
...Tidur dengan Kakak...
...------------------------------------------------------------------------------------------------------...
Setelah Aku menghunuskan pedangku kepada kedua penjaga itu, Akhirnya penjaga itu mau mengantarkan Aku menemui Raja Iblis.
Aku dan Kakak pun masuk kedalam mengikuti penjaga itu.
Aku pun berbicara pada Kakak lewat telepati untuk mengintruksikan rencanaku saat bertemu raja Iblis nanti.
Setelah Masuk ke dalam Akhirnya Aku bertemu dengan Raja Iblis itu.
Kedua penjaga itu langsung membungkukan badanya di depan Raja Iblis.
"Asmodeus-sama, maaf atas kelancangan saya, dua orang ini memaksa ingin bertemu dengan Anda!"
Sosok Pria bertubuh tinggi besar berambut Putih memiliki tanduk besar yang tubuh ke depan dia terlihat sedang duduk di singgasana yang megah ia pun menyeringai kepada kami.
"Aku sangat terkesan dengan keberanian kalian yang datang langsung menemuiku disini, sebenarnya siapa kalian? dan ada urusan apa kalian datang kesini?"
Kakak menjawab dengan santai, sementara Aku berdiri di belakang Kakak.
"Kami berdua dari Ras Vampir, Aku adalah Leon dan yang di belakangku dia adalah Adiku Avrora, Aku datang kesini ingin meminta bantuanmu!"
Raja Iblis itu sedikit terkejut.
"Batuan? Imbalan apa yang kau punya untuku?" tanya Asmodeus.
"Apa yang kau inginkan katakan saja? Apa kau menginginkan harta?"
Asmodeus tertawa.
"Hahahaha. . .Aku tidak membutuhkan harta, bagaimana kalau imbalanya dengan Adik manismu itu?"
"Aku menolak!" tegas Leon.
Asmodeus pun murka.
"Berani sekali kau menolak, Apa kau tidak tau sekarang kau sedang berhadapan dengan siapa!"
Leon tersenyum santai.
"Sabarlah Aku punya penawaran yang lebih menguntungkan untukmu!"
"Cih! Cepat katakan apa itu?"
"Aku akan membantumu memenangkan perang dengan pahlawan, kau sedang berperang kan?"
Asmodeus pun terkejut.
"Apa Aku bisa mempercayaimu? bagaimana jika kau gagal?"
"Aku Akan memberikan Adiku padamu!" tegas Leon.
Asmodeus menyeringai.
"Aku sepakat! dua hari lagi Aku akan berperang, sekarang kalian istirahat saja, Anak buahku Akan menyiapkan kamar untuk kalian beristirahat."
Setelah itu Aku dan Kakak di Antar ke kamar istirahat oleh pengawal Asmodeus.
"ini Kamar kalian silakan beristirahat!" tegas pengawal itu.
Setelah masuk ke dalam Kamar Aku langsung mencubit perut Kakak.
"Itaaaaaaaaa!! ada apa Avrora kenapa mencubitku? sakit tau!"
Aku mengembungkan pipiku.
"Onii-chan, kenapa tadi kau bilang ingin memberikanku padanya kalau kalah, itu bukan rencana yang Aku buat tadi kan? memangnya Kakak mau kalau Aku di ambil?"
Kakak pun tersenyum.
__ADS_1
"Maaf-Maaf, Aku percaya kita tidak akan kalah jadi Aku berani bicara begitu untuk membuatnya percaya?"
"Kalau begitu Aku akan mengalah kalau begitu!" Aku sengaja meledek Kakak.
"Ehhhh! jangan gitu dong Avrora!"
"Bagaimana jika Aku di Ambil? apa yang Akan kau lakukan Onii-chan?"
"Aku Akan membunuhnya dan mendapatkanmu kembali, karena Aku mencintaimu Avrora!" Leon keceplosan lagi.
Aku langsung terdiam mendengar kata-kata Kakak, wajahku pun terasa Panas.
Melihatku yang terdiam Kakak langsung menjelaskanya padaku dengan gugup.
"Bu-Bukan begitu Maksudku Avrora, maaf!"
Aku tersenyum Kaku.
"Ahhh! tidak apa-apa kok Onii-chan!"
Kami terdiam susana pun berubah menjadi canggung.
Saat dalam suasana canggung Aku melihat tempat tidur dan cuma ada satu Ranjang, Aku pun berpikir, apa malam ini Aku akan tidur bareng Kakak?
Aku menengok ke Arah Kakak.
"Onii-chan, tempat tidurnya cuma ada satu!"
"Kalau begitu Aku akan tidur di bawah saja Avrora." tegas Leon.
Bagaimana ini? Aku malu kalau Aku harus tidur denganya, tapi Aku juga kasian melihat Kakak kalau dia tidur di bawah, Ahh bodo ahh!
Aku berbicara dengan malu pada Kakak.
"Onii-chan! Aku tidak keberatan kok, kalau kau tidur disini."
"Tapi Avrora!" jawab Leon malu-malu mau.
"Baiklah kalau begitu." jawab Leon dengan malu.
"Kalau begitu berbaliklah Aku ingin mlepas pakaian Luar ku!"
"Ba-baiklah Avrora!" Leon langsung berbalik dengan wajah yang memerah.
Aku melirik sedikit pada Kakak.
"Jangan ngintip loh!"
Aku pun segera melepas pakaian luar ku dan menyisakan pakaian dalam yang tipis dan menerawang, setah itu Aku langsung masuk ke dalam selimut.
"Sudah selesai Onii-chan!"
Leon pun berbalik kembali.
"Kalau begitu Aku juga Akan melepas pakaian luarku!"
Setelah melepas pakaian luarnya Kakak langsung tidur disampingku.
"Avrora selamat tidur!"
"Selamat tidur Onii-chan!"
Entah kenapa Aku jadi merasa sangat gugup, Aku segera memejamkan mataku.
Lima Belas menit kemudian.
Aku membuka mataku.
"Sialan! Aku tidak bisa tidur!"
Aku berbalik untuk melihat Kakak, bersamaan dengan itu Kakak teryata tidak bisa tidur juga ia juga berbalik untuk melihatku, kami berdua jadi saling pandang.
__ADS_1
Aku terkejut dan segera berbalik kembali, Aku benar-benar malu sialan.
Leon juga sama, dia merasa sangat malu.
Hari sudah larut malam dan Akhirnya kami pun tertidur.
Keesokan harinya Leon membuka matanya terlebih dahulu. Ia pun terkejut mendapati dirinya sedang di peluk Avrora yang tertidur pulas, wajahya pun berdekatan.
"Situasi macam apa ini, kenapa Avrora memeluku, Apa dia tidak sadar?" pikir Leon.
Leon terus memperhatikan wajah Avrora yang masih tertidur pulas.
"Wajahmu sangat dekat Avrora, kau sangat imut dan baumu juga sangat harum!"
Tiba-Tiba Keinginan Vampir Leon bangkit.
"Sial kenapa di saat seperti ini Aku ingin meminum darahnya?"
Leon terus memandangi leher Avrora, sembari memegang mulutnya.
teryata pemucunya karena Leon melihat leher Avrora dan terangsang.
"Sila! Aku sudah tidak bisa menahanya lagi!"
Leon menyingkab sedikit Rambut yang menutupi leher Avrora, dan bersiap untuk mengigitnya.
"Maafkan Aku Avrora!"
"Haaaaa!" Leon pun menggigitnya.
"Akhhhhh!" tiba-tiba Aku merasa geli di leherku, Aku pun membuka mataku.
Saat membuka mata Aku pun terkejut.
"O-Onii-chan!"
Kenapa tiba-tiba begini, sebenarbya apa yang terjadi, Aku jadi bertanya-tanya.
Kakak sudah selesai menghisap darahku, dia menjilati sisa-sisa darah di leherku.
Aku memejamkan mataku karena kegelian.
"Kyaaaa!"
Kakak menatapku sembari berbicara.
"Avrora maaf, saat Aku bagun tadi Keinginan Vanpirku bangkit dan Aku tidak bisa menahanya!"
Jadi begitu kejadianya ya, mungkin Aku bisa memakluminya.
Aku menjawab dengan gugup.
"Ti-tidak apa-apa kok, Aku cuma terkejut saja!"
"Saat Aku bagun tadi kenapa memeluku Avrora, setelah melihat lehermu, entah kenapa Aku jadi ingin meminum darahmu!"
Aku terkejut dengan penjelasan Kakak.
"Ehhhhh! Aku sungguh tidak sadar, Ma-maafkan Aku Onii-chan! lain kali Aku akan berhati-hati!"
Kenapa begini, berarti ini salahku dong? sialan ini memalukan, wajahku tiba-tiba terasa sangat panas.
"Tapi Aku senang kau memeluku Avrora!" ungkap Leon.
Mendengar perkataan Kakak, Aku langsung melebarkan mataku, entah kenapa jantungku jadi semakin berdebar dengan kencang.
Setelah itu dengan cepat Aku mencubit perut Kakak dan berteriak.
"Jangan bicara hal yang memalukan begitu bodohhhhhh!!!"
"Itaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!" Leon berteriak kesakitan.
__ADS_1
Next Vol. 4 Chapter 5.