Isekai Reinkarnasi Menjadi Gadis Vampir LN

Isekai Reinkarnasi Menjadi Gadis Vampir LN
Volume 3 Chapter 14


__ADS_3

...Kembalinya Avrora...


...----------------------------------------------------------------------------...


Setelah kedatangan Dewa Minerva semua orang terlihat terkejut, mereka semua bertanya-tanya sebenarnya siapa Orang itu? Hanya Ares yang terlihat gemetaran dan sangat ketakutan.


Azazil yang melihat Ares ketakutan ia pun bertanya, "Ares! Kau kenapa? Kenapa kau terlihat ketakutan begitu?"


Sembari gemetar, Ares menjawab dengan nada patah-patah, "O~orang itu? dia adalah Dewa Minerva, dia pasti akan menghancurkan Dunia ini!"


Azazil pun sangat terkejut, "Apa kau Serius!?"


Ares, menggangukan kepalanya, "Kita semua pasti Akan binasa!"


Tiba-tiba Minerva menghilang dan langsung muncul didepan Ares.


"Yoo. .Ares! Rupanya kau sudah kabur dari penjaraku!"


Semuanya langsung mewaspadai Minerva.


Minerva melihat sekeliling, "Hmmmm! Dimana gadis Vampir itu?"


"Apa yang kau tau tentang Avrora sama?" tanya Azazil.


Minerva menyeringai, "Aku sudah lama memperhatikanya, dia orang yang menarik, tapi dia sudah mengecewakanku, padahal Aku ingin melihat dia menghancurkan Dunia yang sudah ternoda ini!"


Azazil meninggikan suaranya, "Avrora sama bukan Orang yang seperti itu, dia selalu berpikir sebelum melakukan sesuatu!"


"Hahahha.hahahah!" Minerva tertawa, "Itu pemikiran yang sangat konyol, baiklah Aku tidak akan membuang-buang waktu lagi di


Sini, biar Aku tunjukan sedikit cara membersihkan Dunia ini!"


Minerva melirik kearah pasukan Kekaisaran timur, "Enyahlahh!"


Semua prajurit dan Pasukan Tank, langsung lenyap tanpa sisa.


Semua pasukan Kekaisaran timur langsung ketakutan.


Shin langsung menyuruh semua Pasukan Robot besar untuk menyerang Minerva, lagi-lagi dengan gampangnya Minerva melenyapkanya.


Shin sangat terkejut, "Dasar monster!"


Minerva kembali menatap Azazil, "Kalian semua juga akan bernasib sama seperti mereka, Aku akan menghancurkan Dunia ini dan membuat Dunia baru!"


Azazil memasang wajah serius, "Aku tidak akan membiarkanya, walau Aku harus mati, demi Avrora sama, Aku akan melindungi Dunia ini!"


Semuanya terlihat serius, hanya Ares yang masih ketakutan.


Minerva menyeringai, "Jadi begitu, baiklah sebelum membunuh kalian semua, Aku akan bermain-main sebentar, biar Aku tunjukan perbedaan kekuatan kita!"


Semuanya terlihat bersiap untuk menyerang Minerva, Ares masih terdiam terpaku.


Azazil melihat Ares yang terdiam, "Kenapa kau diam, apa kau takut? Aku sudah berjanji pada Avrora sama untuk menjaga Kerajaan ini, saat mulai perang Aku juga sudah siap untuk mati demi Kerajaan ini, lebih baik melakukan sesuatu dari pada mati tanpa melakukan sesuatu, Aku tidak ingin mengecewakan Avrora sama! kau juga harus memikirkan apa yang harus kau lakukan!"


Semuanya langsung mencoba menyerang Minerva.


Ares masih terdiam dan berpikir.


"Apa yang dikatakan Azazil memang benar, kenapa Aku masih Ragu, Avrora sama yang telah memberikan kebebasan untuku, Aku juga ingin berguma untuknya!"


Ares menyeringai, "Aku juga tidak akan mengecewakan Avrora sama!"


Azazil dan yang lainya terlihat sangat kerepotan menghadapi Minerva, semuanya terlempar terkena serangan Minerva, nafas merela mulai terengah-engah.


Ares langsung maju dan berkata, "Semuanya maafkan Aku, sekarang serahkan ini padaku, walau dia bukan tandinganku, setidaknya Aku bisa memahanya sedikit, Aku percaya Avrora sama pasti akan kembali!"


Azazil kembali bagun, "Aku juga akan membantumu!"


Semuanya kembali bagun, Ares terlihat sangat senang, "Terimakasih semuanya!"


Karena melihat begitu mengerikanya Minerva, Shin segera memanfaatkan situasi ini untuk melarikan diri bersama pasukanya.

__ADS_1


Scen pun berganti.


Aku masih di Bumi bersama Alden Dkk, Kakak masih terlihat heran setelah melihat Bumi. sementara Liza dia beberapa kali melihat kerumahnya yang dulu dari jauh, karena kita dulu adalah tetangga.


Sekarang kami semua sedang memikirkan cara untuk bisa kembali, Kakak mengatakan kalau pasukan Kekaisaran timur akan menyerang kerajaan Valded dan mungkin mereka sekarang sudah sampai di sana.


Aku jadi sangat kesal mendengarnya, "Cih! Jadi begitu, kalau begitu kita harus cepat-cepat kembali!"


"Tapi Avrora! Melihat kondisimu sekarang itu tidak memungkinkan!" tegas Alden.


Aku menurunkan pandanganku.


"Benar juga, apa yang harus Aku lakukan sekarang!"


Tiba-tiba Aku teringat perkataan Ai-chan saat memintaku untuk berbagi Energi.


Aku pun tersenyum, "Semuanya tolong bagikan Energi kalian padaku!"


"Kenapa Aku tidak memikirkan itu, Master! Aku akan memberikan Energiku!" Cleve segera memberikan Energinya.


Kakak juga segera memberikan Energinya.


Alden, Liza dan Zen terlihat bingung, mereka pun bertanya-tanya


"Avrora bagaimana caranya membagikan Energiku padamu?" tanya Alden.


"Benar Avrora! Aku juga ingin membagikanya!" tegas Liza.


Aku tersenyum, "Baiklah! Kalian cukup memfokuskan Energi kalian dan rasakan lalu salurkan lah Energi kalian padaku!"


Setelah mendengar penjelasan Avrora, mereka langsung melakukanya dan berhasil.


Setelah Energiku terisi kembali, Aku segera meregenerasi luka-lukaku, semuanya langsung sebuh, kaki dan tanganku yang patah pun segera membaik.


Aku langsung melepaskan perbanku dan berdiri.


"Terimakasih teman-teman!"


"Terus apa yang harus kita lakukan Avrora?" tanya Leon.


"Aku juga tidak tahu!" tiba-tiba Aku teringat saat didalam penjara, saat meminum darah Pria tua itu.


"Ohh yaa! Darah! Aku butuh darah!"


Aku pun berkata dengan malu pada Kakak.


"Onii-chan, Aku ingin darahmu!"


Leon tersenyum, "Kenapa kau malu-malu begitu!" Leon segera memperlihatkan lehernya, "Cepatlah minum darahku Avrora chan!"


"Terimakasih Onii-chan!" Aku langsung mengeluarkan taringku dan meminum darah Kakak.


"Akhh!" Leon sedikit kesakitan.


Setelah meminum darah Kakak, rasanya Aku seperti hidup kembali.


Melihat Leon yang memberikan darahnya, Cleve juga ingin memberikan darahnya,


"Master! Aku juga ingin memberikan darahku!" Cleve langsung memperlihatkan Lehernya.


Aku jadi malu dan sedikit gugup.


"Ba~baiklah kalau begitu!"


Saat Avrora meminum darah Cleve, Leon terlihat sedikit kesal, Sementara Alden, Liza dan Zen mereka pun bertanya-tanya.


"Avrora kalau dengan cara itu bisa membantu, Aku juga ingin memberikan darahku padamu!" tegas Alden.


Aku terkejut mendengar perkataan Alden.


"Ah tunggu dulu! Aku tidak bisa melakukan itu!"

__ADS_1


"Tapi kenapa Avrora?!"


"Kalau Aku meminum darahmu, kau akan menjadi manusia setengah Vampir, Aku tidak bisa melakukanya!"


Alden berkata dengan serius, "Itu tidak masalah Avrora!"


"Benar! Aku juga ingin memberikan darahku padamu Avrora!" potong Liza.


"Aku juga Akan memberikan darahku sayang!" tegas Zen.


Aku menatap mereka semua, "Apa kalian yakin?"


"Tentu saja," Alden langsung memperlihatkan Lehernya disusul dengan Zen dan Lisa.


Akhirnya Aku meminum darah mereka semua.


Energiku pun sudah terisi kembali 100%


"Hihihi, Energimu sudah kembali ya Avrora?"


"Ehh! Ai-chan! Kenapa kau baru muncul, dasar merepotkan!"


"Hihihi maaf, karena tidak ada Energi yang tersisa padamu Aku jadi tertidur!"


"Ahh! Aku mengerti, yang terpeting Aku harus cepat kembali!"


"Hihihi, Tapi kalau kau kembali kesana Energimu Akan habis lagi, walau bisa cepat memulihkan Energumu disana tapi kita harus segera bertarung melawan mereka!"


"Benar juga!"


Aku pun teringat tentang Mesin waktu yang digunakan Alden untuk datang kesini. Mungkin Aku akan menggunakan itu untuk kembali.


Aku langsung membuat Rencana untuk kembali menyerang ke pusat penelitian untuk memakai mesin waktunya.


Aku menatap Yuki.


"Yuki mungkin ini saatnya Aku harus pergi!"


Yuki langsung memeluku.


"Onee-chan! Aku tidak mau berpisah lagi denganmu!"


"Aku sudah berkali-kali mengatakanya padamu, kamu harus tetap disini bersama ibu, Aku pasti Akan mengunjungimu lagi!"


Yuki melepas pelukanya dan mengusap Air matanya, "Baiklah Onee-chan!"


Aku mengusap rambut Yuki, "Yosh! Anak baik, kalau begitu Kakak pergi dulu!"


Setelah itu Aku berpamitan dengan Ibu dan segera pergi menuju pusat penelitian.


Scen pun berganti.


Ares Dkk, terlihat kalah setelah mencoba melawan Minerva mereka semua tersungkur di tanah penuh luka.


Minerve menyeringai, "Kalian sudah tau kan perbedaan kekuatan kita, kalau begitu Aku akan segera mengahiri ini, Aku Akan menghancurkan Dunia ini!"


Minerva langsung terbang ke atas dan mengeluarkan bola Energi besar untuk menghancurkan Dunia ini.


"Kalian semua matilah!"


"Tunggu dulu!" terdengar teriakan seorang Gadis.


Minerva langsung berhenti dan melihat sosok Gadis itu, "Ehhh! rupanya kau Gadis Vampir!"


Semua orang pun terkejut dan terlihat senang.


"Avrora sama! syukurlah Anda sudah kembali!"


Bersambung. . .


...Next Volume 3 Chapter 15...

__ADS_1


__ADS_2