Isekai Reinkarnasi Menjadi Gadis Vampir LN

Isekai Reinkarnasi Menjadi Gadis Vampir LN
Volume 2 Chapter 18 - Interlude


__ADS_3

...Interlude 1...


...---------------------------------------------------------------------------...


Ayo kembali waktu sebentar, sebelum kita menceritakan sisa cerita ini, Aku ingin menyebutkan sesuatu yang terjadi sekitar satu tahun yang lalu, sebelum Kerajaan Valded selesai di bangun.


"Ai-chan Apa dengan sihir ruang dan waktu Aku bisa mengunjungi Duni asalku?"


Aku berpikir mungkin Ai-chan bisa membawaku ke Dunia asal ku, ada banyak hal yang ingin Aku ketahui, maklum dulu Aku ini masih Anak sekolah pengetahuanku masih terbatas.


"Hihi. .hihi. .Apa kau ingin pulang ke Duni asalmu Avrora?"


"Aku tidak berfikir untuk pulang sih, lagian Aku sekarang sudah hidup disini, Ada hal yang ingin Aku lakukan di sana,"


"Hihi. .baiklah Aku akan mencoba mencari titik koordinat Dunia asalmu,"


"Serius? Aku mengandalkanmu Ai-chan!"


"Hihihi. . Ok,"


[Mulai mengumpulkan data berbagai Dunia]


[Bumi ditemukan]


[Mencari titik koordinat Bumi]


[Failed, karena kurangnya sumber informasi]


[Mengulang Failed, Failed, Failed, Failed, Failed, Failed, Failed, Failed, Failed, Failed, Failed, Failed, Failed, Failed, Failed, Failed, Failed, Failed, Failed, Failed, Failed, Failed, Failed, Failed, Failed, Failed, Failed, Failed, Failed, Failed, Failed, Failed, Failed, Failed, Failed, Failed, Failed, Failed, Failed, Failed, Failed, Failed, Failed, Failed, Failed, Failed, Failed, Failed, Failed, Failed, Failed, Failed, Failed, Failed, Failed, Failed]


[Mengorbankan skill pengetahuan Untuk mencari Informasi]


[Succeesfull, titik Koordinat Bumi ditemukan, mendapatkan Skill baru pengetahuan berbagai dunia]


"Hihi. .Aku sudah menemukanya,"


"Ehhhh. . .setelah banyak percobaan teryata berhasil ya? kau hebat juga Ai-chan!"


"Hihihi. . .tapi untuk pergi ke sana, kita akan melanggar hukum Alam sekali lagi, Apa kau sudah siap untuk melawan System lagi Avrora?"


"Tenang saja asalkan bersamamu seperti dulu, kau menjadi senjataku lagi, kita pasti Akan menang,"


"Hihi. . .Kau ini percaya diri sekali ya Avrora, baiklah kita Akan mencobanya,"


"Tunggu dulu kalau kita pergi sakarang semua Orang akan khawatir, Aku akan berpamitan dulu,"


Aku Akhirnya berpamitan pada semuanya untuk pergi, Aku menitipkan kerajaan ini pada Azazil untuk sementara waktu.


"Baiklah Ai-chan Ayo kita mulai,"


Aku dan Ai-chan Akhirnya melawan System lagi, dengan kerja sama kami, Akhirnya Aku bisa membobol keamanan System.


"Yosh, kerja bagus Ai-chan,"


Aku kembali


"Sekarang apa kita bisa pergi kebumi?"


"Hihihi. . tentu saja, tapi untuk Kesana membutuhkan Energi yang  sangat besar, Bumi terlalu jauh dan bukan dalam jangkauanku, itu bukan perkara yang mudah,"


"Apa dengan Energiku sekarang ini cukup Ai-chan?"


"Cukup, tapi! Kau akan kehabisan Energi dan untuk mengisi ulang Energimu, itu membutuhkan waktu yang lama, disana kau akan menjadi manusia biasa sampai sihirmu terisi kembali,"


"Tidak masalah, Ayo kita berangkat Ai-chan,"


"Hihihi. . .Baiklah kalau keputusanmu sudah bulat,"


Aku segera membuka portal, Aku masuk kedalam portal, saat portal terbuka di Bumi Aku langsung terlempar.


"Kyaaaa, itatatata,"


Aku membuka mataku dan melihat sekitar.


"Huaaaa ini tidak salah lagi, apa aku sedang bermimpi ini beneran Jepang? Aku beneran kembali!"


"Hihi. .jadi ini dunia Asalmu, Aku melihat tempat ini dari dalam pikiranmu,"


"Benar ini Dunia asalku, terimakasih Ai-chan,"


"Hihi. .hihi. .terus apa rencanamu?"


"Kita harus mencari tempat tinggal dulu, tapi dimana, Aku juga tidak mempunyai uang di dunia ini,"


"Hihi. .hihi. .Bagaimana kalau pulang kerumahmu yang dulu?"

__ADS_1


"Itu tidak mungkin, mereka tidak Akan mengenaliku, Aku tidak mungkin bilang kalau Aku ini Yuu, di Dunia ini Yuu sudah mati,"


"Hmmm apa kau tidak ingin melihat orang tuamu mumpung kita lagi disini loh hihihi,"


Mendengar perkataan Ai-chan Aku jadi berpikir. Melihat Orang tuaku? Aku ingin melihat mereka apa mereka baik-baik saja? Pasti mereka sudah tua ya?


"Mungkin Aku akan melihatnya, Baiklah ayo kita kesana,"


Aku pun berjalan kaki menuju rumahku yang dulu, semua orang terlihat menatapku.


"Ada apa dengan mereka? Kenapa mereka melihatku begitu,"


Aku baru ingat, Aku sedang memakai pakaian Duniaku, pasti mereka menganggapku sedang bercosplay.


"Malu banget,"


Aku segera berlari mencari tempat sepi.


"Nee Ai-chan, Apa kau bisa merubah pakaianku?"


"Kau ini, Energi mu sudah habis loh, kau sudah tidak mempunyai Energi lagi sekarang kau adalah manusia biasa, untung saja Aku masih menyimpanya sedikit hihihi, apa boleh buat,"


"Poffff,"


Ai-chan segera merubah bajuku.


"Ehhhh kau ini kenapa selalu memberiku baju  seragam sekolah sih,"


"Hihihi sudah jangan banyak protes, itu cocok untukmu,"


"Haaaaaa. ." Aku menghela nafas.


Aku kembali berjalan menuju Rumahku yang dulu.


Sekarang tinggal para cowok-cowok meliriku, Aku mendengar mereka berbicara.


"Hee lihat cewek itu, dia sangat imut,"


"Benar juga, kenapa dia sendiri, mungkinkah dia belum punya pacar?"


Aku jadi berfikir.


"Kalau dipikir-pikir Aku memang imut sih, ini pasti akan merepotkan,"


"Sialan Aku lapar, mana tidak punya uang lagi,"


Kedua cowok yang sedang membicarakanku mereka mendekatiku.


"Hai Nona manis, kenapa kau sendirian? dimana pacarmu?"


Aku jadi berfikir.


"Lebih baik Aku manfaatkan saja mereka,"


Aku menjawabnya dengan nada imut.


"Aku tidak punya pacar," Aku mengandeng tangan salah satu cowok itu, "Onii-chan Aku sedang lapar maukah kau mentraktirku makan?"


Kedua cowok itu langsung berbunga-bunga.


"Imutnyaa," Mereka berepresi menjijihkan.


Aku cuma tersenyum Kaku melihat mereka.


"Baiklah Nona Ayo kita makan, siapa namamu?" tanya salah satu cowok itu.


"Pagil saja Avrora,"


Cowok itu langsung menggandeng tanganku.


"Baiklah Ayo kita makan Avrora chan," Cowok itu melirik keteman yang satunya, "Kau lebih baik pulang saja, Aku akan pergi dengan Avrora chan,"


"Cih dasar seenaknya sendiri," Jawab temanya.


Cowok itu segera mengajaku jalan.


"Ayo Avrora chan,"


Aku melihat teman cowoknya yang ditinggalkan, Aku menghentikan langkah kakiku.


"Tunggu dulu! Nee apa kau tidak kasian melihat temanmu ditinggal sendiri, kenapa tidak mengajaknya saja, kau ini Egois sekali,"


Aku berjalan mendekati teman cowoknya itu.


"Nee Apa kau juga mau mentratiku makan, kalau mau Aku akan mengajakmu juga,"

__ADS_1


Cowok itu terlihat senang.


"Benarkah Avrora chan,"


"Tentu saja ehhehe," Aku tersenyun manis padanya.


"Ahh imutnya, Baiklah Aku juga ikut,"


Aku tersenyum sembari berfikir.


"Ehhh gampang sekali digoda, Apa ini kekuatan keimutan?"


Cowok yang satu terlihat kesal.


"Cihh,"


Mereka akhirnya mengajaku ke Mcdonald, dan mentraktirku makan dua Burger, Aku segera memakanya.


"Selamat makan,"


"Apa ini, sungguh nostalgia Rasa ini kangen banget, Aku akhirnya bisa memakanya lagi,"


Dua cowok itu cuma melihatku makan dengan espresi mesum menjijihkan.


"E~eto kenapa kalian melihatku begitu, apa kalian tidak makan?"


"Ahh baiklah Aku juga akan makan," Kata mereka.


Setelah selesai makan kami pun keluar, Aku segera mengucapkan terimakasih.


"Ehehehe," Aku tersenyun manis pada mereka, "onii-chan terimakasih ya!"


Mereka berbunga-bunga lagi


"Imutnyaaa,"


"Ahahaha, kalau begitu Aku pulang ya Onii-chan jaa,"


Mereka pun terkejut.


"Tu-tunggu dulu!!" Mereka mengejarku.


Aku segera berlari kencang, Aku lari sanpai ngos-ngosan, Aku pun berhenti, kelihatanya mereka tidak bisa mengejarku.


"Haaa capeknya, rasanya sudah lama Aku tidak lari-lari begini, lebih baik cepat pergi


Kerumahku yang dulu deh,"


Setelah lama berjalan Akhirnya Aku sampai didepan Rumahku yang dulu.


"Ini rumahku nostalgia banget, aku jadi gugup bertemu mereka, nanti Aku bilang apa ya, bilang saja temanya Yuu, ah pikir nanti deh,"


Aku bersiap memencet Belnya tapi sebelum Aku memencetnya  tiba-tiba keluar cewek berambut putih berkucir dua.


...


...


Cewek itu berkata.


"Siapa,"


Aku terkejut.


"Cewek ini siapa?"


"Ibu Ada cewek Aneh datang kesini,"


Aku mendengar cewek itu berteriak memangil Ibunya, Aku jadi bingung.


"Ehhh apa Aku salah Rumah?"


Ibu cewek itu pun datang.


"Ada apa Yuki chan,"


Aku melihat Orang tua cewek itu dan terkejut.


"Ibu,"


Aku pun bepikir.


"Jangan-jangan, Aku ingat sebelum Aku mati Ibu sedang mengandung dan umurnya sudah sembilan bulan, kalau begitu Cewek yang didepanku ini adalah Adiku Ehhhhhhh?"


...Next Volume 2 chapter 20 Interlude  2...

__ADS_1


__ADS_2