
Ayo kita mundur satu hari sebelum pergi ke alam Dewa.
Namaku Avrora, dulu Aku adalah cowok tampan, setelah bereinkarnasi Aku malah menjadi Gadis Vampir, banyak hal yang terjadi, setelah beberapa kali berevolusi, sekarang Aku malah menjadi Dewa, untuk mencapai itu Aku harus kehilangan patner berhargaku.
Aku tidak menyangka kalau Ai-chan sebenarnya adalah seorang Dewa, Aku sangat sedih setelah dia tidak bersamaku lagi.
Aku menggeretakan gigiku.
Dasar Ai-chan bodoh, kenapa kau tidak jujur saja dari awal, kita sudah hidup bersama selama ini kan, kenapa kau meninggalkan ku dasar bodoh.
Entah kenapa Aku tidak bisa menahan Air mataku.
Terdengar seseorang mengetok pintu kamarku.
"Avrora! Boleh Aku masuk?"
Ah Kakak rupanya, Aku segera menghapus Air mataku.
"Masuk saja Onii-chan."
Kakak masuk dan duduk di sampingku.
"Ada apa Avrora-chan? Akhir-akhir ini kau terlihat sedih apa yang terjadi padamu?"
Aku tidak menyangka teryata Kakak selalu memperhatikanku, apa Aku harus menceritakanya pada kakak? mungkin Aku harus menceritakanya.
Akhirnya Aku menceritakan semuanya pada kakak tentang Ai-Chan.
Kakak pun terkejut mendengar ceritaku ia segera memeluku dengan erat.
"Kalau kau ingin menangis, menagis saja Avrora, jangan menahanya lagi."
Akhirnya Aku menangis di pelukan Kakak, Kakak mengusap-usap rambutku saat Aku menagis.
__ADS_1
Setelah Aku merasa lega, Aku melepas pelukan Kakak sembari membersihkan ingus di hidungku.
"Apa kau sudah merasa baikan Avrora-chan?"
"Umm...sekarang Aku baik-baik saja, terimakasih Onii-chan."
Aku berkata sembari tersenyum manis padanya.
"Imutnya? Avrora benar-benar imut kalau tersenyum seperti itu, rambutnya sekarang pendek mengingatkanku seperti Avrora yang dulu, walau sekarang warna rambutnya menjadi perak sih, dia jadi terlihat lebih menawan." pikir Leon dengan wajah memerah.
"Hey Onii-chan? Kenapa wajahmu memerah begitu?"
"Ya I-Itu karena? saat kau tersenyum begitu kau terlihat sangat imut jadi."
Mendengar perkataan kakak entah kenapa Aku jadi sangat malu dan segera mengalihkan pandanganku.
"T-Terimakasih Onii-chan!"
"Avrora waktu itu kau bilang mencintaiku kan?"
"Ehh!" Aku terkejut mendengar pertanyaan kakak, waktu itu Aku memang mengatakanya, ini sangat memalukan.
"Umm...Aku memang berkata begitu."
Karena malu Aku tidak berani untuk melihat Kakak.
"Avrora liat mataku?"
Saat Aku melihatnya Kakak, tiba-tiba dia mencium bibirku.
"Ehhmmmmmp!"
Ehhh...lagi-lagi begini, bibirnya begitu lembut.
__ADS_1
Saat kakak sedang mencium ku, tiba-tiba terdengar suara Rose memanggilku.
"Avrora-sama, ada utusan Zhephyres ingin menemui anda!"
Mendengar panggilan Rose Aku dan Kakak pun kaget dan melepaskan ciuman kami.
"Baiklah Rose, Aku akan segera keluar!"
Aku dan kakak pun keluar untuk menemui orang itu.
Aku melihat Pria tampan berambut kuning, memakai Zirah perak, apa dia orangnya, dia terlihat kuat.
Pria itu berbicara padaku.
"Perkenalkan namaku Rafael, saya mendapatkan tugas dari Zhepyres-sama untuk menjadi pelayan Anda Avrora-sama, saya datang untuk menjemput anda, karena mulai besok Anda harus bersekolah di Alam Dewa untuk mendapatkan bimbimngan agar Anda menjadi Dewa yang sesungguhnya!"
Mendengar perkataanya Aku pun terkejut.
Ehhhh...ini bohongkankan? setelah mengangkatku sebagai Anak dia sudah berani berbuat senaknya memutuskan sesuatu, kalau Aku menolak Aku pasti bakal di bunuh nih, entah kenapa sekarang dia terlihat seperti sosok Ayah yang menakutkan bagiku.
"Aaaaahhhh baiklahh!"
Aku tersenyum kaku dan merasa setres berat.
"Kalau begitu mohon batuanya dari sekarang Avrora-sama!"
Tegas Rafael dengan senyum manisnya.
Aku menghela nafas dalam.
Dasar merepotkan.
__ADS_1