuai perjanjian Aku tidak Akan menikahimu, tapi maukah kau nanti malam menemaniku minum?"


"Ehhhhh! Aku pun terkejut, Aku berpikir sejenak, kalau cuma minum si mungkim Aku bisa.


"Baiklah Aku akan menemanimu!"


"Terimakasih Avrora!"


Setelah itu Aku berjalan pergi dengan Kakak.


Luther melihat Avrora yang sedang berjalan dengan senyum mencurigakan.


Saat berjalan Kakak bertanya padaku.


"Apa kau serius ingin menemaninya minum Avrora?"


"Yaa tidak apa sih, tapi dia terlihat mencurigakan?"


Aku meledak kakak dengan muka jail.


"Ehh apa kau cemburu?"


Mendengar pertanyaanku, Kakak menjadi gugup dan salah tingkah.


"Ti-tidak! siapa juga yang cemburu!"


"Ehhhhh begitu ya hehehe!"


Leon pun memalingkan pandanganya dengan wajah yang memerah.


Malam harinya, Seorang pelayan datang menemuiku.


"Avriora-sama Saya di peritah Luther-sama untuk membawakan pakaian ini untuk Anda, pakailah saat Anda menemui luther-sama!"


"Ahh baiklah, terimakasih!" Aku pun menerima pakaikanya.


Setelah itu Aku memakainya, Gaun berwarna Hitam dan Putih sedikit warna merah, setelah memakainya Aku menunjukanya pada Kakak.


"Onii-chan! bagamana pakaianku!"


Leon terdiam saat menatap Avrora.


"Cantik! Gaun itu cocok sekali denganmu!"


Aku pun jadi sedikit malu, "Terimakasih Onii-chan!"


"Tapi rambutmu agak berantakan, sini biar Kakak ikat jadi dua saja!"


"Baiklah!" Aku pun duduk, Kakak mulai mengikat rambutku.


"Sudah bagaimana Avrora!"


Aku terdiam melihat diriku di cermin, "I-Imutnya!"


"Benar kan? kau memamg imut Avrora!"


"Ehehehe, terimakasih Onii-chan!"


Aku jadi sedikit malu.


Setelah Itu Ada pelayan yang datang lagi untuk mengantarku menemui Luther, Aku pun mengikuti pelayan itu.

__ADS_1


Pelayan itu menuju ke sebuah kamar.


"Avrora-sama ini adalah kamar Tuan Luther, silakan masuk!"


Aku sedikit terkejut, kenapa minum-minumnya harus di kamar sih? Aku pun segera masuk.


Luther segera menyambutku dengan senyuman.


"Avrora kemarilah silakan duduk!"


"Ah terimakasih banyak!"


Aku berjalan menuju Sofa dan meja yang sudah ada Gelas dan sebuah lilin, Aku pun duduk.


Luther terus menperhatikanku.


"Avrora kau terlihat sangat cantik hari ini!"


"Terimakasih atas pujianya Luther!"


Luther menuangkan minuman ke Gelasku.


"Nikmatilan ini adalah Darah sepecial untukmu Avrora!"


"Ah terimakasih!"


Minumnya darah ya, baunya sangat menggoda sih, Aku pun meminumnya.


Luther tersenyum saat Avrora meminum Darah itu.


Apa ini, ini Darah yang benar-benar Enak dari mana Luther mendapatkan Darah ini? Aku jadi bertanya-tanya.


"Ini enak sekali Luther!" Aku menaruh Gelasnya ke meja.


"Deg!"


Tiba-tiba tubuhku menjadi panas, Nafsu Vampirku pun bangkit. Ada apa ini kenapa tiba-tiba begini, wajahku mulai memerah nafasku pun terengah-engah.


Luther menyeringai, "Ada apa denganmu Avrora, apa kau ingin Darah?"


Luther menuangkan Darah lagi ke dalam gelas Avrora, tapi darah itu sudah habis.


Sebenarnya ini adalah jebakan Luther, dia memcampurkan ramuan pada Darah yang di Minum Avrora dan membangkitkan Nafsu Vampirnya supaya lepas kendali, Karena Luther ingin Avrora meminum darahnya, ia pun ingin memanfaatkan hal itu supaya bisa menyetuh Avrora.


"Ahh teryata habis bagaimana kalau kau minum darahku saja Avrora?" Luther memperlihatkan lehernya.


Aku sudah tidak bisa lagi menahan Nafsu Vampirku dan segera mendekati Luther dengan nafas terengah-engah, melihat lehernya Aku semakin lepas kendali.


"Kemarilah Avrora-chan!"


"Hoe! Apa yang Akan kau lakukan dasar Avrora bodoh hihihi!"


"Sepetinya Aku mendengar suara Ai-chan?"


"Hihihi, Ya ini Aku Bodoh! cepat sadarlah, jangan sampai kau meminum Darahnya, Luther telah menjebakmu!"


"Aku tidak begitu paham tapi Aku sudah tidak tahan lagi!"


Aku tidak memperdulikan peringatan Ai-chan dan tetap mendekati Luther.


"Dasar Keras kepala, kalau begitu kau harus Diam dulu Avrora Hihihi!"


Tiba-tiba Aku masuk kedalam tempat gelap dan terikat Rantai.


"Hoe Ai-chan apa yang kau lakukan padaku? cepat lepaskan Aku bodoh, Aku ingin minum Darah!"


Sekarang Ai-chan sudah bertukar tempat dengan Avrora, Ai-chan pun berpura-pura menjadi Avrora.


"Hihihi hey Luther-san, apa kau benar-benar ingin memberikan Darahmu padaku?"


"Tentu saja Avrora, cepat minumlah Darahku!"


"Baiklah, tapi Luther-san, Aku tidak terbiasa meminum Darah dengan cara mengigit Hihihi!"


"Apa maksudmu Avrora?"


"Aku biasa meminum Darah dengan cara memotong kepala orang yang ingin Aku minum Darahnya, jadi Apa boleh Aku memotong kepalamu?"


Ai-chan pun segera mengambil senjata Sabitnya dari dalam Dimensi Ruang dan Waktu.


Luther pun merajuk ketakutan.


"Tu-tunggu dulu Avrora, Aku bisa mati kalau kau memotong kepalaku!"


"Hihihi, bukanya kau tadi sudah setuju memberikan Darahmu hee!" Ai-chan menatap Luther dengan tatapan membunuh.


"Ma-maafkan Aku!" Luther pun kabur melarikan diri.


"Hihihihi!"


Ai-chan pun tertawa, padahal dia hanya mengerjainya. Dan Akhinya Luther mendapatkan Trauma Baru!


Bersambung. . .

__ADS_1


__ADS_2