
...Perang Dengan Pahlawan...
...------------------------------------------------------------------------------------------------------...
Setelah berjalan-jalan di Ibukota Kerajaan Valham, Asmodeus memanggil kami untuk menyusun rencana Perang Lusa besok.
Kami pergi ke pertemuan tapi lupa tidak merubah Pakaian kami kembali setelah pergi jalan-jalan.
Semua pun menatap Kami yang baru datang, mereka tampak heran dan bertanya-tanya melihat pakaian kami.
Aku dan Kakak pun baru menyadarinya.
Kakak berkata lirih padaku.
"Avrora kau lupa merubah pakaian kita lagi!"
"Ahh! benar juga ahahahaha, mau bagaimana lagi pakai ini saja dulu!"
Aku dan Kakak pun segera duduk dan tidak ada yang berani berkomentar tentang pakaian kami.
Asmodeus menyambut kami.
"Selamat datang hari ini kita Akan membuat strategi untuk mengalahkan para pahlawan!"
Aku menyadarkan wajahku pada tanganku kananku dengan wajah malas.
Merepotkan, Aku tidak butuh strategi, langsung bantai saja.
"Fuaaaaa!" Aku menguap.
Saat Asmodeus berbicara panjang lebar Aku malah ngantuk dan tertidur.
Asmodeus pun sedikit kesal tapi dia tidak berani berkomentar.
"Gadis ini, kenapa di saat seperti ini dia malah tidur!" pikir Asmodeus.
Leon melihat ke Arah Avrora ia pun terkejut.
"Ehhh kenapa Avrora tertidur? apa dia capek habis jalan-jalan? biarlah!" pikir Leon.
Asmodeus berbicara pada Leon.
"Leon Apa kau tidak akan membangunkan Adikmu?"
"Biarkan saja, lagian dia tidak membutuhkan strategimu kali ini!" Leon berdiri "Baiklah mungkin Aku akan membawanya ke Kamar saja!"
Leon pun mengendong Avrora.
Asmodeous langsung berdiri.
"Tapi? Leon!"
Leon menengok Asmodeos dengan wajah serius.
"Jangankan para pahlawan, Kalau dia mau, dia juga bisa langsung melenyapkan Dunia ini!"
Asmodeus pun terdiam setelah mendengar penjelasan Leon.
Setelah Itu Leon mengantar Avrora yang tertidur ke Kamar.
Satu jam kemudian Aku terbangun, Aku terkejut sudah ada di kamar dan Melihat Kakak yang juga tertidur di sebelahku.
Bukanya Aku tadi sedang ikut pertemuan, jadi Kakak yang membawaku kesini ya?
Aku terus memandangi Kakak yang tertidur pulas dan memencet pipinya.
Teryata Kakak saat tidur wajahnya lucu juga.
Tiba-Tiba Kakak berbalik dan memeluku tampa sadar, ia mengganggapku sebagai bantal.
Ba-Bagaimana ini? Kakak memeluku sangat erat, wajah kami pun sangat dekat.
Entah kenapa tubuhku jadi sedikit panas.
Aku mencoba melepaskan pelukan Kakak pelan-pelan, Aku takut kalau dia sampai bangun ini memalukan.
Aku pun berhasil melepaskan diri dari kakak.
"Hahhhh!" Aku menghela nafas.
Tak lama kemudian Kakak terbangun dan memanggilku.
"Avrora!"
Aku kaget dan merajuk.
__ADS_1
"Ya! ada apa Onii-chan?"
"Kau sudah bangun ya? tadi kau tertidur saat pertemuan jadi Aku membawamu kesini, Aku malah ikutan tidur!"
Aku menjawab dengan gugup.
"Ah, te-terimakasih Onii-chan!"
Leon bangun dan memandangiku dengan heran.
"Kenapa wajahmu memerah begitu Avrora?"
"Ahhh tidak apa-apa kok, Aku ingin keluar sebentar yaa!"
Aku langsung pergi keluar kamar.
Leon pun bertanya-tanya.
"Ehhhh! Aneh sekali apa yang terjadi padanya?"
Dua hari kemudian.
Hari ini Semuanya sudah bersiap untuk berperang, Kami semua sudah berkumpul di padang Rumput yang sangat Luas.
Para tentara Pahlawan juga sudah datang dengan jumlah yang sangat besar, bahkan jumlahnya 4x lipat dari jumlah Kami.
Aku berada di barisan paling belakang dengan Asmodeus dan juga Kakak.
Bawahan Asmodeus datang melaporkan kalau pasukan pahlawan sudah mulai menyerang dan kita kalah jumlah.
Asmodeus pun terkejut dengan jumlah mereka yang di luar dugaan.
"Cih sialan!" geram Asmodeus.
Pasukan Iblis pun mulai terpojok.
Asmodeus pun panik.
"Leon bagaimana ini, kenapa kalian belum juga bergerak?"
Leon menyeringai.
"Santai saja jangan terlalu panik begitu!" Leon menatapku, "Sekarang waktunya Avrora!"
Aku tersenyum manis padanya.
Aku langsung menjatuhkan tembakan Energi besar yang jatuh dari langit.
"Destruction!"
Para pahlawan pun terkejut!
"Apa itu?"
Mereka segera menarik pasukanya tapi sudah teambat.
"Duaaarrrr!" terjadi ledakan hebat yang menghancurkan seluruh Pasukan pahlawan.
Padang rumput yang besar seketika menjadi kawah yang sangat dalam.
Asmodeus dan para pasukan di buat melongo oleh Avrora.
"Benar-Benar kekuatan yang mengerikan!"
"Fuaaaa!" Aku menguap, "Sudah selesai ya membosankan sekali!"
Asmodeus tiba-tiba membugkukan badanya di hadapanku dan Kakak.
"Avrora-sama! Leon-sama, terimakasih sudah mengalahkan para pahlawan itu. dan sekarang Saya berjanji Akan membatu dalam perang Anda melawan Dewa nanti!"
Leon menyeringai.
"Baiklah mohon kerjasama ya Asmodeus!"
Malam harinya para Iblis merayakan kemenangan perang dengan berpesta.
Kami semua pun minum-minum.
Aku juga sedang menikmati pesta berdua dengan Kakak.
"Onii-chan! ayo kita minum juga!"
"Apa kau yakin Mau minum Alkohol Avrora?"
"Tenang saja lagian Aku tidak akan mabuk kok!"
__ADS_1
Setengah jam kemudian.
"Onii-chan Kok disini banyak kunang-kunang sih?"
Leon menatap heran Avrora yang wajahnya mulai memerah.
"Ngomongnya mulai ngelantur apa dia mabuk?" pikir Leon.
"Avrora mending kita ke Kamar yuk, kita sudaih saja minumnya?" ajak Leon.
"Ehhh padahal Aku masih ingin minum!"
"Kau mabuk Avrora Ayo ke Kamar!"
Leon pun mengatar Avrora ke kamar dan mendudukanya di ranjang.
"Onii-chan Apa kau tau? waktu kecil Aku takut kecoa terbang!"
Leon terus menatap wajah Avrora yang memerah.
"Dia memang beneran mabuk!" pikir Leon.
"Onii-chan! kau dengar tidak sih!"
"Aku dengar, Kecoa kan?"
"Hehehe ya, waktu itu Aku pernah menangkap Jangkrik, tapi teryata itu adalah Kecoa, Aku pun ketakutan!"
"Dari tadi Omonganya tidak nyambung dan tidak peting semua, tidak mungkin Vampir terkuat dan terhebat bisa mabuk seperti itu?" pikir Leon.
Tiba-Tiba Avrora melepas bajunya, Leon pun panik sembari memalingkan wajahnya.
"A-Apa yang kau lakukan Avrora?"
"Aku merasa panas Onii-chan!" Avrora mendekatkan wajahnya, "Hey kenapa kau melihat kesana!"
"I-itu karena kau tidak berpakaian jadi Aku?"
"Onii-chan! Ayo berciuman?"
Leon tambah panik.
"Tidak Avrora! sekarang kau sedang mabuk!"
"Ehmmmppppp!" Avrora pun menciumnya.
"Aku tidak menyangka Akan berciuman lagi dengan Avrora, bibir Avrora memang sangat lembut kalau terus begini Aku tidak bisa mengendalikan nafsuku, Aku tidak mau memanfaatkan Adiku yang sedang mabuk!" pikir Leon.
Tiba-Tiba Avrora tertidur saat berciuman, Leon pun terkejut.
"Ehhhhhhhhhh!!!"
Setelah itu Leon membaringkan Avrora yang tertidur pulas dan menutupinya dengan selimut.
Leon pun bisa bernafas lega.
"Untung saja Avrora tidur! Aku hampir saja melakukan Hal Aneh pada Adiku sendiri!"
Keeseokan harinya Aku mulai tersadar.
Kenapa kepalaku sakit? Aku melihat tubuhku dan teryata tidak memakai baju, Aku langsung melihat Kakak dia teryata sudah bangun.
"Pagi Avrora!" sapa Kakak.
Aku segera memakai bajuku dengan cepat dan menatap tajam Kakak.
"Onii-chan! apa yang sudah kau lakukan padaku?"
Aku langsung mengeluarkan Sabit dari dalam portal.
Leon pun ketakutan.
"Tu-Tunggu dulu Avrora! Aku bisa jelaskan ini, tadi malam kau mabuk, kau yang membukanya sendiri kan?"
"Aku tidak butuh alasanmu Onii-chan!"
Tiba-Tiba datang bawahan Asmodeus memanggil kami.
"Leon-sama, Avrora-sama, Asmodeus-sama sudah menunggu Kalian untuk jamuan pagi!"
Leon sedikit lega.
"Avrora lebih baik kita sarapan Yuk!"
Aku memalingkan wajahku.
__ADS_1
"Cih! baiklah!"
Next Vol 4 Chapter 7.